Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP 30 September, dunia memperingati Hari Penerjemah Internasional (International Translation Day). Hari ini diperingati sebagai bentuk apresiasi kepada para penerjemah di seluruh dunia, yang memainkan peran penting dalam menjembatani komunikasi antar bahasa dan budaya.
Namun, apa sejarah di balik hari penting ini? Mengapa peran penerjemah begitu krusial dalam masyarakat global?
Berikut ulasan lengkap tentang sejarah, makna, dan maksud perayaan Hari Penerjemah Internasional.
Baca juga : Perluas Lapangan Kerja Perawat, Buka Kelas Internasional Jerman
Hari Penerjemah Internasional pertama kali diperingati International Federation of Translators (FIT). FIT adalah organisasi internasional yang menaungi penerjemah dan juru bahasa, dari berbagai negara dan terus bekerja untuk meningkatkan profesionalisme di bidang penerjemahan.
Seiringan dengan berdirinya FIT, 30 September 1953 dipilih sebagai hari penerjemah internasional, untuk menghormati Santo Hieronimus (Saint Jerome), seorang sarjana dan penerjemah Alkitab yang hidup pada abad ke-4.
Hieronimus dikenal sebagai penerjemah Alkitab dari bahasa Ibrani dan Yunani ke bahasa Latin, yang dikenal sebagai Vulgata. Karya terjemahannya menjadi sangat penting bagi Gereja Katolik, dan pengaruhnya dalam dunia penerjemahan tetap dikenang hingga sekarang.
Baca juga : Generasi Unggul Modal Indonesia Jadi Negara Pemimpin Dunia
Peringatan 30 September ini mendapatkan pengakuan yang lebih luas ketika, pada 2017, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan Hari Penerjemah Internasional sebagai perayaan global, untuk menghormati peran penerjemah dalam mendukung diplomasi dan komunikasi internasional.
Hari Penerjemah Internasional memiliki makna yang sangat penting dalam konteks dunia modern, di mana komunikasi antar bangsa dan antar kultur, semakin kompleks dan beragam.
Berikut adalah beberapa makna utama dari perayaan ini:
Baca juga : Tingkatkan Kompetensi Soft Skill Mahasiswa dengan Bahasa Asing
Penerjemah memainkan peran penting dalam menghubungkan orang-orang dari berbagai bahasa dan budaya. Dalam era globalisasi, penerjemahan tidak hanya penting dalam diplomasi internasional, tetapi juga dalam berbagai sektor seperti bisnis, pendidikan, sains, teknologi, dan seni. Tanpa penerjemah, banyak ide dan inovasi dari berbagai belahan dunia tidak akan bisa dibagikan dan dipahami oleh orang lain.
Hari Penerjemah Internasional, menjadi momen untuk menekankan pentingnya kualitas dan profesionalisme dalam penerjemahan. Penerjemahan yang buruk atau tidak akurat dapat mengakibatkan salah pengertian, yang bisa berdampak serius dalam berbagai konteks, terutama di bidang hukum, politik, dan medis.
Perayaan hari penerjemah, juga menjadi momen untuk merayakan keragaman bahasa dan budaya di dunia. Melalui penerjemahan, kita dapat memahami karya sastra, filsafat, sains, dan dokumen sejarah dari berbagai budaya, yang pada akhirnya memperkaya pemahaman kita tentang dunia. Penerjemah adalah penjaga warisan budaya, membantu menjaga agar bahasa-bahasa minoritas tetap hidup dan dilestarikan.
Baca juga : Tiga Bahasa Asing Kawasan Asia Timur Bekal Mahasiswa Hadapi Pasar Global
Tujuan utama dari perayaan Hari Penerjemah Internasional, adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penerjemah dalam berbagai aspek kehidupan, serta untuk menghormati kontribusi mereka dalam memajukan komunikasi lintas budaya.
Beberapa maksud khusus dari perayaan ini meliputi:
Terjemahan yang akurat dan terpercaya sangat penting, terutama dalam konteks hukum, medis, dan politik. Penerjemahan yang buruk dapat mengakibatkan kesalahpahaman dan konsekuensi serius. Oleh karena itu, perayaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penerjemahan berkualitas dan profesional.
Hari Penerjemah Internasional memiliki maksud dan tujuan dalam, membantu menyebarkan pengetahuan, inovasi, dan budaya, untuk mendukung pembangunan seperti, kerjasama antar negara hingga pengenalan budaya dan komunikasi global.
Bukan hanya menjadi sarana pengenalan bahasa secara global, hari penerjemah internasional juga menjadi sarana untuk, mengajak masyarakat untuk belajar bahasa lain dan memahami perbedaan budaya, menciptakan dunia yang lebih harmonis, di tengah era globalisasi yang menuntut masyarakat untuk lebih cerdas berbahasa. (Z-3)
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ketiga faktor tersebut belum menunjukkan relevansi Bahasa Portugis yang signifikan bagi Indonesia.
Pembelajaran bahasa asing akan membuat anak didik Indonesia lebih terasah kecerdasan dan daya kreatifnya.
Kemendikdasmen diminta untuk melakukan kajian terkait dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, mengatakan ia menyambut rencana pelajaran bahasa Portugis di sekolah tersebut, tetapi harus dengan relevansi yang jelas.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved