Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA terkenal atas kekayaan keanekaragaman hayatinya. Namun, ironisnya Indonesia hanya menyumbang ekspor tanaman sebesar 0,1 persen saja.
Kondisi itulah yang mendorong Nusaplant, perusahaan ekspor tanaman yang berpusat di Sleman, DIY, melakukan edukasi kepada petani tanaman agar bisa membudidayakan tanamannya. Perusahaan yang memiliki visi menjaga lingkungan sekitar khususnya keanekaragaman hayati (biodiversity) ini, menilai Indonesia memiliki tanaman lokal yang melimpah tetapi banyak sekali yang belum teridentifikasi dan masih minim informasi.
"Kami bertujuan memberikan edukasi para petani lokal untuk membudidaya dengan cara yang benar sehingga tanaman-tanaman tersebut tidak punah," kata Chief Executive Officer (CEO) Nusaplant, Aditya Budi Kusuma dalam keterangan yang diterima, Jumat (20/10).
Dengan edukasi yang dilakukan Nusaplant, jelasnya, para petani tersebut diharapkan bisa melakukan budidaya secara mandiri. "Jika budidaya terus dilakukan maka biodiversity Indonesia bisa terjaga," kata Budi.
Saat ini, jelas Budi, Nusaplant sudah memiliki grup petani yang fokuskan pada budidaya tanaman. Mereka terdiri dari puluhan petani dari Sumatera hingga Papua. "Kami data dan juga edukasi para petani agar tanaman mereka bisa diekspor dan bisa didaftarkan," kata Budi.
Ditambahkan, para petani di Indonesia banyak yang belum menyadari bahwa sebuah tanaman itu perlu memiliki identitas (ID). Terkait hal ini, Nusaplant telah menjalin kerja sama dengan universitas-universitas untuk membantu mengidentifikasi dan meneliti tanaman-tanaman tersebut.
"Kami telah disokong universitas seperti UNY dan UGM. Selain itu kami juga telah bekerja sama dengan sejumlah peneliti tanaman," kata Budi.
Diharapkan, melalui kerja sama tersebut benih-benih tanaman yang akan diekspor Nusaplant tetap terjaga kualitasnya. Budi mengungkapkan pihaknya pun menjalankan quality control secara ketat meliputi pemilihan indukan, perawatan hingga tanaman tersebut bisa dibudidaya secara generatif, perawatan secara terbuka di green house, hingga memastikan tanaman yang dikirim nanti siap untuk diaklimatisasi di belahan dunia mana pun.
Sejumlah varietas tanaman lokal yang dikembangkan oleh para petani Nusaplant saat ini kurang lebih terdapat 350-500 varian. Tanaman tersebut di antaranya Happaline Appendiculata, Abelmoschus Sp Cendrawasih Piper Sp Papua, Cyrtosperma Hambalii, Pterisanthes Sp Kalimantan, Leea zepeliana, Scindapsus tricolor, Emblemantha Urnulata, dan Barringtonia Papuana
"Yang berhasil dibudidaya secara generatif (biji) kurang lebih baru 10 persen. Sisanya masih secara vegetatif melalui stek batang, pisah anakan, dan lain-lain," ujar Budi.
Chief Operational Officer Nusaplant, Yunita Catur Prastiwi, mengatakan standar quality control yang ketat tersebut diterapkan agar tanaman-tanaman tersebut memiliki standar kualitas ekspor yang tinggi.
Rencananya, bulan depan Nusaplant akan mulai mengekspor tanamannya ke luar negeri. "Target di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Jepang, Thailand, dan Singapura," ujar Yunita.
Selain memiliki visi berorientasi penyelamatan lingkungan, Nusaplant juga ingin meningkatkan kualitas hidup para petani lokal. Selama ini Nusaplant melihat para petani kesulitan menjual tanaman mereka ke luar negeri.
"Padahal saat ini banyak yang fokus pada tanaman lokal. Kami ingin berusaha meningkatkan permintaan pasar mereka," ujar kata Chief Marketing Officer Nusaplant, Muhammad Tanjung Prasetyo. (RO/OL-15)
Kehadiran suplai listrik yang besar dan andal menjadi tulang punggung keberlanjutan operasional kawasan tersebut.
Sebuah program pemberdayaan pesisir berbasis marikultur resmi dimulai di Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah,
Penyuluhan itu didasari adanya limbah ikan yang cukup mengganggu dan belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Sungai Buntu.
PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian masyarakat.
Materi yang disampaikan mencakup pemilihan bibit unggul, kesehatan dan pakan ternak, pengelolaan kandang, hingga pencatatan usaha ternak secara profesional.
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan panen perdana ikan kakap putih dan ikan kerapu yang diproduksi Koperasi Mambo Mina Mekar Sejahtera di kawasan Muaragembong, Kabupaten Bekasi
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved