Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH masa tanggap bencana usai, pemerintah akan kembali membangun rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Berkaitan dengan itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorta Karnawati mengimbau kepada pemerintah agar membangun hunian tahan gempa dan menghindari lahan-lahan yang memiliki potensi longsor.
"Pada tahap rekonstruksi mohon benar-benar diperhatikan agar bagunannya tahan gempa. Karena lokasi rumah runtuh ada di lokasi rawan longsor perlu diperhatikan tahan longsor atau mencari tempat yang aman. Mencari tempat yang aman tidak berada pada pinggir lereng rawan longsor atau tidak berada di pinggir bantaran sungai," kata Dwikorita dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (22/11).
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi yang terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat, merupakan gempa berulang setiap 20 tahun sekali. Sebelum terjadi pada Senin (21/11), gempa serupa juga pernah terjadi pada tahun 2000 dan 1981.
"Sebetulnya sudah enam kali terjadi gempa di wilayah ini. Tapi tiga kali sebelumnya periode ulangnya berpuluh-puluh tahun lamanya, lebih dari 20 tahun. Namun tiga kali terakhir ini 20 tahunan. Dan gempa demikian juga dapat terulang kembali kurang lebih di 20 tahun ke depan," ucap dia.
Baca juga: BNPB: Korban Meninggal Gempar Cianjur Mencapai 268 Jiwa
Saat ini sendiri, BMKG telah melakukan survei untuk mengidentifikasi tanah mana yang relatif lebih aman terhadap guncangan gempa agar bisa dibangun hunian untuk masyarakat.
Selain itu, tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pun telah melakukan survei longsor di wilayah terdampak gempa Ciajur.
"Sehingga nanti akan kami integrasikan hasil survei tersebut untuk mendukung proses rekonstruksi, untuk menentukan kalau terpaksa mencari tempat aman, ada basis datanya. Ini akan segera kami sampaikan kepada pemda," pungkas dia. (OL-4)
HOTEL Sangga Buana dengan bangga merayakan hari jadinya yang ke-72 dengan mengusung tema The Journey of Rising Stronger and Thriving Together.
Pembangunan rumah ini merupakan hasil kolaborasi dengan banyak pihak.
Pencairannya pun disesuaikan dengan pengajuan dari Pemkab Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Anggaran bantuan stimulan tahap keempat saat ini sudah berada di Kementerian Keuangan yang merupakan pengajuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Rumah ini dibangun dengan biaya dari donatur melalui Kitabisa.com dan dibantu YPP SCTV Indosiar.
Dari hasil pendataan, terdapat hampir 40 ribu kepala keluarga yang terdata sebagai penerima bantuan stimulan pada tahap 4
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang terjadi di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.
Gempa tektonik magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung pada 6 Februari 2026. BMKG memberikan imbauan untuk kesiapsiagaan bencana dan pentingnya mitigasi serta edukasi gempa.
Secara rinci, BPBD menjelaskan tercatat rumah rusak di 7 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik dan fasilitas kesehatan 3 titik.
SEJUMLAH rumah dilaporkan mengalami kerusakan usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1) kemarin.
BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa maupun gempa susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved