Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITMEN pengurangan sampah menjadi tonggak awal atau kunci pemecahan permasalahan akibat sampah. Sinergi dalam implementasi komitmen tersebut dibutuhkan agar terealisasi melalui program efektif dan memberi hasil optimal.
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, bank sampah menjadi salah satu solusi yang harus digalakkan untuk bisa dimasyarakatkan secara meluas.
"Hal yang paling penting adalah sinergi memperkuat pengurangan sampah melalui bank sampah," ujarnya saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional dan Talkshow Pengelolaan Bank Sampah di Wisma Al-Khairiyah Kota Metro, Sabtu, 20 Juli 2024.
Baca juga : IWAPI dan KLHK Menyerahkan Bantuan Motor Sampah untuk Pengelolaan Sampah dan Penghijauan
Menurutnya, bank sampah juga merupakan alternatif dari minimnya anggaran pemerintah daerah dalam hal pengelolaan sampah. Keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan pemilahan sampah serta penerapan reduce, reuse, dan recycle (3R) yang melibatkan bank sampah mampu memangkas kebutuhan anggaran penanganan sampah.
"Bank sampah ini asli Indonesia, tidak ada negara lain yang punya. Sebenarnya ini bisa jadi alternatif bagi Pemda yang belum optimal dalam pengangkutan dan pemilahan," jelasnya.
Potensi ekonomi sirkular dapat terbentuk dengan menggerakkan bank sampah secara optimal. Upaya tersebut juga mendorong pencapaian tujuan nol emisi dari sampah pada tahun 2050.
Baca juga : KLHK Hentikan Tiga Perusahaan Penyebab Polusi Udara di Jabodetabek
"Kita ingin di 2050 benar-benar tidak menghasilkan emisi dari sampah. Sampah tidak dibuang sepenuhnya ke tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan hanya residunya," kata dia.
Pada Seminar Nasional dan Talkshow dengan tema 'Sinergi Memperkuat Penanganan Sampah Melalui Bank Sampah' itu, turut digelar seremoni penandatanganan komitmen oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dari 15 Kabupaten/Kota yang ada di Lampung untuk memperkuat program penanganan sampah di wilayahnya masing-masing.
Vivien berharap penandatanganan komitmen ini menjadi tonggak awal dan pengingat bagi para kepala dinas agar terus bekerja efektif, inovatif, dan maksimal.
"Rasanya baru pertama kali kabupaten/kota se-provinsi tanda tangan untuk pengurangan sampah dan bersinergi melalui bank sampah. Tanda tangan tadi adalah modal yang akan saya bawa ke semua tempat di Indonesia sebagai contoh," tuturnya.
Dia menegaskan kepada seluruh Kepala Dinas Lingkungan Hidup agar segera menindaklanjuti komitmen tersebut melalui penguatan program. Kementerian LHK akan melakukan pemantauan terhadap realisasi komitmen dengan menilai grafik pengurangan sampah dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).
"Masing-masing daerah harus buat program tindak lanjut dari tanda tangan tadi. Besar harapan kita untuk berkolaborasi," pungkasnya. (CR3/S-1)
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved