Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI respons naiknya bahan bakar minyak (BBM) Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 20,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan PT Pos Indonesia sebagai pihak penyalur akan menyalurkan bantuan kepada 18.486.756 KPM, sementara 313.244 KPM dilakukan cleansing.
Cleansing data dilakukan secara rutin seiring dengan perubahan status Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Karena tiap menit selalu ada perubahan.
"Misalnya, penerima Bansos jalur PKH itu ditargetkan bisa naik kelas. Kalau sudah naik kelas tidak lagi menerima bansos dan beralih ke program pemberdayaan. Namun pada saat yang bersamaan masuk juga penerima bansos PKH baru, karena ada yang karena sebab tertentu mereka secara sosial-ekonomi turun menjadi keluarga miskin baru," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat dihubungi, Minggu (4/9).
Baca juga: Hari Ini, 22 Ribu Orang Terima Vaksinasi Kedua
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengakui bahwa BLT yang disalurkan kepada 20,6 juta KPM ini tidak mungkin 10 persen, dan pasti ada KPM yang tidak tepat.
"Kemensos buka aplikasi 'Usul-Sanggah' untuk warga yang merasa perlu dan layak mendapat Bansos BLT BBM. Adapun layak tidaknya akan diverifikasi oleh petugas pendamping. Ini salah satu upaya untuk memperkecil ketidaktepatan sasaran," ujarnya.
Dihubungi terpisah Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan bansos subsidi BBM berpotensi tidak akurat, dirinya menghitung bahwa penerima bansos yang belum jelas datanya dan rawan tidak tepat sasaran berjumlah 1,85 juta keluarga dan itu semua jadi bukti indikasi dini tidak tepatnya sasaran bansos sebagai pengalihan dari subsidi untuk BBM.
"Presiden Jokowi sendiri yang pernah menjamin tidak ada kenaikan harga BBM hingga akhir tahun dan mengakui bahwa bansos alih subsidi BBM tidak akan sepenuhnya tepat sasaran," ujarnya.
Jika demikian, seharusnya harus diiringi dengan memperbaiki data yang berhak menerima bansos reguler karena menurutnya data KPM selalu jadi temuan dari BPK.
Selain itu, Hidayat menekankan ketidaktepatan sasaran KPM akibat ketidakakuratan data dan semakin terlihat nyata dari penjelasan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Mensos menyampaikan adanya data 18.486.756 KPM yang sudah siap salur, sementara sisanya yakni 313.244 masih dalam proses cleansing atau koreksi data. Kedua data tersebut jika ditotal baru berjumlah 18,8 juta KPM, jauh lebih rendah dari total penerima yang berhak dan sudah diumumkan Presiden Jokowi yaitu sebanyak 20,65 juta KPM.
"Jadi ada lebih dari 1,85 juta data yang tak jelas statusnya dan ketepatan sasarannya, yang potensial kembali jadi temuan BPK, dan tidak efektif menjadi solusi atas dinaikkannya harga BBM bersubsidi," ujarnya.
"Lantas data dan alokasi 1,85-an juta KPM sisanya Bu Mensos mengambil dari mana? Apalagi hal keganjilan seperti ini juga tidak pernah dibahas apalagi disetujui oleh Komisi VIII DPR RI," ungkapnya. (H-3)
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Pentingnya uji tera alat ukur BBM di SPBU sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan konsumen
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Kemensos mendirikan 30 dapur umum yang menyediakan lebih dari 80 ribu porsi makanan per hari untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved