Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRANATA Humas Ahli Madya Basarnas Anjar Sulistiyono mengatakan dalam konteks antisipasi bencana hidrometeorologi, Basarnas melaksanakan siaga 24 jam, baik di kantor pusat maupun UPT, serta menerima laporan masyarakat melalui emergency call 115.
Selain itu, berbagai upaya juga dilaksanakan, di antaranya: mengawasi perkembangan cuaca dan perubahan cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
“Basarnas bergantung pada sumber informasi cuaca yang andal untuk memahami perkembangan situasi. Selain itu, Basarnas juga memetakan wilayah yang rawan bencana di seluruh indonesia, mengevaluasi data kawasan rawan yang sudah ada, dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (5/11).
Baca juga : Direktur PT Kindah Abadi Utama Didakwa Menyuap Eks Kabasarnas Rp9,9 Miliar
Lebih lanjut, Basarnas juga berperan dalam penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat terkait bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan badai.
Baca juga : Basarnas Cari Pria yang Diterkam Buaya di Kolaka Timur
“Basarnas bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mengeluarkan peringatan dini dalam hal ini BNPB dan BPBD di daerah rawan bencana,” sambungnya.
Basarnas juga mengoordinasikan pelatihan dan simulasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Ini mencakup pelatihan SAR yang mencakup pencarian, pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi.
Selain itu, ketika bencana terjadi, Basarnas merespons dengan melakukan operasi SAR dengan mengerahkan sumber daya manusia yang kompeten, peralatan yg memadai, dan dukungan dari potensi SAR.
“Basarnas bekerja sama dengan berbagai pihak berwenang, termasuk pemerintah pusat/daerah, TNI, kepolisian, dan instansi lainnya, untuk mengkoordinasikan upaya penanganan bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (Z-8)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved