Minggu 27 November 2022, 08:30 WIB

Komisi X DPR RI Minta Perpusnas Tingkatkan Unsur Literasi Masyarakat

Mediaindonesia.com | Humaniora
Komisi X DPR RI Minta Perpusnas Tingkatkan Unsur Literasi Masyarakat

MI/Ramdani
Gedung Perpustakaan Nasional

 

WAKIL Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, mendorong Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) untuk mempertajam Unsur Pembangunan Literasi Masyarakat (UPLM) sebagai variabel kajian penyusunan indeks literasi nasional. 

Ia menyatakan Indeks Literasi Masyarakat yang disusun Perpusnas dapat menjadi landasan kebijakan literasi pemerintah. Selain itu, dibutuhkan penguatan kelembagaan Perpusnas untuk mengelola program dan kegiatan literasi agar menjadi suatu gerakan literasi secara nasional.

“Kami sudah banyak berdiskusi dengan beberapa kementerian dan lembaga tentang literasi, namun kebanyakan hanya berhenti di program dan proyek yang bentuknya fisik saja seperti bangunan dan buku-buku. Jadi jangan sampai berhenti di program saja, tapi bagaimana literasi bisa gerakan, di mana Perpusnas bisa menjadi inisiator untuk mengajak berbagai kementerian dan lembaga berkolaborasi,” ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI dengan Perpusnas di Ruang Rapat Komisi X DPR RI.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Moh Haerul Amri, menyampaikan apresiasinya atas capaian yang diraih Perpusnas. Dia menilai, Perpusnas perlu melakukan kolaborasi dan sinergitas dengan Kemendikbudristek dalam rangka penguatan literasi. 

Baca juga : Baleg DPR RI, Menteri LHK, dan Menteri PUPR Bahas Revisi UU Persampahan

"Perkembangan indeks pembangunan literasi masyarakat dari tahun 2018 hingga 2021 mengalami kenaikan yang signifikan. Saya kira ini capaian yang sangat bagus, namun tentunya harus ada kolaborasi dan sinergitas dengan Kemendikbud," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menjelaskan, literasi bukan hanya sekadar pandai baca tulis. Sejatinya, literasi adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu yang dapat mengantarkan bangsa Indonesia sebagai bangsa produsen, bukan konsumen.

Untuk itu, Kepala Perpusnas menegaskan dibutuhkan kesamaan persepsi antara seluruh pihak mengenai makna literasi, sumber daya manusia unggul, negara maju dan produsen.

“Manusia unggul adalah manusia yang memiliki kapasitas pengetahuan dan teknologi, juga inovasi dan kreativitas,” pungkasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/Ricky Julian

Peta Kopi belum Lirik Liberika Kalbar

👤Ihfa Firdausya/Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:15 WIB
Data Badan Pusat Statistik 2021 mencatat kebun kopi terluas di Pulau Kalimantan berada di Kalimantan Barat, yakni mencapai 12 ribu...
Dok. DPR RI

Muhaimin Iskandar Bahas Potensi Samarkand di Uzbekistan jadi Lokasi Transit Jemaah Umrah

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:00 WIB
"Mereka menawarkan jamaah umrah kita transitnya di Samarkand, dengan asumsi perjalanan 8 jam setengah ke Samarkand plus Saudi tiga...
dok.mi

BRIN Kembangkan Teknologi Pengolahan Emas Tanpa Merkuri di Pertambangan Rakyat

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 08:56 WIB
BRIN telah membangun pilot project pengolahan emas bebas merkuri di Desa Kalirejo, Kulonprogo,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya