Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Tahun 2021, Sabtu (22/1). Dalam yudisium kali ini, 1.469 mahasiswa dinyatakan lulus.
Acara yang dilaksanakan secara hybrid ini, dihadiri langsung Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikbudristek, Temu Ismail, beserta pimpinan dari rektorat maupun Dekan seperti Wakil Rektor I Uhamka Prof Abd. Rahman A. Ghani, Wakil Rektor III Uhamka Lelly Qodariah, Dekan FKIP Uhamka Desvian Bandarsyah, serta Wakil Dekan II Samsul Maarif.
Rektor Uhamka, Prof Gunawan Suryoputro secara daring menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada peserta, dosen pamong, dan pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepada Uhamka untuk menyelenggarakan program PPG serta menciptakan guru yang profesional bersertifikat.
"Tentu dengan kepercayaan tersebut meningkatkan komitmen Uhamka untuk memaksimalkan penyelenggaraan program PPG, pelayanan akademik dan non akademik. Dengan demikian peserta dapat meraih ilmu dengan maksimal,” terangnya.
Dalam sambutannya. Temu Ismail mengungkapkan berdasarkan Permendikbudristek Nomor 28 Tahun 2021, ada beberapa tantangan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran sepert transformasi kepemimpinan, transformasi PPG, pembentukan komununitas pembelajaran disetiap provinsi, dan penyesuaian sinergitas kebijakan di masa depan. "Karena itu, guru mengemban tugas yang lebih berat kedepannya, karena hal itu merupakan pekerjaan rumah bersama untuk menciptakan generasi yang lebih baik di masa mendatang," ujarnya.
Sedangkan Rahman A. Ghani menyampaikan, guru harus bisa beradaptasi dengan tantangan pembelajaran 6C (Computational Thinking, Creative, Critical Thinking, Collaboration, Communication, dan Compassion) di era pendidikan abad 21 dimana semua serba digital.
"Mau tidak mau, kita terutama guru harus dapat menghadapi tantangan di era sekarang, pendidikan adalah salah satu jalan kita dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas diri kita. Maka diharapkan untuk mempersiapkan sebaik mungkin,” ucapnya.
Hal senada diungkapkan Desvian selaku Dekan FKIP. Ia mengatakan pendidikan merupakan salah satu aspek dalam pembangunan negeri ini. Karena itu, pembangunan terseeut dipengaruhi oleh SDM terutama para guru.
"Kualitas pendidikan nasional ditentukan oleh guru. Jadi setelah PGG ini diharapkan para lulusan terus belajar mengembangkan aspek yang dituntut keprofesionalitasan kita sebagai pendidik," jelasnya. (RO/OL-15)
antara niat baik kebijakan dan keterbatasan struktur. Di titik inilah kesejahteraan guru non-ASN menjadi cermin cara negara mengelola tanggung jawabnya sendiri.
FOKUS pemerintah terhadap dunia pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada guru saat ini sangat luar biasa
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Seluruh biaya untuk Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2025 sepenuhnya ditanggung negara, baik melalui APBN maupun APBD.
Melalui program ini, para guru SD dan SMP di enam daerah wisata dilatih metode mengajar bahasa Inggris secara kreatif dengan sistem fun learning.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas guru dalam melaksanakan peran strategisnya sebagai agen perubahan untuk pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pemenuhan ketersediaan guru di Tanah Air dengan berbagai upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah wilayah Indonesia.
SEJUMLAH platform digital diharapkan mampu mendorong proses implementasi Merdeka Belajar lebih cepat dan efisien. Namun, hal itu memerlukan kolaborasi semua pihak.
Beberapa kendala yang ditemui antara lain kurang maksimalnya guru dalam memanfaatkan penggunaan teknologi,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved