Senin 21 Februari 2022, 19:15 WIB

Chandra Asri Dukung Pengelolaan Sampah dengan Konsep Ekonomi Sirkular

mediaindonesia.com | Humaniora
Chandra Asri Dukung Pengelolaan Sampah dengan Konsep Ekonomi Sirkular

Ist
Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2022 dengan menggelar webinar bertema 'Pengelolaan Sampah di Indonesia Berbasis Ekonomi Sirkular'.

 

SAMPAH masih menjadi kendala terbesar dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Menurut data Kementerian LHK, Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah pada 2020 yang berarti satu penduduk menghasilkan sekitar 0.68 kilogram sampah per harinya.

Penyumbang sampah terbesar berasal dari rumah tangga yakni sebanyak 37,3%. Sampah dari pasar tradisional 16,4%, sebanyak 15,9% berasal dari kawasan dan 14,6% berasal dari sumber lainnya.

Turut berkontribusi dalam tata kelola sampah yang lebih baik di Indonesia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) menggandeng Dini Trisyanti, Direktur Sustainable Waste Indonesia (SWI) dan Dr.Eng Astryd Viandila Dahlan, Akademisi yang juga menjabat sebagai Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Indonesia untuk bicara dalam webinar bertema “Pengelolaan Sampah di Indonesia Berbasis Ekonomi Sirkular”.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022 ini ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai penting pengelolaan sampah terutama sampah plastik dengan konsep sirkular ekonomi.

Direktur SWI, Dini Trisyanti mengatakan,“Permasalahan sampah di Indonesia terutama sampah plastik bisa diatasi dengan kolaborasi seluruh stakeholder yang terlibat dalam rantai nilai sampah mulai dari upstream midstream, dan downstream. Selain juga harus didukung dari sisi teknologi dan inovasinya."

Baca juga: Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Kelola Sampah, Turunkan Emisi, Bangun Proklim

"Kemudian, penting juga menciptakan ekosistem pengumpulan sampah oleh masyarakat dan bank sampah yang terintegrasi dengan pendaur ulang," jelasnya.

"Selain masalah kualitas sampah plastik yang masih tercampur dengan sampah lainnya, beberapa jenis kemasan plastik juga masih memiliki nilai rendah, karena keterbatasan teknologi, market, dan kolektibilitas. Oleh sebab itu selain penting untuk pemilahan di sumber, Pemerintah dan Industri perlu mengembangkan teknologi dan model bisnis untuk mengatasinya,” papar Dini.

Pola pengelolaan sampah di Indonesia pun sudah mulai didorong untuk transisi dari konsep ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular.

Akademisi dari Universitas Indonesia, Dr.Eng Astryd Viandila Dahlan menjelaskan, “Melalui ekonomi sirkular sampah diolah kembali ke sumbernya atau menjadi produk lain yang bernilai tambah."

"Oleh karena itu, paradigma masyarakat terhadap tata kelola sampah sudah mulai harus berubah. Pemilahan sampah dari sumbernya dapat meningkatkan jumlah sampah yang dapat didaur ulang sehingga potensi daur ulang pun akan semakin tumbuh," jelasnya.

"Hal ini dapat menumbuhkan orientasi ekonomi sirkuler di sektor pengelolaan sampah. Untuk merubah perilaku masyarakat diperlukan pendidikan, pendampingan serta penyediaan infrastruktur dari stakeholder dalam pengolaan persampahan,” tutur Astryd.

Dalam perannya mengatasi permasalahan sampah plastik, Chandra Asri mengedepankan konsep ekonomi sirkular yang bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan material secara sirkular untuk meminimalkan produksi limbah dengan memulihkan dan menggunakan kembali produk dan bahan sebanyak mungkin, secara sistemik, dan berulang-ulang.

Direktur Chandra Asri, Edi Rivai mengatakan, “Sebagai mitra pertumbuhan yang dapat diandalkan, kami secara aktif berkolaborasi dengan stakeholders dalam menciptakan program keberlanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik."

"Kami masih melanjutkan flagship program kami, Aspal Plastik, dan siap menggandeng lebih banyak lagi mitra untuk bersinergi. Kami juga membina fasilitas pengelolaan sampah terintegrasi IPST Asari di Cilegon serta mendukung program Pemerintah DKI, Jakarta Recycle Center," jelasnya.

"Harapannya, akan semakin banyak pihak yang turut berpartisipasi dalam inisiatif ini untuk bersama-sama mendukung Pemerintah Indonesia mencapai tujuan pengelolaan sampah,” papar Edi.

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2022, Chandra Asri memulai kampanye internal #NabungSampahPlastik untuk mendorong karyawannya melakukan pemilahan sampah dari rumah dan mengurangi sampah yang akan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sampah yang terkumpul akan dikelola dan diolah oleh pihak ketiga untuk kembali menjadi bahan baku dan produk bermanfaat lainnya. Kampanye ini akan berlangusng selama satu tahun dan total pengumpulan sampah akan diumumkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2023. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/

1.926 Bencana Melanda Indonesia Dalam 6 Bulan Terakhir

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:50 WIB
Seluruh bencana mengakibatkan 100 orang meninggal. Sebanyak 2.416.259 orang menderita dan mengungsi, 685 orang luka-luka, dan 15 orang...
AFP/

Agen Perjalanan Ini Tawarkan Sejumlah Kemudahan untuk Umrah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:35 WIB
Perusahaannya sangat memahami kebutuhan kaum muslim yang akan menjalankan...
Antara

Dua Faktor Ini Membedakan Subvarian BA.4 dan BA.5 dengan Varian Lain

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:14 WIB
Banyak mutasi virus yang menyebabkan tingkat keparahan tinggi. Namun, ada mutasi virus yang membuat penyakit lebih lemah, karena ketika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya