Kamis 17 November 2022, 16:02 WIB

IsDB Danai Rumah Sakit Ibu dan Anak US$262 Juta

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
IsDB Danai Rumah Sakit Ibu dan Anak US$262 Juta

Antara
: Perawat mengamati sejumlah bayi yang baru dilahirkan pada tanggal 2 Februari 2022 di RSUD Indramayu, Jawa Barat, Rabu (2/2/

 

ISLAMIC Development Bank (IsDB) mendukung pengembangan rumah sakit ibu dan anak di Indonesia dengan pendanaan senilai US$262 juta. Dukungan diberikan dengan dasar pertimbangan mengenai upaya transformasi di bidang kesehatan yang ingin dilakukan Indonesia.

"Dalam hal ini, izinkan saya meyakinkan Anda bahwa Anda mendapat dukungan penuh dari Islamic Development Bank dan upaya ambisius ini," kata Presiden IsDB Muhammad Sulaiman Al Jasser dalam groundbreaking Gedung Pelayanan Ibu dan Anak Program Strengthening of National Referral Hospitals and Vertical Technical Unit RSUP Dr. I.G.N.G Ngoerah, Bali, Kamis (17/11).

Dukungan pendanaan yang diberikan IsDB itu, kata Sulaiman, bakal memperkuat enam rumah sakit rujukan di Indonesia untuk memfasilitasi pelayanan kepada ibu dan anak.

Dukungan ini beriringan dengan proyek di bidang onkologi senilai US$205 juta yang diberikan oleh IsDB. Ini akan mendukung layanan onkologi di enam rumah sakit rujukan nasional. "Saya juga menantikan implementasi yang dipercepat dari proyek ini," tuturnya.

Proyek penguatan enam rumah sakit rujukan nasional Indonesia terdiri dari pembangunan 10 fasilitas kesehatan baru dengan total luas permukaan 230.000 meter persegi. Ini akan menyediakan 952 tempat tidur rumah sakit dan lebih dari 100 unit perawatan intensif melengkapi 6 rumah sakit dengan peralatan medis mutakhir.

Lalu bakal ada pelatihan setidaknya bagi 5500 staf rumah sakit termasuk dokter, tenaga kesehatan, manajer, dan lainnya. Penguatan itu juga mendukung kapasitas tanggap darurat kesehatan Indonesia.

"Proyek enam rumah sakit ini menargetkan populasi 77 juta orang. Itu berarti lebih dari seperempat penduduk Indonesia," jelas Sulaiman.

"Setelah rumah sakit beroperasi, kami berharap untuk mencapai25% peningkatan dan layanan rawat inap dan rawat jalan ibu dan anak, 22% penurunan angka kematian ibu, 14% Penurunan angka kematian neonatal, penurunan 10% dan angka kematian balita. Angka-angka ini sangat berarti bagi kita semua," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pemerintah sedang melakukan berbagai upaya percepatan pencapaian target kesehatan melalui program transformasi kesehatan. Transformasi kesehatan itu terdiri dari sejumlah lini.

Itu ialah transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, sistem ketahanan nasional kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan, dan transformasi kesehatan.

Lalu pada pilar transformasi layanan, rujukan dilakukan peningkatan akses dan kualitas layanan melalui pengembangan jaringan rumah sakit rujukan, transformasi pelayanan rumah sakit, kerja sama dengan institusi global, dan implementasi Academic Health rumah sakit jaringan rujukan dikembangkan untuk melayani 9 jenis penyakit prioritas dengan angka kematian tertinggi secara nasional.

"Ini termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes melitus, penyakit ginjal, stroke, TBC, penyakit menular, serta kesehatan ibu dan anak," jelas Budi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, komitmen Indonesia untuk memajukan kekuatan bidang kesehatan nasional juga dapat tercermin dari sisi alokasi anggaran belanja. Pemerintah, kata dia, wajib mengalokasikan dana sebesar 5% setiap tahunnya untuk bidang kesehatan.

Bahkan dalam tiga tahun terakhir persentase alokasi anggaran itu melebih kewajiban yang diatur. Selain karena kebutuhan penanganan pandemi covid-19, itu juga untuk mendukung pengembangan fasilitas dan pelayanan rumah sakit nasional.

"Dalam hal ini kami meningkatkan anggaran sektor kesehatan di atas 5% wajib menurut UU hingga 9,4%. Alokasi anggaran pemerintah tahun 2022 untuk kesehatan mencapai Rp255,3 triliun," kata Sri Mulyani

"Jadi itu jumlah uang yang sangat besar, lebih dari US$20 miliar. Jadi Islamic Development Bank dengan Rp4 triliun sebenarnya membuat pendekatan yang lebih katalitik, tidak hanya dari segi uang, tetapi yang terpenting adalah juga perbaikan bagaimana kita akan membangun layanan kesehatan ini, terutama di rumah sakit rujukan seperti di sini di Bali," lanjutnya. (E-3)

 

Baca Juga

dok.ist

Ganjar : Pemanfaatan Medsos Penting Bagi Pemimpin Masa Kini

👤Haryanto 🕔Senin 05 Desember 2022, 20:56 WIB
PEMANFAATAN medsos sangat penting untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurut Ganjar, medsos merupakan ruang komunikasi yang efektif...
Ist

Menteri BUMN Beri Motivasi Generasi Muda pada BEM UI Trilogy

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 20:34 WIB
Acara seminar, diskusi, dan pameran booth BUMN ini berlangsung selama dua hari pada 28–29 November 2022 dengan dihadiri langsung oleh...
ANTARA

Tradisi Natal di Indonesia

👤Meilani Teniwut 🕔Senin 05 Desember 2022, 19:31 WIB
Tradisi yang dirayakan di salah satu daerah di Jakarta ini, memang menjadi tradisi yang selalu dilakukan setiap tahunnya oleh warga Kampung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya