Rabu 15 Desember 2021, 14:29 WIB

PB Perkeni: Diabetes Miliki Sifat yang Progresif

Mediaindonesia.com | Humaniora
PB Perkeni: Diabetes Miliki Sifat yang Progresif

Antaranews.com
Ilustrasi

 

Diabetes sebagai salah satu penyakit kronis yang angka kasusnya tergolong di Indonesia yakni hampir mencapai 19 juta kasus dengan pengobatannya yang tergolong tak mudah, apalagi memiliki sifat yang progresif kata Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD.

Prof. Suastika mengatakan kendati diabetes termasuk sebagai penyakit yang memiliki sifat progresif, gambaran klinis dan komplikasi yang terjadi berbeda-beda pada setiap orang.

"Mekanismenya kompleks, rumit dan setiap orang berbeda-beda fenotipe-nya. Jadi, gambaran klinisnya berbeda-beda dengan berbagai komplikasi yang berbeda. Jadi, mengobatinya juga tidak gampang," ujar dia dalam Diskusi Publik Layanan Tatalaksana Penyakit Kronis Terintegrasi dan Inovatif yang digelar daring, Rabu (15/12).

Di sisi lain, diabetes juga bisa terkait suatu kegagalan yang disebabkan oleh berbagai aspek seperti dari faktor pasien yang kurang pengetahuan tentang penyakitnya dan akses. Selain itu, faktor dokter yang terlalu banyak pasien.

Menurut Prof. Suastika, bila sudah terjadi komplikasi diabetes, maka tidak hanya akan membawa kesakitan dan risiko kematian yang tinggi pada pasien, tetapi juga biaya yang harus dikeluarkan pemerintah maupun pasien.

Hal lain yang juga menyulitkan pengobatan diabetes, yakni sistem berupa aksesibilitas layanan kesehatan untuk pasien, ditambah ketersediaan obat yang sebenarnya cukup banyak disediakan melalui mekanisme BPJS.

"Sistem ini yakni aksesibilitasnya. Bisa tidak semua orang mengakses pelayanan kesehatan. Lalu ketersediaan obat. Sebenarnya obat dari BPJS cukup banyak, tetapi apakah semua itu ada di seluruh pelosok negeri ini," kata Prof. Suastika.

Selain itu, perlu juga ketersediaan laboratorium walau sederhana seperti untuk pemeriksaan gula darah, HbA1C dan urin.

Terkait telemedisin dalam pengobatan diabetes, Prof. Suastika berpendapat kehadiran layanan ini memperbaiki sekaligus mempercepat akses pelayanan kesehatan terutama bagi mereka dengan berbagai kendala.

"Karena diabetes salah satu penyakit kronik yang sifatnya tidak berubah setiap saat, bukan harian, maka tepat sekali pasien-pasien dengan diabetes ini bisa diterapkan layanan yang bersifat telemedisin," demikian kata dia. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Kemenag

Hari Kenaikan Isa Almasih, Menteri Agama Ajak Pererat Kerukunan Umat

👤 Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:45 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, peringatan ini jadi momentum untuk mempererat kerukunan umat beragama di...
ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Presiden: Aktivitas Seni dan Budaya Harus Kembali Bangkit

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:39 WIB
“Sudah dua tahun ini kegiatan seni vakum. Saya harapkan setelah pandemi bisa kita kendalikan, aktivitas itu bisa dimulai...
Antara/Wahyu

GPDRR Ke-7 Ambil Pelajaran dari Pandemi Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:35 WIB
PELAKSANAAN Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ketujuh di Nusa Dua, Bali, telah berlangsung sejak 23 Mei 2022...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya