Jumat 04 Februari 2022, 08:55 WIB

Puncak Kasus Omikron Diprediksi Maret, Lampui Jumlah Delta

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Puncak Kasus Omikron Diprediksi Maret, Lampui Jumlah Delta

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Tenaga kesehatan menunggu warga yang akan melakukan tes usapcovid-19 di GSI Lab, Cilandak, Jakarta, Kamis (3/2/2022)

 

BERDASARKAN perkiraan beberapa skenario puncak kasus omikron akan terjadi pada awal hingga akhir Maret mendatang. Perihal itu disampaikan Dewan Pakar IAKMI, Prof Agustin Kusumayati dalam diskusi virtual Kamis (3/2).

"Puncak itu kemungkinan akan terjadi pada bulan Maret, awal sampai pertengahan, dan memang jumlah kasus bisa bisa lebih banyak daripada (varian) Delta, karena memang kemampuan varian omikron ini untuk menular dia lebih kuat," kata Prof Agustin.

Oleh karena itu, kemungkinan masyarakat yang akan tertular bisa lebih banyak lagi hingga puncaknya. Dalam menghadapi puncak Omikron, lanjut Prof Agustin rumusnya tidak berubah sebetulnya dan sudah dilakukan juga pada gelombang sebelumnya yaitu siklus to prevent, to detect dan to respond.

Baca juga: Pesantren Berjasa Memperkuat Bangsa lewat Pendidikan

"Jadi yang pertama harus diperbuat adalah defention, bagaimana kita bisa mencegah penularan dengan segala macam cara itu kan," sebutnya.

Pencegahan transmisi varian ini juga dilakukan dengan 5M, mulai menggunakan masker dan menjaga jarak yang sangat penting sekali. Lanjut Prof Agustin upaya penting lainnya mengatur dan menghindari kerumunan.

"Saya rasa kita harus fokus pada upaya preventif ini. Mau tidak mau pemerintah dalam hal ini sebagai otoritas itu harus menjalankan di leadership dan putusan yang cepat dan tepat untuk kemudian mengatur dan menggerakkan upaya preventif ini," ujarnya

Diantaranya adalah dengan pengatur mobilitas dan kerumunan. Upaya ini harus dilakukan secepatnya karena kondisi saat ini telah memberikan alert yang sangat jelas.

Kemudian yang kedua deteksi, di mana kemampuan deteksi sebagai salah satu dari siklus survailen itu di daerah-daerah masih belum sebaik dan semasif di Jakarta.

"Itu perlu di didorong sehingga kemudian kita bisa mengidentifikasi secara efektif dini, cepat dan secara cermat kasus sehingga kita bisa mencegah penularan lebih lanjut dari kasus tersebut. Melihat masyarakat sekarang ini sudah awareness baik ya," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

AFP/Mladen Antonov.

Ini Negara Asia Tenggara yang tidak Pernah Dijajah

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 16:45 WIB
Tahukah anda bahwa ada satu negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara...
Dok. Fresh Market Bintaro

Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Fresh Market Bintaro Gelar FMB IN ACTION untuk Pegiat Fotografi

👤Mediaindoneesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 16:36 WIB
Acara ini diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi para penggemar fotografi untuk mengembangkan kemampuanya dalam dunia...
Antara/str-Nym. Budhiana.

Mengenal Teknik Pointilis pada Seni Rupa dan Langkah-langkah Membuatnya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 16:32 WIB
Salah satu teknik menggambar yaitu pointilis. Apa itu pointilis? Berikut penjelasannya.Salah satu teknik menggambar yaitu pointilis. Apa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya