Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Konservasi Gigi Indonesia (Ikorgi) menyelenggarakan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Konservasi Gigi Indonesia kelima (SINI V) di ICE BSD, Tangerang, Jumat (11/11). SINI merupakan ajang ilmiah untuk mengembangkan dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan bagi para dokter gigi spesialis konservasi gigi khususnya dan dokter gigi pada umumnya.
"Yang disampaikan di seminar berdasarkan hasil penelitian. Jadi tidak bisa cuma dari pengalaman saja lalu diimplementasikan ke pasien. Harus melalui penelitian yang panjang dulu sehingga ketika diterapkan aman, ada bukti klinisnya, tidak sembarangan," ujar Ketua Panitia SINI V, Dr. drg. Rina Permatasari, Sp.KG dalam jumpa pers SINI V.
Tema SINI kali ini yaitu Evidence-based Dentistry. Maksudnya, hasil penelitian diimplementasikan ke dalam pekerjaan dokter gigi sehari-hari sehingga tindakan terhadap pasien tidak boleh sembarangan. Kegiatan SINI V menjadi sarana menimba ilmu dan berdiskusi dengan para pakar ilmu konservasi gigi nasional, regional, dan internasional, sekaligus menjadi ajang pengenalan dan pendalaman alat dan bahan teknologi terkini bidang konservasi gigi oleh 50 perusahaan penyedia layanan kesehatan gigi mulut.
SINI V juga berperan sebagai ajang scientific award dan publikasi hasil penelitian, case report/case series, dan standar pelayanan
kesehatan konservasi gigi, baik fragmentasi restorasi maupun endodontik. Selain itu, ajang itu merupakan pelaksanaan bakti sosial Ikorgi.
Ketua Pengurus Pusat IKORGi Dr.drg. Dudi Aripin, Sp.KG, Subsp. KR(K) mengatakan selama pandemi covid-19 riset klinis mengalami penurunan. Namun laporan kasus tentang endodontik atau perawatan saluran akar gigi cukup banyak yakni 105 kasus.
"Di masa pandemi memang riset klinis sedikit menurun, karena berisiko untuk melakukannya. Jadi lebih banyak laporan kasus dan literature review yang dipaparkan dalam seminar ini," kata dr. Dudi.
SINI V dihadiri oleh1.300 orang yang terdiri dari 1.000 dokter gigi spesialis konservasi gigi atau anggota Ikorgi seluruh Indonesia, serta 300 dokter gigi, dokter gigi internship, dan residen Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi. Selain membahas masalah konservasi gigi, seminar ini akan menyinggung soal dukungan Ikorgi untuk menyukseskan program Kementerian Kesehatan agar Indonesia bebas karies atau gigi berlubang pada 2030. (Ant/OL-14)
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
Bedah ortognatik merupakan prosedur korektif untuk menangani kelainan posisi rahang yang dapat memengaruhi fungsi mengunyah, berbicara, bernapas, serta estetika wajah.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Infeksi HIV/AIDS tak hanya berdampak sistemik, tetapi juga sering kali memunculkan gejala di rongga mulut yang dapat menjadi indikator awal infeksi.
Pembiaran bisa berpotensi menyebabkan pembengkakan gusi atau lubang semakin besar, dan pada akhirnya, kemungkinan terburuk adalah gigi harus dicabut.
Masyarakat cenderung menunda melakukan perawatan gigi karena kekhawatiran pada harga yang tidak pasti dan kurangnya informasi mengenai layanan yang dibutuhkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved