Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebanyak seribu pelari mengikuti AFS Run & Ride 2023 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (26/11). Ini merupakan ajang lari kali kedua yang diselenggarakan Yayasan Bina Antarbudaya (YBA) setelah tahun lalu sukses digelar di BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Jarak yang ditempuh terdiri atas 3,5, 10 kilometer.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampanye perdamaian sekaligus penggalangan donasi untuk program pertukaran pelajar berprestasi melalui program AFS dan tenaga pendidik Indonesia dalam program AFS Global Up Educator.
Direktur Eksekutif YBA Gatot Nuradi Sam menyatakan, pihaknya memiliki misi mewujudkan perdamaian dunia melalui generasi muda. Donasi yang terkumpul dari kegiatan ini akan mendukung sejumlah kandidat peserta program yang sudah terpilih, namun terkendala finansial.
YBA adalah sebuah organisasi non-pemerintah, non-profit, berbasis relawan, mitra dari AFS Intercultural Program yang bergerak dalam bidang pendidikan. Didirikan pada 2 Mei 1985, setiap tahunnya Bina Antarbudaya mengirimkan ratusan anak ke luar negeri untuk dapat bertukar budaya, menjadi bagian dari warga global. Mereka merupakan siswa berprestasi, yang mengikuti program pertukaran pelajar AFS tetapi terhalang oleh kendala biaya.
Pada 2023 Bina Antarbudaya sudah mengirimkan sekitar 200 siswa menengah atas. Dari program jangka pendek, 3 bulan, hingga yang satu tahun penuh. Para pelajar tersebut akan ditempatkan pada budaya yang baru. Mereka akan melakukan adaptasi, dari sisi bahasa budaya, makanan dan banyak perbedaan lain, sambil mereka juga mereka menempuh pendidikan.
Tujuannya, para alumni AFS tersebut akan menjadi garda terdepan menyebarkan semangat perdamaian dan perbedaan. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk dari Papua, Maluku, sampai Aceh. (X-8)
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Dua pelari Siksorogo Lawu Ultra meninggal di jalur ekstrem Gunung Lawu. Cuaca buruk dan medan berat sempat menghambat proses evakuasi, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kematian
Dua pelari asal Karanganyar meninggal akibat serangan jantung saat mengikuti ajang lari ekstrem Siksorogo Lawu Utara 2025 di Tawangmangu. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden.
Dua pelari asal Karanganyar meninggal dunia saat mengikuti lomba Siksorogo Lawu Ultra 2025 akibat serangan jantung di kilometer 8 dan 12.
Ribuan Peserta Ramaikan Kompetisi Lari Indofood UI Ultra 2025
Sepatu yang dipakai pada saat latihanlah yang harus dipakai ketika hari H lomba lari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved