Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA El Nino lemah-moderat yang terjadi mulai Juli 2023 dan melanda sebagian wilayah tanah air telah membuat beberapa daerah mulai mengalami penurunan debit air di lahan pertanian mereka. Salah satunya di Desa Ranjeng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu provinsi Jawa Barat, dimana saat ini debit air di saluran irigasi mulai berkurang khususnya di lahan-lahan yang berada di bagian hilir saluran. Hal ini menyebabkan sebagian lahan sawah terutama yang relatif jauh dari saluran irigasi tersier terancam kekeringan.
Untuk mengatasi masalah tersebut Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (Ditlin) bersama-sama dengan petugas lapangan dan petani setempat melaksanakan Gerakan Penanganan (Garnang) Dampak Perubahan Iklim (DPI) pada Jumat (11/8) lalu. Dalam gerakan ini Ditlin memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Subur Tani yang mempunyai pertanaman padi berumur sekitar 30 hari dan berada di lokasi yang relatif jauh dari saluran irigasi tersier sehingga terancam kekurangan air.
Gerakan ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pompanisasi untuk mengalirkan air dari saluran sekunder ke lahan petani. Agar air dari saluran sekunder dapat sampai ke lahan petani maka dilakukan pengadaan dan pemasangan selang air sepanjang 600 meter. Selain itu bantuan juga digunakan untuk operasional pompa air seperti pembelian BBM, konsumsi dan lain-lain. Dengan gerakan ini diharapkan sekitar 15 ha lahan petani yang selama ini tidak terjangkau oleh saluran tersier dapat terpenuhi kebutuhan airnya hingga panen nanti.
Baca juga: Mengenal Fenomena El Nino dan Pengaruhnya terhadap Indonesia
Ali, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat menyatakan bahwa sekitar 100 ha lahan di Desa Ranjeng Kecamatan Losarang terancam kekeringan dikarenakan saluran tersier tidak dapat berfungsi mengalirkan air dengan baik karena kurangnya debit air dan pendangkalan saluran. “Bantuan selang air dan BBM sangat diperlukan untuk mencukupi kebutuhan air di pertanaman hingga panen nanti” ucap Ali.
Kegiatan pompanisasi juga diharapkan dapat dilakukan secara swadaya di lokasi lain yang terancam kekeringan yang masih memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan.
Plt Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Yudi Sastro menyampaikan bahwa Penanganan DPI memerlukan peran aktif dari berbagai pihak bukan hanya dari Kementerian Pertanian, namun juga dari kementerian/lembaga lain seperti KemenPUPR, BMKG, KLHK dan lain-lain. Hal ini mengingat banyak variabel yang berkontribusi terhadap DPI yang berada di luar kewenangan Kementerian Pertanian seperti kondisi DAS, ikIim, ekosistem, lingkungan dan sebagainya.
Baca juga: El Nino dan La Nina, Bedanya Dimana?
Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyatakan bahwa upaya penanganan dampak perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan ini tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah dan petani, tapi juga harus mendapatkan partisipasi aktif dari seluruh warga masyarakat agar penanganannya menjadi lebih efisien dan efektif.
Suwandi mengatakan, upaya penanganan kekeringan juga perlu dibarengi dengan upaya-upaya mitigasi dan upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim serta perbaikan ekosistem.
“Khusus terkait upaya mitigasi dan adaptasi ini juga dibutuhkan peran aktif dari kalangan akademisi dan peneliti dalam melakukan edukasi dan transfer teknologi terhadap masyarakat terutama petani tentang pentingnya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim”, tutup Suwandi.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang sangat mengharapkan dukungan penuh dari perguruan tinggi dan dunia pendidikan terhadap pembangunan pertanian ke depan. (RO/S-3)
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved