Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM beberapa pekan terakhir ini, berbagai wilayah secara bergantian dilanda gempa bumi. Bencana gempa magnitude 5,0 terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/9) silam, berdampak pada rusaknya ribuan rumah dan juga bangunan. Pakar Geologi UGM, Gayatri Indah Marliyani, mengungkap keberadaan sesar aktif sulit dipetakan.
Gempa yang terjadi pada pukul 09.41 tersebut berada pada 24 km Tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 10 kilometer. Sehari berselang, Gempa juga terjadi di Morotai, Maluku Utara dengan magnitude 5,6. Disusul, Sabtu (21/9), Kabupaten Gianyar, Bali, juga dilanda gempa dengan kekuatan 4,8 magnitude yang ditengarai dipicu oleh aktivitas sesar daratan di wilayah tersebut.
Berlanjut ke Kalimantan Barat, Minggu (22/9), Kabupaten Sanggau juga tidak luput dari gempa bumi dengan kekuatan 4,4 magnitude. Seolah tidak cukup sampai di situ, Selasa (24/9), gempa bumi dengan magnitude 6,4 mengguncang Gorontalo selama beberapa detik, dengan titik gempa berada pada 74 km barat daya Gorontalo.
Baca juga : Pakar UGM Benarkan Adanya Ancaman Gempa Megathrust dan Tsunami
Terhadap gempa-gempa ini, Badan Geologi Kementerian ESDM telah menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Kabupaten Bandung akibat dari patahan atau sesar Kertasari bukan karena aktivitas Sesar Garsela seperti yang diprediksi sebelumnya. Sesar Kertasari ini merupakan sesar baru yang berjarak 6,61 km ke arah Barat dan sejajar dengan arah umum sesar Garsela.
Sama halnya dengan gempa yang terjadi di segmen megathrust yang dapat menimbulkan dampak seismik serta tsunami, gempa sesar daratan dengan jarak lebih dekat ke permukaan juga dapat memberikan dampak kerusakan yang signifikan.
Susar Sulit Dipetakan
Baca juga : Rentetan Gempa Jabar dan Sesar Aktif yang Belum Terpetakan
Dari hal itu pakar Geologi UGM, Gayatri Indah Marliyani, mengungkap keberadaan sesar aktif sulit dipetakan karena kondisi wilayah Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi sehingga tingkat erosi dan pelapukan batuan juga tinggi. Hal ini menyebabkan bukti-bukti keberadaan sesar aktif di permukaan menjadi sulit ditemui.
Ia menjelaskan kejadian gempa dengan magnitudo besar maupun kecil bisa menjadi petunjuk keberadaan sesar aktif dan bisa dijadikan fokus penelitian dan pemetaan yang lebih terperinci. Penelitian mengenai identifikasi sesar aktif harus terus dilakukan dan didukung oleh semua pihak.
“Untuk sesar yang sudah teridentifikasi, potensi dampak yang timbul harus dipetakan dengan baik sehingga area terdampak bisa mempersiapkan diri. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi sesar aktif juga harus meningkatkan kewaspadaan,” tuturnya saat dihubungi via daring, Selasa (24/9).
Baca juga : Pergerakan Lempeng Indo-Australia jadi Penyebab Rentetan Gempa di Awal 2023
Gayatri berujar, kejadian gempa yang terjadi sepanjang bulan September di Indonesia berasal dari sistem sesar dan mekanisme yang berbeda, atau dengan kata lain gempa-gempa tersebut tidak saling terkait. Perlu disadari bahwa Indonesia berada pada wilayah tektonik yang aktif dan berada pada pertemuan banyak lempeng bumi sehingga kejadian gempa di hampir seluruh wilayah Indonesia umum dijumpai. “Sumber gempa ada yg berada di zona subduksi di laut, dan ada yang berasal dari sesar aktif di darat. Kejadian gempa di kedua zona ini tidak saling mempengaruhi,” jelas Gayatri.
Meskipun dihimpit oleh banyak sesar aktif daratan dan zona megathrust, Gayatri menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan menekankan pada pentingnya edukasi dalam beradaptasi dan memitigasi dampak dari bencana gempa. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah selalu waspada di manapun berada dengan mengetahui ancaman gempa yang mungkin terjadi.
Kemudian, Gayatri meminta agar masyarakat melakukan perencanaan di berbagai level hingga ke lingkungan keluarga.
“Melakukan persiapan pribadi tentunya, jadi kita sudah paham, kalau terjadi gempa apa yang harus kita lakukan. Minimal kita sudah siap tas siaga bencana,” ujarnya. (Z-9)
WARGA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan ini merasakan beberapa kali gempa bumi dengan kekuatan di atas 4 magnitudo.
GEMPA bumi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dengan magnitudo (M) 6,4 diperbarui jadi 6,2 membuat perjalanan kereta api wilayah Daop 6 Yogyakarta berhenti luar biasa, kini semua perjalanan aman
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang terjadi di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Pastikan untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 pada 27 Januari 2026 pukul 13:15:32 WIB.
Gempa bumi bermagnitudo 5,5 yang mengguncang Jawa Timur bagian selatan, pada Selasa (27/1) pagi berdampak langsung di Kabupaten Trenggalek.
Pakar dari UGM mengomentari kebijakan penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang disebut dilakukan untuk memutakhirkan data penerima bantuan.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
INDONESIA masih dihantui oleh ekonomi bayangan. Ekonomi bayangan (Shadow economy) digambarkan sebagai keseluruhan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
SOSIOLOG UGM Andreas Budi Widyanta, atau kerap disapa AB, menyoroti keputusan ulah pati (bunuh diri) pada anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada 29 Januari 2026 lalu.
SEKRETARIS Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM Sigit Priyanto, Rabu menegaskan, tahun 2026 ini, UGM akan menerima 10.000 mahasiswa baru baik jenang Sarjana (S1), Sarjana Terapan (D-4).
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved