Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda membayangkan menjelajahi lautan Nusantara tanpa harus meninggalkan kota? Di balik gedung tua di Kota Tua Jakarta, tersimpan rahasia maritim yang siap mengungkap kisah kejayaan masa lalu. Museum Bahari adalah tempat yang tepat untuk memuaskan rasa penasaran Anda tentang sejarah maritim Indonesia.
Museum Bahari, yang berada di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, dulunya merupakan gudang penyimpanan rempah-rempah dan komoditas utama lainnya milik VOC.
Bangunan ini, yang terletak di tepi muara Ciliwung, terdiri dari dua sisi: Gudang Barat dan Gudang Timur, yang masing-masing dibangun secara bertahap antara tahun 1652 dan 1771. Setelah melalui berbagai fungsi selama masa pendudukan Belanda dan Jepang, bangunan ini akhirnya diresmikan sebagai Museum Bahari pada 7 Juli 1977.
Baca juga : Pameran Seni Tanah Liat Albert Yonathan
Museum ini menyimpan beragam koleksi perahu tradisional dari seluruh Nusantara, kapal zaman VOC, serta miniatur kapal modern. Pengunjung juga dapat menemukan alat-alat navigasi seperti kompas, teropong, dan sekstan, serta peralatan pelaut masa lalu seperti jangkar dan model mercusuar.
Selain itu, museum ini menampilkan koleksi biota laut, data sebaran ikan di perairan Indonesia, serta berbagai perlengkapan dan cerita tradisional masyarakat nelayan.
Selain koleksi-koleksi tersebut, Museum Bahari juga menyimpan berbagai peninggalan arsitektural yang mengesankan, seperti Menara Syahbandar, Bangunan Kantor Syahbandar, Gedung Terra, Pos Keamanan Syahbandar, meriam, dan jangkar bersejarah.
Baca juga : Pablo Mural Paints Dukung Pameran Solo Perupa Mural Darbotz di Yogyakarta
Kepala Unit Pengelola Museum Seni Sri Kusumawati menyatakan, "Kami sangat bangga dapat menyelenggarakan program publik ini berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan institusi budaya dari luar negeri. Melalui pameran ini, masyarakat Jakarta dapat melihat betapa eratnya hubungan antara Indonesia dan negara lain, khususnya dalam bidang maritim."
Pameran ini berlangsung hingga 17 Agustus, dengan tiket masuk seharga Rp5.000 untuk pelajar dan Rp10.000 untuk umum.
1. Mengenal lebih dalam tentang sejarah
Baca juga : Alicia Keys dan Swizz Beatz Selenggarakan Pameran 'Giants' di Brooklyn Museum
Berkunjung ke museum membantu kita memahami sejarah kerajaan, penjajahan, hingga perjuangan kemerdekaan Indonesia.
2. Melestarikan warisan budaya
Dengan sering berkunjung ke museum, kita berkontribusi dalam menjaga kelestarian warisan budaya yang berharga.
Baca juga : Instalasi Seni Jaring Laut Halaman Rumah Jadi Koleksi Baru Museum Bahari
3. Memberikan pengalaman istimewa
Berinteraksi langsung dengan peninggalan bersejarah menciptakan momen tak terlupakan yang memberikan nuansa asli dari masa lalu.
4. Melihat dunia lebih luas
Museum memungkinkan kita melihat berbagai dimensi waktu dan tempat, serta memperluas wawasan kita tentang dunia.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi rahasia maritim Nusantara di Museum Bahari dan nikmati pengalaman yang akan memperkaya pengetahuan dan apresiasi Anda terhadap sejarah dan budaya Indonesia. (Z-1)
Belajar dari Jepang, strategi pencegahan atau mitigasi yang dilakukan berbasis pada penguatan memori kolektif bangsa, salah satunya paham sejarah bencana di Jakarta
Rano Karno menilai, salah satu hambatan masyarakat untuk berkunjung ke Museum Bahari adalah lalu lintas truk kontainer di kawasan itu.
Pengunjung dapat menikmati 18 karya seni unik yang terbuat dari limbah jaring ikan, yang dihasilkan oleh seniman dari Kepulauan Selat Torres, Erub Arts.
PENDIDIKAN kelautan penting untuk memastikan generasi muda memiliki pemahaman tentang menjaga kelestarian laut. Ini diwujudkan dalam program Ocean LiteraSEA di Museum Bahari Jakarta.
Simak video lengkapnya untuk ikut menyusuri jejak kejayaan perdagangan rempah Nusantara di Museum Bahari! Selamat menyaksikan!
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
Bendera inovasi industri manufaktur Indonesia berkibar di panggung global setelah TRK Valves tampil sebagai satu-satunya perwakilan industri manufaktur nasional dalam ajang LNG 2026.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Salah satunya yang paling diminati pengunjung adalah AR Treasure Hunt, sebuah pengalaman eksplorasi ruang berbasis augmented reality.
IMMF CONNECT 2026 ditargetkan menghadirkan sekitar 800 eksibitor dan 15.000 pengunjung dari 20 negara, termasuk Jerman, Italia, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.
Konsumen dan korporasi kini tidak hanya mencari vendor atau destinasi, tetapi mitra strategis yang memahami konteks dan memberikan pengalaman berdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved