Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kehidupan sehari-hari, kini kita mengenal istilah milenial, baby boomer, Gen z, dan kelompok lain berdasarkan tahun kelahiran seseorang. Meskipun digunakan untuk mengidentifikasi kelompok manusia berdasarkan generasi tahun lahirnya, istilah ini sering kali juga digunakan sebagai jargon stereotip untuk menggambarkan karakter generasi yang digeneralisasikan.
Karena itu, seperti apa karakter dari Gen Z? Simak penjelasan berikut.
Dalam teori generasi (Generation Theory) yang dikemukakan Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall, Penguin, (2004), Gen Z ialah generasi yang lahir dari 1996 hingga tahun 2009. Generasi Z dikenal sebagai generasi teknologi, karena dalam masa pertumbuhan hingga perkembangannya, terjadi juga progres yang besar-besaran dalam bidang teknologi di tengah masyarakat.
Meskipun terdapat perbedaan versi mengenai kelahiran dari Gen Z, lazimnya, Gen Z dinyatakan sebagai seseorang yang lahir dari 1996-2009. Jadi, terhitung hingga 2022, Gen Z memiliki rentang usia 13-26 tahun.
Dalam buku Gagasan Milenial dan Gen Z Untuk Indonesia Emas 2045 yang ditulis oleh Desi Ariani (2020) berbicara mengenai karakteristik dari Gen Z yang lahir dari rentang pertengahan 1990-an hingga akhir 2010-an. Generasi Z digambarkan sebagai generasi internet yang penuh dengan kecanggihan dan perkembangan teknologi.
Hal ini membuat Gen Z digambarkan sebagai generasi yang kurang fokus, memiliki jengkal perhatian yang rendah, lebih individual, lebih global, memiliki pemikiran yang terbuka, lebih inklusif, dan pasti lebih ramah teknologi.
Gen Z yang digambarkan sebagai generasi internet dan generasi teknologi digambarkan jauh lebih cepat memiliki kemampuan adaptasi pada teknologi dan perubahannya yang cepat. Oleh karena itu, Gen Z digambarkan memiliki tingkat kepraktisan yang tinggi dan efisien.
Tak hanya itu, Gen Z juga digambarkan memiliki keterbukaan yang lebih tinggi. Globalisasi telah menciptakan nilai yang terintegrasi bagi para Gen Z. Hal ini membantu mereka berpikir lebih terbuka dan bersifat inklusif.
Meski digambarkan sebagai generasi cerdas dan adaptif pada teknologi, Gen Z dikenal sebagai generasi yang dalam interaktif fisik menjadi sangat lebih kurang dan sedikit dibanding generasi sebelumnya. Hal ini juga tidak lain dan tidak bukan karena pengaruh dari intensitas penggunaan gawai yang lebih tinggi.
Selain itu, Gen Z dikenal dengan generasi yang lebih mudah depresi dan memiliki masalah psikologi yang lebih tinggi. Hal ini juga diakibatkan oleh pengaruh tekanan yang lebih tinggi di tengah masyarakat, terutama di tempat akademik dan tempat kerja. (OL-14)
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved