Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN dan civitas akademika Universitas Nasional (Unas) kembali menguatkan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era digital, global dan industri 4.0 serta society 5.0.
"Era digital telah mengubah banyak dimensi kehidupan masyarakat, baik bersifat positif maupun negatif. Perkembangan masyarakat digital yang serba cepat, dan tidak terduga, memerlukan suatu upaya sistematis dan strategis dalam penanganannya. Ini untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi dan media dapat mengarahkan kita pada perubahan sosial yang diharapkan. Perubahan sosial yang dapat memberikan tingkat kesejahteraan lebih baik dan merata untuk seluruh masyarakat,” ujar Rektor Unas Dr. El Amry Bermawi Putera M.A saat memberikan sambutan dalam acara wisuda Universitas Nasional, periode I tahun akademik 2021/2022 di JCC, Minggu (19/6).
Untuk memastikan hal itu, jelas Rektor Unas, diperlukan satu institusi yang terencana, sistematis dan berkelanjutan. Juga institusi yang dapat membangun kapasitas dan kesadaran masyarakat untuk cakap dan bijak dalam pemanfaatan teknologi dan media yang berkembang saat ini.
"Perguruan tinggi menjadi satu institusi strategis yang diharapkan mampu membentuk dan meningkatkan kapasitas dan kesadaran masyarakat. Kesadaran untuk bijak dan cakap digital. Sehingga, dapat mengawal transformasi digital ke arah yang lebih konstruktif," ujarnya.
Kebutuhan SDM yang mampu beradaptasi dan bertransformasi serta cakap digital, harus dipenuhi. Karena itulah, Unas pun telah melakukan berbagai perubahan. Antara lain, mendesain ulang kurikulum dengan memberlakukan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), OBE (Outcome Based Education) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI).
"Pada kurikulum MBKM ini, mahasiswa diberi kebebasan belajar di luar program studinya selama tiga semester. Sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui dinamika lapangan,” paparnya.
Kurikulum yang diberlakukan, kata Rektor Unas ini, bertujuan melahirkan lulusan yang berkualitas, terampil dan kompeten serta dapat memenuhi tuntutan arus perubahan dan kebutuhan industri. Karena itu, Unas juga membuat program khusus guna menyiapkan mahasiswa dalam dunia kerja dan pengembangan keilmuan. Merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif.
Pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022, mahasiswa Unas mengikuti program MBKM yang diluncurkan Kemendikbudristek RI. Diantaranya adalah 108 mahasiswa dari berbagai program studi yang mengikuti magang dan studi independen bersertifikat di perusahaan mitra dari program MBKM Kemendikbud Ristek Dikti.
Selanjutnya, lima mahasiswa mengikuti Indonesia International Mobility Awards (IISMA), tiga mahasiswa dari Program Studi Akuntansi mengikuti Kampus Mengajar, dan 97 mahasiswa dari berbagai Program Studi mengikuti Program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI).
Selain kurikulum, untuk melahirkan lulusan siap menghadapi transformasi digital, Universitas Nasional juga memenuhi kebutuhan mahasiswa dengan fasilitas memadai seperti Gedung Auditorium yang berkapasitas 1.200 orang untuk kegiatan seminar bertaraf Nasional dan Internasional. Juga fasilitas Cyber Library, yang memanfaatkan sumber-sumber pustaka elektronik dengan open access berupa e-books, e-journal, e-teshes, subject gateways, software, conference proceeding serta terhubung dengan ratusan laman perpustakaan pilihan di seluruh dunia.
Saat ini, Unas juga membangun Klinik Pratama untuk Bersalin dan Perawatan Luka sebagai sarana praktikum mahasiswa.
Acara wisuda kali ini dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T. Menteri Airlangga menyatakan Indonesia sedang menghadapi tantangan 5C (Covid-19, Conflict, Climate Change, Commodity Price, dan Cost of Living). Untuk menghadapi itu, dibutuhkan dukungan dari masyarakat dengan menciptakan SDM yang mampu beradaptasi akan perubahan, kreatif, inovatif, berjiwa entrepreneur, dan berkarakter.
Acara wisuda juga dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani MP serta Gubernur DKI Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. Anies mengungkapkan keyakinannya, bahwa lulusan Universitas Nasional mampu menghadapi perubahan di era digital saat ini. Untuk menghadapi hal tersebut, diperlukan suatu kreatifitas, jejaring yang luas dan ilmu.
"Kami yakin kreativitas, jejaring, ilmu yang sekarang mereka miliki bisa jadi bekal yang terpenting lulusan harus berfikir out of the box dan bisa inovatif,” ucap Anies.
Pada wisuda periode I tahun akademik 2021/2022, Unas kembali melantik 1.784 wisudawan yang prosesinya dibagi menjadi dua sesi. (OL-13)
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Yusril berpandangan pilkada tidak langsung melalui DPRD justru selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat, sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Masalah dalam kasus korupsi ini adalah karena adanya pembagian kuota yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. I
Ia menjelaskan substansi pengaturan mengenai pelindungan anak, sebenarnya bukan hal yang baru, tapi telah dikenal dan diatur dalam KUHP lama.
Selain jumlah, persoalan lain yang disoroti adalah distribusi dokter yang belum merata. Ia menyebut sebagian besar pendidikan kedokteran masih terpusat di Pulau Jawa.
Adapun, tersangka klaster pertama itu belum pernah diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved