Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI respons naiknya bahan bakar minyak (BBM) Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 20,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan PT Pos Indonesia sebagai pihak penyalur akan menyalurkan bantuan kepada 18.486.756 KPM, sementara 313.244 KPM dilakukan cleansing.
Cleansing data dilakukan secara rutin seiring dengan perubahan status Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Karena tiap menit selalu ada perubahan.
"Misalnya, penerima Bansos jalur PKH itu ditargetkan bisa naik kelas. Kalau sudah naik kelas tidak lagi menerima bansos dan beralih ke program pemberdayaan. Namun pada saat yang bersamaan masuk juga penerima bansos PKH baru, karena ada yang karena sebab tertentu mereka secara sosial-ekonomi turun menjadi keluarga miskin baru," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat dihubungi, Minggu (4/9).
Baca juga: Hari Ini, 22 Ribu Orang Terima Vaksinasi Kedua
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengakui bahwa BLT yang disalurkan kepada 20,6 juta KPM ini tidak mungkin 10 persen, dan pasti ada KPM yang tidak tepat.
"Kemensos buka aplikasi 'Usul-Sanggah' untuk warga yang merasa perlu dan layak mendapat Bansos BLT BBM. Adapun layak tidaknya akan diverifikasi oleh petugas pendamping. Ini salah satu upaya untuk memperkecil ketidaktepatan sasaran," ujarnya.
Dihubungi terpisah Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan bansos subsidi BBM berpotensi tidak akurat, dirinya menghitung bahwa penerima bansos yang belum jelas datanya dan rawan tidak tepat sasaran berjumlah 1,85 juta keluarga dan itu semua jadi bukti indikasi dini tidak tepatnya sasaran bansos sebagai pengalihan dari subsidi untuk BBM.
"Presiden Jokowi sendiri yang pernah menjamin tidak ada kenaikan harga BBM hingga akhir tahun dan mengakui bahwa bansos alih subsidi BBM tidak akan sepenuhnya tepat sasaran," ujarnya.
Jika demikian, seharusnya harus diiringi dengan memperbaiki data yang berhak menerima bansos reguler karena menurutnya data KPM selalu jadi temuan dari BPK.
Selain itu, Hidayat menekankan ketidaktepatan sasaran KPM akibat ketidakakuratan data dan semakin terlihat nyata dari penjelasan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Mensos menyampaikan adanya data 18.486.756 KPM yang sudah siap salur, sementara sisanya yakni 313.244 masih dalam proses cleansing atau koreksi data. Kedua data tersebut jika ditotal baru berjumlah 18,8 juta KPM, jauh lebih rendah dari total penerima yang berhak dan sudah diumumkan Presiden Jokowi yaitu sebanyak 20,65 juta KPM.
"Jadi ada lebih dari 1,85 juta data yang tak jelas statusnya dan ketepatan sasarannya, yang potensial kembali jadi temuan BPK, dan tidak efektif menjadi solusi atas dinaikkannya harga BBM bersubsidi," ujarnya.
"Lantas data dan alokasi 1,85-an juta KPM sisanya Bu Mensos mengambil dari mana? Apalagi hal keganjilan seperti ini juga tidak pernah dibahas apalagi disetujui oleh Komisi VIII DPR RI," ungkapnya. (H-3)
Prabowo juga menegaskan pemerintah memiliki berbagai data dan laporan intelijen terkait berbagai pihak yang mencoba mempengaruhi opini publik.
Pemerintah tengah menyiapkan langkah antisipatif dengan mencari alternatif sumber impor minyak mentah selain dari kawasan Timur Tengah.
Bahlil mengatakan pemerintah saat ini sedang melakukan berbagai simulasi atau exercise untuk menyiapkan sejumlah opsi kebijakan.
Diduga kuat terjadi praktik pengisian BBM menggunakan jeriken dalam skala besar yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yakni tengah malam dan subuh.
Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan krisis.
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
PEMERINTAH Kota Padang menyalurkan santunan kematian dari Kementerian Sosial RI kepada ahli waris korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 lalu.
Kemensos mengirimkan Tim Asesmen khusus ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memverifikasi status sosial ekonomi keluarga YBS.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim Tim Asesmen ke Ngada, NTT, untuk mendalami kondisi keluarga YBS, anak SD yang bunuh diri beberapa waktu lalu.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved