Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Agresif karena Gim

Rio/M-3
15/5/2016 06:45
Agresif karena Gim
(ANTARA/Muhammad Adimaja)

SEBUAH keluarga di Jakarta paham benar pengaruh buruk gim. Dua anak laki-laki mereka menjadi pecandu berat gim sehingga hampir kehilangan masa depan.

Perjuangan keluarga itu untuk lepas dari jeratan gim masih lekat dalam ingatan Direktur Rumah Konseling Muhammad Iqbal. “Satu (anak) berbohong soal pendidikan, yang satu (anak) lagi bahkan mengancam membunuh ayahnya karena tidak diizinkan bermain gim,” tutur Iqbal kepada Media Indonesia, Senin (9/5).

Begitu kuatnya candu gim membuat sang kakak hanya bertahan kuliah setahun. Kebohongan itu baru terbongkar empat tahun kemudian setelah pihak orangtua mengecek ke kampus soal wisuda.

Perangai sang adik tak kalah menyedihkan. Ketika dilarang pergi ke warnet, ia mendorong sang ayah hingga jatuh dan balik mengancam.

Konseling kepada kedua kakak beradik itu, diakui Iqbal, tidak mudah. Butuh waktu lama hingga kepekaan dan rasa bersalah mereka bisa kembali.

“Kan kita tahu kalau di gim itu semakin banyak membunuh, menyakiti, akan dapat bonus. Jadi, wajar orang akan menjadi lebih agresif karena gim yang mengajarkan dan membenarkan adanya tindak kekerasan,” jelas Iqbal.

Perhatian akan dampak buruk gim, khususnya gim dalam jejaring (daring), memang mencuat belakangan. Sempat juga organisasi pemerintah merilis daftar 15 gim yang dianggap berbahaya bagi anak.

Daftar itu dikeluarkan situs Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, April lalu. Sayangnya, daftar itu ditarik kembali.

Iqbal yang juga Ketua Program Studi Psikologi Universitas Mercu Buana menilai pencegahan bahaya gim memang harus dimulai dari keluarga. Kepedulian orangtua menjadi palang efektif agar anak-anak tidak kebablasan dan menganggap wajar nilai-nilai negatif dalam gim.

Di sisi lain, para keluarga yang telah menjadi korban gim juga berharap adanya pengawasan lebih dari pemerintah. Memang, jika film saja bisa mendapat pemeringkatan dan sensor, maka bukankah gim yang sarat kekerasan juga semestinya dipantau pemerintah? (Rio/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya