Rabu 09 November 2022, 19:23 WIB

Bangun Karakter Bangsa, Jambore Ibu Pertiwi Jadi Wadah Kreativitas Anak

Faustinus Nua | Humaniora
Bangun Karakter Bangsa, Jambore Ibu Pertiwi Jadi Wadah Kreativitas Anak

Dok. Pribadi
Pengumuman pelaksanaan ajang Jambore Ibu Pertiwi

 

SEBAGAI kelanjutan dari Program Ibu Pertiwi yang sudah berlangsung kurang lebih setahun, Asta Ilmu Publishing yang merupakan bagian dari Mentari Group akan menggelar Jambore Ibu Pertiwi. Program pembangunan karakter berlandaskan nilai-nilai Pancasila untuk siswa SD itu diberi ruang atau wadah sebagai apresiasi kepada para guru dan siswa yang sudah mengimplementasikannya.

"Jambore Ibu Pertiwi merupakan upaya untuk membangun secara konsisten karakter anak-anak lewat acara yang kita bungkus sedemikian rupa supaya anak-anak mempunyai panggung untuk bisa menampilkan hasil karya mereka. Sehingga, akhirnya mereka mendapatkan apresiasi, mendapat penguatan apa yang mereka dapat di sekolah, ada wadah secara khusus disiapkan untuk mereka," ujar Founder & CEO Mentari Group, Anna Rimba Poa.

Kegiatan jambore sendiri sedianya akan dilaksanakan pada 3 Juni 2023. Akan tetapi tahapan sosialisasi dan segala persiapan dimulai sejak tahun ini. Mengingat sekolah yang menerapkan program Ibu Pertiwi diberi kesempatan untuk mengimplementasikan dalam periode Januari-April sebelum ikut jambore nantinya.

Anna menjelaskan, untuk kegiatan jambore yang pertama ini hanya akan diikuti oleh 50 sekolah yang menerapkan program Ibu Pertiwi. Sementara, sejauh ini sudah lebih dari 200 sekolah yang menerapkan program penguatan karakter Pancasila yang sejalan dengan program Kemendikbud-Ristek itu.

"Setiap sekolah diwakili 2 peserta yaitu siswa kelas IV dan V. Sekolah yang hadir di jambore pertama dikhususkan untuk 50 sekolah pertama yang menerapkan program Ibu Pertiwi," imbuhnya.

Sebagai wadah untuk menampilkan kreativitas siswa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, rangkaian kegiatan dalam jambore ini meliputi pameran karya kreatif siswa bertema Pancasila, kegiatan ular tangga Pancasila, cerita untuk sahabat/dongeng bertema Pancasila dan presentasi karya kreatif. Dengan adanya ruang dan waktu yang disediakan tersebut diharapkan implementasi nilai-nalai Pancasila bisa dirasakan secara nyata atau lebih dekat dengan kehidupan.

Baca juga : Ladang Lima Dukung Indonesia Jadi Pusat Pangan Gluten Free Dunia

"Tujuannya memang ingin membantu menciptakan suatu wadah, panggung bagi anak-anak yang telah menghidupi, telah menjalankan, telah berusaha untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila di dalam kelas, di sekolah, di rumah melalui program Ibu Pertiwi yang telah mereka gunakan setahun. Nah kita sediakan pentas untuk anak-anak menampilkan hasil karya kreatifnya, menceritakan tentang pengalaman mereka, bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Semoga anak-anak dan para guru menjadi semakin dikuatkan," kata Anna.

Professional trainer, Kurnia Setiawan mengungkapkan, jambore merupakan tindak lanjut dari program Ibu Pertiwi itu sendiri. Program tersebut hadir secara khusus untuk menjawab tantangan dan kebutuhan para pendidik akan pentingnya pembangunan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Hal itu guna melahirkan generasi muda yang unggul dan cerdas berkarakter sesui Profil Pelajar Pancasila.

"Pada Juni 2023 sekitar 50 sekolah yang telah memakai Buku Ibu Pertiwi diundang untuk berkumpul dalam acara Jambore Ibu Pertiwi dengan mengumpulkan siswa dari berbagai sekolah untuk berkumpul, bermain dan berpameran," ucapnya.

Metodologi yang digunakan dalam program Ibu Pertiwi adalah bercerita dan saintifik. Metode bercerita dan saintifik menjadi metode khusus dan khas dari Ibu Pertiwi untuk mengantar anak-anak memiliki karakter unggul secara intelektual dan sikap sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Program Ibu Pertiwi hadir dalam format buku pelajaran dan buku pegangan guru. Di dalam buku pelajaran sudah dilengkapi dengan semua fitur, konsep, prasarana dan bimbingan aktivitas yang akan membentuk anak-anak untuk mempunyai profil Pancasila seperti beriman, bertaqwa kepada TYE, akhlak mulia, berkebinekaan global, bergoyang royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri.

Kurnia berharap hal tersebut bisa menjadi budaya sekolah. Sehingga perlu dilakukan secara natural dengan memberi motivasi dan apresiasi serta menyediakan wadah atau panggung untuk dipentaskan. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok. Aryaduta

Christmas Miracle Tree Lighting Ceremony di Aryaduta Menteng

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 15:24 WIB
“Kami sangat bergembira menyambut musim yang menakjubkan tahun ini dan kami ingin merayakan momen spesial ini bersama dengan...
Ist

Para Cooking Enthusiast Dikenalkan Kampanye Bijak Garam

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 15:20 WIB
Jika garam dikonsumsi berlebihan dapat memunculkan berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, diabetes, dan...
Antara

Menkominfo Dukung Usulan Frans Seda Menjadi Pahlawan Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 15:07 WIB
Johnny G. Plate menyatakan kiprah Frans Seda yang menjabat Menteri Perhubungan dalam periode 1968-1973, sangat erat dengan perkembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya