Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HIP dysplasia adalah kondisi persendian di mana pinggul dan ujung tulang paha bayi tidak normal. Kondisi itu kerap dialami oleh bayi atau balita. Dampaknya, bisa menyebabkan kaki bayi panjang sebelah.
Mengutip keterangan Nuning Purwaningsih, owner PT Kadelmindo Saraya Mapan, salah satu penyebab hip displasia ini adalah kesalahan dalam menggendong bayi. Kebiasaan menggendong dengan bagian paha menggantung di mana lutut menjuntai lebih rendah dari pinggul.
Cara menggendong bisa menyebabkan pinggul menerima beban yang berat dari kaki, sehingga terjadi pergeseran sendi. Hip displasia tak menimbulkan rasa nyeri yang membuat kondisi tersebut tak diketahui secara langsung.
Salah satu upaya mencegah kondisi hip dysplasia ini adalah dengan mempelajari cara menggendong bayi yang benar serta menggunakan alat gendong bayi yang tepat.
"Hip dysplasia memang tidak bisa tidak bisa langsung diketahui, tapi kita bisa mencegahnya dengan belajar gendong bayi menggunakan metode M shape dan memakai alat gendong yang tepat," ujar Nuning, Selasa (28/12).
Perempuan asal Malang tersebut menerangkan, menggendong bayi dengan metode M Shape adalah metode paling baik untuk menggendong bayi. Selain itu, alat gendong seperti gendongan ergonomis yang akan menjaga pertumbuhan tulang bayi sesuai usianya.
"Menggendong M shape yakni memposisikan bayi supaya kakinya membentuk huruf M. Posisi ini membuat lutut berada lebih tinggi dari tulang pinggul, sehingga tidak ada beban menggantung. Kondisi hip dysplasia bisa dihindari," jelasnya.
Sedangkan gendongan ergonomis, lanjut Nuning, adalah yang paling disarankan untuk menggendong bayi. Selain manfaatnya yang baik untuk kesehatan, gendongan model ini akan memberikan rasa nyaman pada ibu dan bayi.
Baca juga: Pentingnya ASI dan DHA bagi Perkembangan Bayi
"Seperti produk-produk Cuddle Me, kami menciptakan gendongan ergonomis yang ramah untuk ibu dan bayi. Cuddle Me menjadi pelopor SSC Ergonomis pertama di Indonesia. Produk kami tentunya sangat support terhadap tumbuh kembang bayi dan kenyamanan ibu," papar perempuan kelahiran 1979 tersebut.
Meski metode menggendong M shape ini kerap bertentangan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia zaman dulu, nyatanya kini sudah banyak yang teredukasi mengenai manfaat M shape.
Nuning mengatakan, masyarakat Indonesia zaman dulu menganggap, menggendong bayi dengan metode M shape akan membuat kaki bayi mengangkang. Padahal, justru metode ini adalah yang paling tepat untuk menjaga tulang bayi yang masih rawan.
"Saya pertama mendirikan Cuddle Me di 2010 lalu sangat susah karena dianggap gendongan untuk model M shape seperti yang saya buat tidak baik untuk bayi. Namun seiring berjalannya waktu, mulai banyak dokter yang memberi edukasi pentingnya gendongan ergonomis dan menggendong M shape," jelasnya.
"Bahkan di awal membuat produk gendongan ergonomis, produk Cuddle Me sama sekali tak populer. Tapi saya tidak apa-apa. Saya tetap produksi karena memang tujuannya ingin menciptakan produk yang membantu para ibu dan bayi," tambahnya.
Kini, Nuning aktif mengedukasi para ibu bersama komunitas maupun pegiat kesehatan serta para dokter mengenai manfaat gendongan ergonomia dan menggendong M shape. Cuddle Me juga bekerja sama dengan rumah sakit yang menangani bayi prematur, di mana produk gendongan ergonomis Cuddle Me digunakan sebagai metode perawatan bayi yang masih dalam NICU.
"Saya berharap ibu-ibu yang memiliki bayi atau yang akan punya bayi makin memperdalam edukasinya terkait merawat dan tumbuh kembang anak. Melalui produk SSC Ergonomis ini Cuddle Me ingin berkontribusi dalam pencegahan hip dysplasia yang kerap dialami bayi di Indonesia," tutup Nuning. (R-3)
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
UPAYA percepatan penurunan stunting menjadi agenda prioritas nasional yang menuntut kerja sama lintas sektor, termasuk tenaga kesehatan di tingkat lapangan.
Film Mimpi Keluarga Sempurna lahir dari kegelisahan sang sutradara melihat banyaknya anak yang tumbuh dengan rasa terkurung oleh pilihan orangtua.
Ini lima ide hadiah sederhana namun berkesan yang bisa diberikan anak-anak untuk merayakan Hari Ibu.
Penyakit anemia yang dialami remaja putri akan berdampak pada kesehatan reproduksinya.
Sang ibu selalu memberikan semua hal yang terbaik dan mendedikasikan diri untuk menjaga anak-anaknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved