Selasa 10 Mei 2022, 20:04 WIB

Hindari Penyakit Keturunan Talasemia dengan Deteksi Dini

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Hindari Penyakit Keturunan Talasemia dengan Deteksi Dini

MI/BRONTO
Ilustrasi.

 

TALASEMIA kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Penderita Talasemia harus melakukan transfusi darah sepanjang usianya, namun penyakit tersebut bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini.

Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Elvieda Sariwati, M.Epid mengatakan deteksi dini bertujuan untuk mengidentifikasi pembawa sifat talasemia agar tidak terjadi perkawinan sesama pembawa sifat.

Baca juga: Candi Borobudur Berbenah Sambut Waisak 2022

"Sampai saat ini talasemia belum bisa disembuhkan namun dapat dicegah kelahiran bayi Talasemia Mayor dengan cara menghindari pernikahan antar sesama pembawa sifat, atau mencegah kehamilan pada pasangan pembawa sifat talasemia yang dapat diketahui melalui upaya deteksi dini terhadap populasi tertentu," kata Elvieda dalam diskusi daring, Selasa (10/5).

Secara klinis ada tiga jenis Talasemia, yakni Talasemia mayor, Talasemia intermedia, dan Talasemia minor/trait/pembawa sifat.

Pasien Talasemia mayor memerlukan transfusi darah secara rutin seumur hidup antara 2-4 minggu sekali) Berdasarkan hasil penelitian Eijkman tahun 2012, diperkirakan angka kelahiran bayi dengan Talasemia mayor sekitar 20% atau 2.500 anak dari jumlah penduduk 240 juta orang.

"Pasien Talasemia intermedia membutuhkan transfusi darah, tetapi tidak rutin. Sementara pasien Talasemia minor/trait/pembawa sifat secara klinis sehat, hidup seperti orang normal secara fisik dan mental, tidak bergejala dan tidak memerlukan transfusi darah," ujarnya.

Yayasan Talasemia Indonesia mencatat terjadi peningkatan kasus talasemia yang terus menerus. Sejak 2012 sebanyak 4.896 kasus hingga bulan Juni Tahun 2021 data penyandang talasemia di Indonesia sebanyak 10.973 kasus.

Dari sisi pembiayaan, menurut data BPJS Kesehatan 2020 beban pembiayaan kesehatan sejak tahun 2014 sampai tahun 2020 terus meningkat.

Talasemia menempati posisi ke-5 di antara penyakit tidak menular setelah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke yaitu 2,78 triliun tahun 2020.

Seorang pembawa sifat Talasemia secara kasat mata tampak sehat dan tidak bergejala, hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin.

Cara mengetahui seorang talasemia dilakukan melalui pemeriksaan riwayat penyakit keluarga yang anemia atau pasien talasemia, pucat, lemas, riwayat transfusi darah berulang, serta pemeriksaan darah hematologi dan analisa hemoglobin. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA

BMKG: Waspadai Dampak Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina

👤Widhoroso 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:51 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari bibit siklon...
Dok. Long Rich Bioscience Indonesia

Resveratol Bantu Menjaga dan Maksimalkan Imun Tubuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:13 WIB
Resveratrol ditemukan dalam sejumlah makanan dan minuman, termasuk anggur, kacang tanah, kakao, anggur...
Antara

30,9 Juta Masyarakat Rentan dan Umum Rampung Divaksin Booster

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:09 WIB
Sebanyak 1.617.507 tenaga kesehatan (nakes) rampung menerima vaksin booster per hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya