Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
ALLAH subhanahu wa ta'ala tidak dapat dilihat manusia di dunia. Sebelumnya dijelaskan bahwa Allah dapat dilihat orang yang beriman di surga nanti. Ketidakmampuan mata manusia di dunia melihat Allah disampaikan Al-Qur'an Surat Al-An'am ayat 103.
Bagaimana tafsir Surat Al-An'am ayat 103 yang menerangkan manusia di dunia tidak dapat melihat Allah? Berikut penjelasan rincinya oleh Kiai Asyari Masduki dari LDNU PC Kediri, Jawa Timur.
لَّا تُدۡرِكُهُ ٱلۡأَبۡصَـٰرُ وَهُوَ یُدۡرِكُ ٱلۡأَبۡصَـٰرَۖ وَهُوَ ٱللَّطِیفُ ٱلۡخَبِیرُ
Laa tudrikuhul abshaaru wa huwa yudrikul abshaar, wa huwal lathiiful khabiir.
Baca juga: Tafsir Al-Qiyamah Ayat 22-23 di Akhirat Allah Dapat Dilihat
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
لَّا تُدۡرِكُهُ ٱلۡأَبۡصَـٰرُ وَهُوَ یُدۡرِكُ ٱلۡأَبۡصَـٰرَۖ
"Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak dilihat dengan penglihatan mata di dunia. Sedangkan Allah melihat semua makhluk dan penglihatannya secara rinci, karena Allah yang telah menciptakannya," tutur Asyari.
Baca juga: Tafsir Ibrahim Ayat 10 tidak Ada Keraguan tentang Keberadaan Allah
Ayat itu tidak bertentangan dengan Surat Al-Qiyamah ayat 22-23 yang menjelaskan bahwa penduduk surga akan melihat zat Allah. Ini karena ayat tersebut menafikkan melihat Allah di dunia, sedangkan Surat Al-Qiyamah ayat 22-23 menetapkan kemampuan melihat Allah di akhirat bagi para penduduk surga.
Ayat-ayat itu selaras dengan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
لَنْ تَرَوْا رَبَّكُمْ حَتَّى تَمُوتُوا
Kalian tidak akan melihat Tuhan kalian sampai kalian mati. Riwayat Ahmad.
Baca juga: Tafsir Al-Qur'an Berbahasa Arab dengan Kalam Allah bukan Huruf
Menurut pendapat yang unggul pada malam mikraj, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melihat Allah dengan hatinya, tidak dengan mata kepala. Allah memberi kekuatan pada hati beliau untuk bisa melihat zat Allah ta'ala yang bukan berupa benda, tanpa tempat dan arah.
Ayat di atas juga semakna dengan firman Allah ta'ala:
قَالَ رَبِّ أَرِنِیۤ أَنظُرۡ إِلَیۡكَۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِی
Nabi Musa berkata, "Wahai Tuhanku perlihatkan kepadaku agar aku bisa melihat-Mu." Allah berfirman, "Kamu tidak akan melihatku." Surat Al-A'raf ayat 143.
Baca juga: Tafsir An-Nisa 164: Kalam Allah bukan Huruf dan Suara
Ayat di atas juga menafikkan rukyatullah (melihat Allah) di dunia, tidak menafikkan ru'yatullah (melihat Allah) di akhirat. Permintaan Nabi Musa kepada Allah agar Allah memperlihatkan zat-Nya yang tidak serupa dengan makhluk kepadanya menunjukkan bahwa rukyatullah bukan sesuatu yang mustahil secara akal. Alasannya, jika itu mustahil pastilah Nabi Musa tidak memintanya kepada Allah.
Itu juga membantah kelompok muktazilah yang menganggap rukyatullah sebagai sesuatu yang mustahil.
وَهُوَ ٱللَّطِیفُ ٱلۡخَبِیرُ
Allah itu Al-Lathiif berarti zat yang memberi kebaikan kepada para hamba-Nya tanpa disangka oleh mereka.
Baca juga: Tafsir An-Najm Ayat 42: Zat Allah tidak Dapat Dibayangkan
Allah juga Al-Khabiir berarti zat yang mengetahui hakikat dari segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah. Allah mengetahui seluruhnya baik secara global maupun terperinci.
Itulah penjelasan tentang manusia tidak akan mampu melihat Allah di dunia. Namun, di akhirat Allah menjadikan penghuni surga mampu melihat-Nya sebagai kenikmatan terbesar bagi mereka. Wallahu a'lam bishshawab. (Z-2)
Bedah tuntas Surat Nuh: Latar belakang Asbabun Nuzul, strategi dakwah 950 tahun, rahasia dahsyatnya Istighfar (Ayat 10-12), dan keutamaan membacanya.
SURAT Al-Ma'arij adalah salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memiliki muatan psikologis dan eskatologis (ilmu akhirat) yang sangat kuat.
Kegiatan validasi ini melibatkan para ulama, akademisi, seniman serta pegiat budaya. Nantinya, usai proses validasi ini selesai, akan berlanjut pada proses pencetak.
Keberhasilan penyelenggaraan STQH harus memenuhi lima parameter utama,
MUKJIZAT Al-Qur'an tidak hanya terkait dengan kisah masa lalu sebelum kedatangannya, tetapi juga prediksi masa depan ketika itu seperti kemenangan umat Islam dan Romawi.
MUKJIZAT Al-Qur'an kali ini tentang informasi selamatnya tubuh Firaun yang menentang Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. Langsung saja klik artikel ini untuk lebih jelasnya.
SIMULASI Al-Qur’an bahasa isyarat Indonesia menarik perhatian pengunjung Paviliun Indonesia pada ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Kairo, Mesir.
Kemenag menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di Mesir dalam rangkaian Cairo International Book Fair (CIBF) 2026 di Mesir.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyoroti masih adanya tantangan dalam pembinaan keagamaan di daerah perbatasan dan pulau-pulau terpencil.
Perbedaan dalam masalah cabang fikih, metode dakwah, atau pendekatan ijtihad merupakan ruang yang dibolehkan, bahkan memperkaya peradaban Islam.
Simak tafsir lengkap Surat Al-Jin. Kisah sekumpulan Jin yang takjub mendengar Al-Qur'an, asbabun nuzul, serta larangan bersekutu dengan makhluk ghaib.
Bedah tuntas Surat Nuh: Latar belakang Asbabun Nuzul, strategi dakwah 950 tahun, rahasia dahsyatnya Istighfar (Ayat 10-12), dan keutamaan membacanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved