Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional kluster kedokteran dan kesehatan mendiskusikan soal penanganan Covid-19 di berbagai Benua. Mulai dari tangangan dan pencapaian.
Diskusi ini berisi bagaimana para dokter dan ilmuan menangani pandemi Covid-19 di berbagai negara dan cara masing-masing negara berjuang mengatasi pandemi. Setidaknya diskusi ini melibatkan delapan pembicara yang terdiri dari diaspora Indonesia yang telah menjadi staf pengajar dan peneliti di berbagai negara di dunia.
Seperti misalnya cara Dr. Eva Suarthana dari McGill University, ia menceritakan pengalamannya meanggulangi pandemi di Kanada. Ia menuturkan sejak pertama penanganan, pemerintah Kanada menggunakan stratifikasi risiko yang membagi keadaan pandemi dalam empat kategori.
“Pemerintah Kanada menggunakan stratifikasi risiko di mana keadaan pandemi dibagi atas empat kategori, yaitu hijau, kuning, oranye dan merah. Masing-masing ada kriteria epidemiologisnya. Kategori digunakan konsisten dan hasilnya efektif menekan pandemi,” kata Eva Suarthana dalam webinar “Penanganan Covid-19 di Berbagai Benua; Tantangan dan Pencapaian”, Sabtu (26/3).
Selain itu, Ahmad Fuadi, PhD dari WHO Paris menelisik tentang faktor sosial dan ekonomi pandemi. Ia mengatakan golongan yang paling resisten terhadap penganggulangan pandemi adalah kelompok yang secara ekonomi terdampak dan kelompok usia muda.
“Ternyata golongan yang paling resisten terhadap penanggulanhan pandemi adalah mereka yang secara ekonomi terdampak dan juga orang-orang usia muda. Kapasitas dan legalitas pelaksanan kegiatan pandemi sangat berperan terhadap keberhasilan,” tutur Ahmad.
Sementara itu, Dr Siti Nadia, juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan menjelaskan perkembangan pandemi dan keberhasilan yang dicapai. Saat ini, kata Nadia pandemi di Indonesia sudah lebih terkontrol. Ditandai dengan membaiknya semua profil epidemiologi. Nadia juga menyinggung soal transisi ke endemi yang saat ini masih mempertimbangan berbagai faktor.
“Di Indonesia saat ini sudah lebih terkontrol. Ditandai dengan membaiknya semua profil epidemiologi. Fase transisi ke endemi masih akan mempertimbangkan berbagai faktor. Dilakukan secara gradual dan kemungkinan setelah beberapa bulan mendatang,” ujar Nadia. (OL-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved