Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJEMEN Laboratorium Teknologi Sekolah Bisnis dan Manajemen
Institut Teknologi Bandung (MoT Lab SBM-ITB) menggelar mini-lecture bersama University of Twente Belanda.
Acara diselenggarakan di Lobi Kresna SBM-ITB pada Rabu (11/1) dengan
mendatangkan dua pembicara dari University of Twente yaitu Maarten
Appelman dan Amalia Suryani.
Keduanya merupakan periset dan PhD candidate. Acara yang dibuka oleh
Wakil Dekan Sumber Daya SBM-ITB Ignatius Pulung Nurprasetio, dan disambut oleh Direktur MoT Lab SBM-ITB, Eko Agus Prasetio, MBA.
Tema acara ini adalah "The Role of Technology in Addressing Societal Challenges" dan dibawakan dalam bahasa Inggris.
Maarten Appelman dalam presentasinya berjudul "Philosophy of Technology, taking responsibility in a technological age" menukil pandangan filosof ternama Martin Heidegger.
Menurut Heidegger, perbedaan penting antara teknologi tradisional dan modern adalah kita ingin menyimpan energi, dan dengan cara ini menguasai atau menaklukkan alam. "Kita tidak hidup selaras dengan alam, tetapi sekarang kita melihatnya sebagai sesuatu yang lebih rendah dari kemanusiaan, sesuatu yang dapat kita perbudak."
Bagi Heideger, sangat penting untuk memahami bagaimana teknologi modern
telah mengubah pandangan kita tentang alam, dan dia takut hal itu juga
akan membuat kita melihat manusia lain sebagai cadangan tetap yang sama.
"Ada nilai intrinsik bagi alam dan manusia, dan jika teknologi telah
membuat kita melihat alam sebagai sesuatu yang harus kita pertahankan,
maka kita harus sangat sadar bahwa kita mungkin juga melakukan hal yang
sama terhadap manusia," ujarnya.
Banyak filsuf berpendapat Heidegger berlebihan dengan pernyataan ini,
tetapi jika dilihat sekarang sekitar 60 tahun kemudian, dapat berargumen bahwa dia cukup tepat dalam hal ini.
Sistem energi
Pembicara kedua, Amalia Suryani, memberikan paparan kedua berjudul
"Co-creation for technological innovations in energy access, A
transdiciplinary approach". Tipologi co-creation didefinisikan sebagai
interaksi aktif antara teknologi dan produksi pengetahuan dengan secara
sosial terpusat dan transformasi dari masyarakat.
Ia memberikan contoh co-creation dari sudut pandang kostumer seperti yang dilakukan oleh DHL, LEGO dan Heineken. Selanjutnya Ia juga menjelaskan tentang microgrid untuk akses energi.
"Microgrid merupakan sebuah sistem energi terintegrasi dengan tiga
alemen kunci (generation, storage, load) yang secara lokal digerakkan,
sumber daya secara lokal terdistribusi, dan terisolasi atau terkoneksi
pada grid. Microgrid dapat menyuplai listrik ke sebuah kelompok dari
rumah tangga, fasilitas publik, dan atau bisnis. Pembicara juga
memberikan paparannya terkait microgrid in Indonesia," ungkapnuya.
Dalam acara ini, MoT Lab SBM-ITB meluncurkan buku yang baru diterbitkan
berjudul "Transfer Teknologi dan Inovasi untuk Transformasi Bisnis".
Buku ini ditulis oleh sivitas MoT Lab SBM-ITB yaitu Eko Agus Prasetio,
Uruqul Nadhif Dzakiy, dan Dedy Sushandoyo. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 orang, baik secara luring maupun daring. (N-2)
Mahasiswa juga diperkenankan mengambil jurusan magister lintas disiplin.
Indonesia memiliki keunggulan strategis karena karakter geografisnya sebagai negara maritim sekaligus kawasan cincin api
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Jumlah itu terdiri dari 942 mahasiswa Program Magister, 181 mahasiswa Program Doktor dan 896 mahasiswa Program Profesi.
KLH tidak hanya berfokus pada penanganan dampak pascabencana, tetapi juga pada upaya pencegahan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved