Jumat 01 Juli 2022, 17:48 WIB

5 Tips Berkurban Bebas PMK

Mediaindonesia.com | Humaniora
5 Tips Berkurban Bebas PMK

Ilustrasi
Fitur Tokopedia Qurban dalam e-commerce Tokopedia.

 

DOKTER Hewan dan Ahli Kesehatan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), drh. Denny Widaya Lukman memberikan tips pemilihan, penyembelihan hingga pengolahan daging hewan kurban bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Pertama ketahui ciri hewan dengan PMK. PMK yang cenderung menjangkiti hewan ternak, seperti sapi, kambing, kerbau hingga domba, menimbulkan beberapa gejala seperti sariawan pada mulut, bibir, lidah dan dinding bagian dalam pipi, air liur yang berlebihan serta luka atau lepuh di atas dan celah di antara dua kuku," kata drh. Denny, Jumat (1/7).

Baca juga: Perluas Cakupan Imunisasi untuk Lindungi Masyarakat dari Penyakit

Selain itu, kuku hewan yang terluka juga dapat terlepas apabila tidak diobati segera. Kedua, pisahkan sapi dan domba karena domba cenderung tidak menunjukkan gejala jika tertular PMK. "Panitia kurban hendaknya memotong semua hewan sehat terlebih dulu," kata Denny.

Hewan kurban dengan PMK yang bergejala ringan boleh dipotong dengan tetap memperhatikan kebersihan.

Ketiga, limbah kotoran hewan yang sakit dibuang dengan ditanam di tanah atau dipisahkan pada tempat tertentu, lalu laporkan pada dinas penyelenggara peternakan dan kesehatan hewan agar segera memindahkannya.

Setelah itu, keempat, distribusikan segera daging kurban. "Usahakan daging kurban diterima masyarakat yang membutuhkan maksimal 5 jam setelah pemotongan," katanya.

Hal ini untuk menghindari perubahan kimiawi pada daging dan berkembangnya bakteri. "Daging juga dapat diolah menjadi kornet karena dari aspek keamanan pangan, pemanasan dalam proses produksi kornet dapat menginaktivasi virus," kata Denny.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena PMK tidak menulari manusia. "Terkait pengolahan daging kurban, sebaiknya dimasak hingga matang agar mematikan bakteri/virus atau disimpan dalam freezer untuk mempertahankan kesegaran daging," kata Denny.

Meski daging dibekukan, nutrisi daging akan tetap terjaga dan daging tidak mengalami perubahan kimiawi secara alami.

Selain itu kelima, disarankan memilih layanan kurban secara online karena dianggap lebih praktis dan tetap amanah. (Ant/OL-6)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

PB IDI Dukung Regulasi Pelabelan Bisfenol A (BPA) pada Kemasan Plastik  

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 04:45 WIB
“Selama ini, masyarakat hanya menyoroti pengaruh jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi terhadap kesehatan, namun mengabaikan...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

UI Pamerkan Bus Listrik Merah Putih di Hakteknas Ke-27

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:15 WIB
Rancangan teknologi bus listrik lahir dari ide periset yang berasal dari Fakultas Teknik UI, sementara perusahaan mitra berperan sebagai...
AFP

Anak Terinfeksi Monkeypox, Satgas: Perlu Penanganan Khusus

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:04 WIB
Kelompok usia anak menjadi salah satu pasien yang perlu mendapat penanganan khusus dari tenaga medis, khususnya saat terinfeksi cacar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya