Rabu 15 Desember 2021, 19:15 WIB

Momentum kehadiran Aksara Nusantara di Perangkat Digital

Budi Ernanto | Humaniora
Momentum kehadiran Aksara Nusantara di Perangkat Digital

DOK IST
Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara.

 

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menggelar Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara di JS Luwansa Hotel, Kuningan Jakarta Selatan (14/12).

Momentum ini menandai kehadiran Aksara Nusantara di perangkat digital, setelah berhasil mengusung pembakuan papan tombol (keyboard) dan font aksara Sunda, Jawa, dan Bali mendapat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dalam Selebrasi kali ini, sejumlah Pejabat Daerah turut memberikan dukungan yang dituangkan dalam bentuk video apresiasi, diantaranya adalah Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono, Walikota Bogor Bima Arya, serta Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal  Aplikasi Informatika Slamet Santoso, Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Doddy Rahadi, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Endang Aminudin, Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Jazziray Hartoyo, Perwakilan Tokoh Digitalisasi aksara nusantara Richard Mengko.

Secara simbolis, Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Kukuh S Achmad mencoba langsung papan tombol Aksara sekaligus menandai Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara. Di damping oleh para pejabat yang hadir langsung di lokasi.

Slamet dalam kesempatannya mengungkapkan bahwa selebrasi ini adalah bentuk penghargaan bagi Pandi dan pegiat aksara nusantara atas upaya melestarikan aksara daerah.

"Acara ini merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap upaya mengurangi kesenjangan digital, untuk memperluas pengggunaan aksara nusantara di perangkat digital," kata dia.

Sementara Kukuh mengatakan bahwa dewasa ini keberadaan aksara daerah semakin tergerus oleh aksara latin. Oleh karenanya momentum Digitalisasi dinilai sangat tepat dalam menghadapi perkembangan zaman.

"Aksara daerah mulai tersingkir oleh aksara latin dalam kehidupan sehari hari bermasyarakat. Kita terus berupaya menggunakan aksara daerah dengan perangkat yang ada. Digitalisasi aksara nusantara dipandang perlu dilakukan untuk tetap bisa melestarikan aksara nusantara, " ungkap Kukuh.

Yudho menuturkan bahwa bahasa dan aksara menunjukan karakter, identitas, dan budaya. Oleh karenanya pihaknya ingin memberi sinyal hadirnya negara melalui keberadaan aksara nusantara, dan menggandeng para pegiat aksara dalam upaya.

"Pandi hanyalah berusaha memberikan kontribusi kecil melalui lokomotif terhadap digitalisasi aksara nusantara, lebih dari itu ada para pegiat aksara nusantara yang tak kenal lelah bekerja mengupayakan pelestarian dan penggunaan aksara nusantara," pungkas Yudho. (R-3)

Baca Juga

MI/Ramdani.

Aroma Perbatasan dari Kopi Klotok

👤Gana Buana 🕔Selasa 25 Januari 2022, 20:08 WIB
Kopi liberika kayong utara asal Kalimantan Barat rupanya pernah memecahkan rekor dan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia untuk...
MI/ASTRI NOVARIA

TPA Terancam Penuh, Masyarakat Diminta Bijak Kelola Sampah

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 25 Januari 2022, 19:49 WIB
masyarakat diminta bijak dalam mengelola sampah selama pandemi covid-19. Ia mengatakan terdapat peningkatan penggunaan plastik kemasan...
Antara/Jessica Helena Wuysang

KIPI Vaksin Covid-19 pada Anak Jauh Lebih Rendah Dibanding Dewasa dan Lansia 

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 25 Januari 2022, 19:47 WIB
“Dari segi umur, KIPI pada usia muda lebih rendah dari yang usia produktif dan lansia. Jadi tidak benar jika KIPI pada anak lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya