Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RISET terbaru menemukan bahwa covid-19 bisa menyebabkan perubahan pada otak. Hal itu ditemukan oleh para ilmuwan menemukan perbedaan signifikan dalam pemindaian MRI (magnetic resonance imaging) sebelum dan sesudah infeksi covid-19.
Bahkan setelah infeksi ringan, ukuran keseluruhan otak sedikit menyusut, dengan sedikit materi abu-abu di bagian yang berhubungan dengan penciuman dan ingatan. Para peneliti tidak tahu apakah perubahan itu permanen, tetapi menekankan otak bisa sembuh.
“Kami melihat secara seksama pada infeksi ringan, sehingga untuk melihat apa perbedaan pada otak dibandingkan pada mereka yang belum pernah terinfeksi masih diperlukan," seperti dikatakan penulis utama Prof Gwenaelle Douaud, dari Wellcome Center for Integrative Neuroimaging, di University of Oxford.
Proyek Biobank Inggris telah memantau kesehatan 500.000 orang selama sekitar 15 tahun dan memiliki basis data pemindaian yang direkam sebelum pandemi, sehingga memberikan kesempatan unik untuk mempelajari dampak kesehatan jangka panjang dari covid-19.
Para peneliti melakukan pemindaian ulang pada 401 partisipan selama 4,5 bulan pada pasien yang mengalami gejala ringan dan 348 partisipan yang belum pernah terkena covid-19 sama sekali. Peneliti menemukan bahwa:
1. Ukuran otak keseluruhan pada peserta yang terinfeksi telah menyusut antara 0,2% sampai 2%.
2. Ada kehilangan materi abu-abu di area penciuman, terkait dengan penciuman, dan wilayah yang terkait dengan memori.
3. Mereka yang baru saja pulih dari covid-19 merasa sedikit lebih sulit untuk melakukan tugas mental yang kompleks.
Tetapi para peneliti tidak tahu apakah perubahan itu dapat kembali normal atau dapat menyebabkan perbahan signifikan untuk kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
"Kita perlu ingat bahwa otak itu benar-benar dinamis, maksudnya bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Jadi ada kemungkinan besar, seiring waktu, efek berbahaya dari infeksi akan berkurang," kata Prof Douaud.
Hilangnya materi abu-abu yang paling signifikan adalah di area penciuman mati begitu saja, karena tidak digunakan setelah orang dengan covid-19 kehilangan indra penciumannya. Namun masih tidak jelas apakah semua varian virus menyebabkan kerusakan ini. (Medcom.id/H-2)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Penelitian terbaru mengungkap ekspresi wajah primata dan manusia adalah tindakan terencana, bukan sekadar respons emosional otomatis.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
Pernahkah kamu melihat wajah pada rumput, batu, bangunan, atau mungkin benda-benda terdekat di sekitar?
Peneliti berhasil mengembangkan protein sensor untuk melacak sinyal glutamat di otak secara real-time. Penemuan ini membuka tabir cara otak belajar dan memproses memori.
peneliti di Swedia dan Republik Ceko pada 2023 menemukan faktor pemicu risiko demensia bahkan sebelum lahir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved