Rabu 02 November 2022, 12:57 WIB

Sutardji Apresiasi Media Group Network Setinggi-tingginya

mediaindonesia.co | Humaniora
 

PRESIDEN penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri membacakan dua puisi pada Festival Bahasa dan Sastra 2022 Media Indonesia, yaitu Wahai Pemuda, Mana Telurmu dan Tanah Air Mata.

Puisi tersebut memiliki pemahaman dan pemaknaan arti kepemudaan yang kuat sebab puisi adalah memaknai kata-kata itu sendiri. ''Mood saya sangat positif membaca kedua puisi tersebut di Festival Bahasa dan Sastra Media Indonesia,'' imbuhnya.

Sutardji mengapresiasi setinggi-tingginya para petinggi Media Group Network karena mengikuti perkembangan sastra di Indonesia. Festival ini menjadi bukti bahwa sastra masih mendapatkan perhatian Media Indonesia.

''Bagi saya, apresiasi para petinggi Media Group Network sangat tinggi terhadap perkembangan sastra di Indonesia. Festival ini menjadi bukti bahwa sastra masih mendapatkan perhatian Media Indonesia,'' ujarnya.

Baca juga: Karya Sastra Bisa Ingatkan Kondisi Kritis Bumi

Menurut Sutardji, Wahai Pemuda, Mana Telurmu menjadi bacaan yang pas di Hari Sumpah Pemuda karena hari ini masih dekat dengan situasi perayaan kepemudaan. “Jadi puisi ini sangat baik karena perayaan festival ini di tengah suasana yang penuh semangat.â

Sutardji berharap festival ini harus menjadi besar ke depannya. Ada pembacaan puisi, lomba cerpen, dan lain-lain membuktikan bahwa sudah waktunya Media Indonesia menjadi wadah bagi penyair se-Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke.

President Director PUFR Maghfur Lasah juga membacakan puisi pada Festival Bahasa dan Sastra Media Indonesia. Puisi Kemarau Mekar di Pulau karya Iwan Jaconiah menjadi karya yang mendapatkan apresiasi dari Maghfur karena mengusung tema alam di daerah-daerah timur Indonesia.

''Saya kira karya puisi sangat penting sehingga harus didukung demi kemajuan perpuisian Indonesia. Para penyair adalah mutiara bangsa. Perlu untuk didukung dan diapresiasi setinggi-tingginya,'' ungkapnya.

Penyair yang juga wartawan Media Indonesia, Iwan Jaconiah, membenarkan puisi-puisinya mengusung tema lingkungan, tapi dibalut dengan metafora. Menurutnya, puisi sebagai karya seni harus mampu masuk ke dalam hati masyarakat atau pembaca. Setiap penyair dapat menulis puisi, tetapi inti pesan yang sering kali ditulis terkadang berbeda-beda di antara setiap penyair.

''Puisi sebagai jalan kehidupan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam masyarakat Ukraina, Rusia, dan Finlandia. Di Rusia, misalnya, puisi adalah bagian kehidupan. Para penyair dihargai karena mereka mengusung tema kebangsaan. Misalnya, Aleksander Pushkin ialah Bapak Bahasa Rusia, karya-karyanya mengusung arti nasionalisme,'' jelasnya.

Pada festival ini, Iwan menghadirkan tema kebangsaan yang tidak dapat dihilangkan dalam setiap puisi yang dibuat. Kebangsaan dan lingkungan, imbuhnya, menjadi penting sehingga menjadikan acara sastra ini terus bergema ke mana-mana. Puisi adalah kita dan kita adalah puisi yang hidup. (OL-10)

Baca Juga

Dok. BKKBN

BKKBN dan TNI AD Gelar Pelatihan Optimalkan Peran Babinsa dalam Penurunan Stunting

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:39 WIB
Program Bapak Asuh Anak Stunting yang pertama kali dimulai dari Pak Kasad memberikan pengaruh besar kepada jajaran di...
Dok. BWI

Rakornas BWI Optimalkan Potensi Wakaf Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:34 WIB
Belum lagi tumbuhnya Gerakan berwakaf dari kelompok masyarakat seperti ASN, karyawan swasta, akademisi dan pelajar, intinya literasi wakaf...
Ist

Tren Peminat Program Studi Ilmu Komunikasi Meningkat di Jabodetabek

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 16:52 WIB
Anggota pengurus yang dilantik sebanyak 120 orang yang merupakan pengelola program studi Ilmu Komunikasi dari berbagai kampus yang berada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya