Senin 27 Juni 2022, 14:17 WIB

TN Komodo Hanya Mampu Tampung Maksimal 292 Ribu Wisatawan Pertahun

Atalya Puspa | Humaniora
TN Komodo Hanya Mampu Tampung Maksimal 292 Ribu Wisatawan Pertahun

MI/Gilbert Lewar
Taman Nasional Komodo

 

TAMAN Nasional (TN) Komodo hanya mampu menampung maksimal 292 ribu wisatawan pertahunnya. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Ahli Kajian Daya Dukung Berbasis Jasa Ekosistem di TN Komodo Iman Firmansyah. 

"Namun, kami memproyeksikan bahwa pada 2045 ada sebanyak 479 ribu wisatawan yang berkunjung. Artinya akan ada tekanan yang dialami TN Komodo," kata Iman di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Senin (27/6).

Baca juga: Pengunjung Taman Nasional Komodo Bakal Dibatasi

Selain itu, Iman juga memproyeksikan bahwa lahan yang kini hanya digunakan sekitar 9 hektare di sekitar Pulau Komodo untuk kawasan permukiman penduduk akan meningkat menjadi 26 hektare pada 2045 mendatang. Selain itu, suhu di Pulau Komodo juga diproyeksikan akan mengalami kenaikan dari yang tadinya 27,4 derajat celcius pada 2015 menjadi hampir 28 derajat celcius pada 2045. 

"Di sinilah pentingnya kajian mengenai daya dukung dan daya tampung TN Komodo dilakukan agar upaya konservasi yang dilakukan di TN Komodo dapat berjalan baik," tegas Iman. 

Iman menyatakan, nilai jasa ekosistem TN Komodo bisa mencapai Rp23 triliun pada 2045 mendatang. Nilai jasa itu didapatkan dari perhitungan ruang tinggal, oksigen dan pemanfaatan biodiversitas. 

Tapi, jika TN Komodo dibiarkan berjalan seperti saat ini tanpa adanya pembatasan, yakni dengan membiarkan pengunjung melebihi 292 ribu pertahun, juga pembiaran pembukaan tutupan lahan untuk permukiman, maka pemerintah akan kehilangan Rp11 triliun nilai jasa ekonomi yang berpotensi dihasilkan dari TN Komodo. 

Namun, jika dilakukan pembatasan pada jumlah maksimal pengunjung dan bukaan tutupan lahan, maka kerugian yang ditanggung akibat kehilangan nilai jasa ekonomi hanya akan mencapai Rp10 miliar pertahun. 

Untuk mewujudkan keberlanjutan kawasan wisata TN Komodo, Iman merekomendasikan sejumlah hal. Pertama, membatasi daya tampung tempat wisata di Pulau Komodo. 

"Kami sekarang sedang melakukan pengkajian, untuk tetap mempertahankan nilai ekonomi dari kegiatan wisata tapi dengan menurunkan kuantitas pengunjung. Misalnya, nnati akan kita kemas paket wisata dari yang tadinya 2 hari menjadi 3 hari dengan fasilitas-fasilitas yang mumpuni," beber dia. 

Dalam hal pengelolaan pengunjung, ia menegaskan bahwa perlu menentukan nilai kunjungan berbasis WTP dan beban lingkungan sebagai biaya konservasi antara Rp2,9 juta hingga Rp5,8 juta. 

Selain itu, dirinya merekomendasikan sejumlah hal dalam penataan konservasi. Diantaranya membuat water point untuk satwa di kawasan Pulau Komodo, surplus satwa mangsa dengan relokasi ke daerah lain, melakukan penanaman tanaman endemik termasuk antisipasi climate change dan optimalisasi pengelolaan sampah. 

Tidak hanya di darat, Iman menegaskan bahwa pengelolaan harus dilakukan di wilayah perairan, dengan melakukan transplantasi terumbu karang minimal 100 sampai 150 hektare per 3 tahun. Selain itu, membatasi jumlah kapal yang menginap di tengah laut dan melakukan pemantauan kualitas air secara berkala. 

"Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu dibuat sistem biaya konservasi yang digabungkan dengan cinderamata dari masyarakat, mewajibkan wisatawan mendapat cinderamata melalui biaya dalam satu paket," pungkas dia. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Update 17 Agustus: 5.253 Kasus Covid-19 Terdeteksi di Hari Kemerdekaan

👤MGN 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 20:50 WIB
Di sisi lain, pasien covid-19 yang sembuh juga bertambah. Jumlahnya 4.324...
Dok. Frisian Flag

Lima Sosok Pahlawan Keluarga Terima Penghargaan Arkatama Awards

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 20:30 WIB
Adapun, lima orang terpilih itu berhasil menjadi pemenang dari ratusan kisah inspiratif yang masuk ke Kick Andy Metro TV sejak Februari...
Dok. Universitas Terbuka

UT Gelar Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Secara Hibrida dari Ende

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 19:44 WIB
Upacara peringatan 17 Agustus kali ini dilaksanakan oleh segenap civitas akademika di lingkungan Universitas Terbuka secara hibrida dari UT...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya