Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
UMAT islam saat ini tengah melaksanakan bulan Ramadan dan berpuasa selama satu bulan. Puasa akan diawali dengan membaca niat saat sahur dan ketika waktunya berbuka, akan diakhiri dengan pembacaan doa.
Doa berbuka puasa pun memiliki berbagai macam versi, di mana salah satu yang umum dikenal oleh masyarakat berasal dari riwayat salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yakni Anas bin Malik dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Albaihaqi sebagai berikut.
“Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu, taqabbal minnii innaka antassamii’ul aliim” (HR Ibnu Abi Syaibah dan Albaihaqi)
Artinya, “Duhai Allah, untuk-Mu puasaku dan atas rizki-Mu aku berbuka, maka terimalah dariku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui,”.
Selain bacaan di atas, doa berbuka puasa juga ada yang berasal dari sahabat Nabi Muhammad SAW yakni Abdullah bin ‘Umar yang diriwayatkan Abu Dawud dengan bunyi sebagai berikut:
“Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah” (HR. Abu Dawud)
Artinya, “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, Insya Allah,”.
Baca juga : Makna Alhamdulillah, Ucapan Syukur yang Selalu Dilontarkan Umat Muslim
Baik doa yang pertama dan kedua memiliki arti yang sama dan digunakan oleh berbagai kalangan. Maka tidak ada pernyataan benar atau salah terkait kedua doa tersebut.
Selain itu, dalam riwayat Abu Bakar Muhammad Syatha dalam kitabnya Hasyiyah I’anah at-Thalibin (1995), doa berbuka puasa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dilakukan setelah membatalkan puasa.
“Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka.” (Juz II, hlm. 297).
Berikut tata cara berbuka puasa seperti yang telah dicontohkan Rasulullah. Pertama, siapkan air putih dan kurma minimal 3 buah, disunahkan untuk menyediakan kurma dalam jumlah ganjil. Kedua, tunggu suara azan magrib dan pastikan itu benar sesuai waktunya.
Ketiga, jika telah mendengar azan maka bacalah “Bismillah“, kemudian makan kurma dan minum air. Keempat, apabila tidak ada kurma, minum air putih diutamakan sebelum menu takjil lainnya.
Kelima, ucapkan doa berbuka setelah membatalkan puasa. Terakhir, dianjurkan untuk salat magrib terlebih dahulu sebelum makan berat. (OL-7)
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
DALAM rangka menyambut momen suci Ramadan, Hotel Neo Kota Baru Parahyangan by Aston menghadirkan program berbuka puasa spesial bertajuk Nusantara Feast.
Tamarin Hotel Jakarta menghadirkan signature dish berbagai variasi sate Nusantara, seperti Sate Ayam Madura, Sate Ayam Kajang, Sate Ayam Maranggi, dan Sate Padang.
Para tamu Ramadan Fusion Feast di Hotel Ciputra Jakarta dapat menikmati beragam hidangan khas Nusantara, Timur Tengah, Arab, Western, lengkap dengan aneka dessert manis.
Jika Anda memiliki rencana untuk menikmati buka puasa di Yogyakarta, Novotel & ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo menjadi pilihan yang sangat menarik dan tak boleh dilewatkan.
Grand Mercure Solo Baru menghadirkan Rona Rasa Ramadan di Crystal Sapphire Restaurant dengan menu Nusantara hingga Timur Tengah, promo Buy 1 Get 1, dan harga spesial Ramadan.
Pengawasan ini menyasar berbagai komoditas protein hewani untuk memastikan stabilitas di tingkat pedagang.
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai.
Selain pembinaan rohani, acara ini juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 206 anak yatim piatu yang tersebar se-Indonesia.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved