Rabu 06 April 2022, 11:41 WIB

Media Cetak Harus Beradaptasi Jika Ingin Bertahan

Pierre Lavender  | Humaniora
Media Cetak Harus Beradaptasi Jika Ingin Bertahan

MI/Susanto
Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi menyampaikan paparan dalam Studium Generale ITB, Rabu (6/4).

 

PROSES adaptasi merupakan sebuah proses penyesuaian terhadap perubahan agar dapat disesuaikan dengan kondisi saat ini. Begitu halnya dengan media cetak. Saat ini, media cetak dianggap sudah mulai menunggu sunsetnya, namun bagaimana media cetak harus melakukan adaptasi jika ingin mempertahankan eksistensinya?

Direktur Pemberitaan media Indonesia Gardensius Suhardi menuturkan media cetak, khususnya Media Indonesia, terus menggunakan empat kata kunci untuk bertahan yaitu kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan konvergensi. 

"Media Indonesia bukan sekadar surat kabar, karena saat ini sudah merambah dalam dunia online dan e-paper pada kanal digital. Serta terus membangun sekoci bisnis yang masih relevan seperti PR media, publishing, dan sekolah jurnalistik," ujar Gaudens dalam acara ITB Studium Generale dengan tema “Media Cetak Menunggu Sunset, Benarkah?”  

Baca juga: Industri Media Cetak di Mesir Kian Sekarat

Tidak hanya itu, lanjut Gaudens, Media Indonesia menerapkan adaptasi pandemi covid-19 bagi para pekerjanya dengan cara menerapkan bekerja dari rumah hingga saat ini, memanfaat teknologi, seperti zoom, untuk melakukan koordinasi dan juga membangun kolaborasi. 

Media Indonesia juga sudah melakukan kolaborasi bersama Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), NU Diaspora Luar Negeri (PCNU), PP Muhammadiyah, ITB, UGM, dan Festival Kopi yang juga bekerja sama dengan KLHK.

"Berbagai media cetak akan dibaca oleh para pembacanya jika para pelaku pers di dalamnya bekerja karena kepercayaan. Dalam pers, kepercayaan menjadi kunci yang utama demi menjaga eksistensi dan menjalin Kerjasama dengan berbagai pihak lainnya," jelas Gaudens.

Lalu, akankah media cetak menuju sunset? Jika reformasi melahirkan kebebasan pers maka pers akan terus bertumbuh bak cendawan di musim hujan dan kemajuan teknologi digital terus melahirkan media baru. 

Gaudens menutup ceramahnya dengan sebuah kalimat yang menjadi penyemangat bagi para pelaku pers, “Memberi selalu mendapatkan hasil yang baik dan memberi tidak harus kaya. Berbuat baik tidak harus menunggu tamat kuliah, berbuatlah dari sekarang”. 

Kalimat tersebut menjadi akhir dan menjadi kesimpulan bahwa media cetak masih bisa mencegah datangnya sunset dengan menjaga kualitas dan mengembangkan ide secara kreatif dan inovatif. (OL-1)

Baca Juga

Ist

Pesan dan Menangkan Playstation 5 di JHL Solitiare Gading Serpong

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 11:36 WIB
Mengusung nama “Book And Win!”, para tamu JHL Solitaire Gading Serpong mendapatkan kesempatan membawa pulang...
FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana

G20 Bahas Ancaman Antibiotika dan Antivirus Tak Mempan Atasi Infeksi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 30 Juni 2022, 11:22 WIB
Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan resistensi terhadap antimikroba merupakan masalah besar dunia saat ini, bahkan disebutkan sebagai...
Ist

CJ Logistcs Kenalkan Palet Zero Carbon dari Plastik Daur Ulang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 11:03 WIB
Penerapan palet ramah lingkungan ini telah menghasilkan penurunan emisi karbon dan lebih tahan lama dibandingkan palet kayu standar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya