Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Fahmi Zulkarnain mengatakan dua puluh tahun keberadaan JSIT Indonesia bisa terus tumbuh untuk membuat bangsa Indonesia menjadi tangguh. Hal tersebut disampaikan dalam puncak Milad ke-20 JSIT Indonesia yang digelar di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Ahad, (30/07).
Fahmi menegaskan JSIT Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan di negeri ini. Meski bukan negara Islam, tapi Indonesia dihuni oleh mayoritas muslim mulai dari Aceh hingga Papua.
"InsyaAllah dengan pendidikan yang akan dikembangkan oleh sekolah Islam terpadu pada saatnya nanti, kita bisa membayangkan para alumni sekolah Islam terpadu nantinya bisa menjadi pemimpin di negeri ini," ungkapnya.
Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Tegaskan Tak Boleh Ada Toilet Gender Netral di Sekolah
Untuk membangun Indonesia tangguh, imbuh Fahmi, tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua pihak. Dibutuhkan adanya saling mendukung satu sama lain oleh berbagai elemen bangsa.
"Kita harus berkolaborasi, harus bersinergi, harus bermitra. Dan kami terus bermitra dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk terus memberdayakan potensi masyarakat, umat dan bangsa pada akhirnya," ungkap Fahmi.
Baca juga: Ukrida Perkuat Motivasi dan Optimisme lewat Gathering Alumni MM
JSIT Indonesia, imbuh Fahmi, berharap pada tahun 2045 bisa menyumbangkan generasi yang unggul, generasi tangguh yang akan memimpin Indonesia secara terencana dengan program pemberdayaan yang dilakukan.
"Kita berharap dengan apa yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal, akan menjadi pegangan bagi generasi penerus untuk melakukan peran-perannya di masa mendatang, khususnya bagi para guru yang sangat berperan bagi terwujudnya Indonesia tangguh di masa yang akan datang," ujar Fahmi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Milad ke-20 JSIT Indonesia, Suhartono menambahkan bahwa rangkaian milad JSIT Indonesia sudah dilaksanakan pada 22 Mei lalu dengan mengadakan berbagai kegiatan.
"Kegiatan yang diselenggarakan diantaranya workshop inklusi yang menghadirkan rekan-rekan dari lembaga pentaksiran Malaysia. Dilanjutkan kunjungan kepada Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Bapak Anindito di kantor Kemendikbud Ristek. Dilanjutkan dengan 13 rangkaian kegiatan lainnya," jelas Suhartono.
Adapun 13 rangkaian kegiatan Milad ke-20 JSIT antara lain Penyusunan Buku Bunga Rampai 20 tahun JSIT Indonesia, Pemilihan 20 lagu baru JSIT, Webinar berbagi 20 Praktik Baik Sekolah Islam Terpadu dengan 2635 peserta, Launching 20 buku inspiratif karya siswa/guru, Film dokumenter 20 tahun JSIT Indonesia berkarya untuk bangsa, Penyusunan 20 Naskah Cerita Islami bermuatan STEAM jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA, Apresiasi Praktik Baik Guru Inspiratif dan Guru Inklusi, Penghargaan 7 guru berdedikasi dari daerah 3 T, Pemilihan 20 guru SIT dengan karya penelitian terbaik/Karya Inovasi Pembelajaran berdiferensiasi, Pemilihan karya tulis ilmiah siswa terbaik, Apresiasi Sekolah Model Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Introflex dengan Pendekatan TERPADU Untuk Mencapai Active Deep Learner Experience untuk semua jenjang, Penyusunan 20 Paper Untuk 2 Dekade JSIT Indonesia dan Workshop pentaksiran Lembaga Malaysia untuk pendidikan Inklusi.
Dalam penghargaan 7 guru berdedikasi di daerah 3T terdapat 4 guru eksternal atau dari luar anggota JSIT yakni Pak Ferdi dari Nias Sumatera Utara, Ibu Dolly dari Kab Kupang NTT, Pak Zulkarnain dari Lombok Utara dan Ibu Meilisa dari Perbatasan Jayapura dengan Papua Nugini. Bahkan 3 guru tersebut berasal dari non-muslim. Hal itu diklaim menandakan JSIT dapat inklusif berkolaborasi membangun pendidikan negeri membuat Indonesia semakin tangguh. (Z-7)
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved