Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMENUHAN gizi seimbang dan hidrasi sehat untuk anak masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Menurut analisis Fill the Nutrient Gap (FNG) yang dirilis pada November 2021, setidaknya satu dari delapan orang Indonesia dilaporkan tidak mampu membeli makanan yang memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap nutrisi masih menjadi tantangan serius yang dihadapi bersama saat ini.
Berangkat dari latar belakang di atas, Danone Indonesia melalui program ‘Isi Piringku’ memanfaatkan momentum Hari Pangan Sedunia untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi terhadap orang tua Indonesia terkait pemenuhan nutrisi keluarga dengan pangan lokal.
Edukasi pemenuhan nutrisi dengan pangan lokla disampaikan melalui Instagram Live bersama dokter spesialis gizi klinik, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, sebagai narasumber utama pada 16 Oktober 2022.
“Sesuai dengan tema Hari Pangan Sedunia tahun ini, yaitu ‘Leave No One Behind’, Danone Indonesia merasa perlu terlibat aktif untuk mewujudkan ketahanan pangan di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian ini, salah satunya akibat pandemi, konflik, dan kenaikan harga," jelas Rizki Pohan, Health & Nutrition Senior Manager Danone Indonesia dalam keterangan, Rabu (26/10).
Baca juga: Pemberian Nutrisi Bagi Pasien Kanker Harus dalam Suasana Menyenangkan
"Agenda ini kebetulan sejalan dengan misi kami ‘Danone One Planet One Health’, yang salah satunya termanifestasikan melalui program ‘Isi Piringku’ dengan memberikan edukasi gizi seimbang," jelasnya.
"Untuk itu, kami berharap dengan diadakannya sesi Instagram Live ini masyarakat dapat mengetahui pentingnya peran pangan lokal dalam pemenuhan nutrisi keluarga,” ujar Rizki Pohan.
Pangan lokal sendiri didefinisikan sebagai produk pangan yang diproduksi dan dikonsumsi masyarakat di daerah tertentu.
Sayangnya, banyak masyarakat masih memandang keberadaan pangan lokal dengan sebelah mata karena dianggap kurang bernutrisi akibat dibanderol dengan harga yang miring.
Padahal selain harganya yang terjangkau dan mudah didapat, eksistensi pangan lokal justru dinilai mampu menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap impor pangan dari luar negeri di tengah krisis yang melanda dunia dewasa ini.
“Kita tidak boleh tergantung pada satu jenis bahan makanan saja. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengenali alternatif bahan makanan lain yang bisa menyuplai nutrisi keluarga sehari-hari," kata dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, dalam Instagram Live ‘Pemenuhan Nutrisi Keluarga dengan Pangan Lokal’.
"Misalnya, ketika berbicara karbohidrat pasti benak kita langsung tertuju pada nasi. Padahal, ada opsi karbohidrat dari pangan lokal lain yang tak kalah berkualitas selain nasi seperti ubi jalar, kentang, jagung, atau singkong,” kata dr. Juwalita.
Lebih lanjut, dr. Juwalita juga menegaskan pentingnya melakukan diversifikasi pangan pada konsumsi makanan sehari-hari dengan memanfaatkan pangan lokal yang ada di lingkungan sekitar.
Dalam konteks ini, diversifikasi pangan dimaksudkan sebagai upaya dalam memvariasikan makanan yang dikonsumsi sehingga tidak terfokus pada satu jenis saja. Upaya ini dinilai berperan penting sebagai cara untuk mewujudkan nutrisi yang lebih beragam dan seimbang untuk jangka panjang.
Pemanfaatan Pangan Lokal
Minimnya referensi masyarakat dalam pengolahan pangan lokal membuat potensi jenis pangan ini belum bisa termanfaatkan secara optimal.
Oleh sebab itu, dr. Juwalita S bersama Rizki Pohan mengajak para orangtua, khususnya ibu-ibu Indonesia, untuk tetap semangat dan kreatif dalam menginovasikan resep olahan bagi keluarga namun tetap kaya akan nutrisi.
Sebagai contoh, Rizki Pohan menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Jawa Timur ketika melakukan peluncuran program ‘Isi Piringku’
“Saya berkesempatan melihat demo memasak ibu-ibu PKK Kota Pasuruan dan diperkenalkan dengan satu menu menarik, yaitu es krim sawi," katanya.
"Ternyata, ide kreatif ini muncul karena kebiasaan anak-anak yang enggan makan sayur dan minum susu. Alhasil, dibuatlah es krim sawi agar anak-anak tetap mendapatkan nutrisi dari sayur dengan olahan yang disukai anak,” jelasnya.
dr. Juwalita juga menambahkan sedikit tips yang bisa dipraktikkan keluarga di rumah jika ingin memenuhi nutrisi dalam kehidupan sehari-hari melalui pangan lokal. “Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memastikan terlebih dahulu sumber pangan lokal yang potensial di sekitar kita.
"Jika sudah, jangan lupa untuk lakukan meal prep setiap minggunya supaya kita bisa melakukan plotting makanan yang akan kita konsumsi setiap hari agar lebih beragam dan tentunya sesuai dengan pedoman Isi Piringku,” katanya. (RO/OL-09)
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Jika kadar vitamin D rendah, kalsium yang seharusnya menjadi struktur utama kekuatan tulang tidak dapat terserap maksimal oleh tubuh.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Pada fase krusial saat mengonsumsi MPASI, anak perlu diperkenalkan dengan berbagai spektrum rasa agar mereka lebih terbuka terhadap variasi pangan di kemudian hari.
Kondisi emosional adalah faktor penentu utama kemampuan anak dalam menyerap pelajaran.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Lingkungan harus memiliki kepekaan untuk membedakan kapan waktu untuk mendekat dan kapan harus memberi ruang bagi orang yang berduka.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Keseimbangan antara karier ibu bekerja dan pengasuhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dukungan keluarga.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
RIANTI Cartwright memilih merayakan Natal 2025 dengan cara sederhana bersama keluarga di rumah.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal tahun ini sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved