Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KARENA keterbatasannya, I Gede Dangin, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mampu mengembangkan sepeda listrik berbasis Android yang diberi nama Astrobike.
Sepeda itu mengandalkan sistem Android sebagai pengaman dan untuk menampilkan berbagai informasi tentang kinerja sepeda listrik tersebut, seperti baterai dan kecepatan.
"Idenya karena saya kuliah tidak punya motor dan SIM. Kalau pinjam motor teman, saya sering kena tilang," papar Dangin ketika ditemui di Fakultas Teknik UNY, Kamis (12/5).
Sekitar lima bulan lalu, ide memodifikasi sepeda kayuhnya menjadi sepeda listrik muncul.
Lalu, dengan bahan seadanya, seperti aki, ia mulai merancang.
Dengan percaya diri, Dangin membawa sepeda kreasinya itu ke kampus. Tak disangka, banyak yang tertarik dan memuji kreativitasnya.
Dua dosennya, yaitu Rustam Asnawi dan Ida Bagus Pudja, bahkan bersedia membiayai pengembangan sepeda listrik itu agar lebih baik.
Setelah ada bantuan pendanaan, mahasiswa Jurusan Teknik Mekatronika angkatan 2013 itu pun mulai memperbaiki rancangan sepeda listrik berbasis Android tersebut.
Ia juga mengajak lima temannya untuk membantu pengembangan, yaitu Slamet Riyanto, Syahrul Awaludin, Aprilia Imam, I Ketut Telik, dan Azizah Durroh.
"Proses pengerjaan sepeda listrik berbasis Android ini dimulai sekitar tiga bulan yang lalu," kata dia.
Menurut Dangin, timnya tidak menemui kesulitan. Masalahnya hanya ketika harus membeli komponen motor dan baterai yang masih diimpor.
Hal itu pula yang membuat sepeda buatannya menjadi mahal.
Harga motor sekitar Rp2 juta, sedangkan baterainya Rp3 juta.
Hasil kerja mereka ternyata menarik pihak Rektorat UNY.
Mereka pun diberi tempat untuk memamerkan dan menjual sepeda listrik berbasis Android tersebut di laboratorium kewirausahaan.
"Kami menjual sepeda ini Rp8 juta," kata dia.
Dangin menjelaskan kelebihan sepeda listriknya ialah dapat dikontrol langsung dari ponsel si pemilik, mulai menghidupkan motor listrik, melihat isi baterai, hingga kecepatan. Motor listriknya hanya bisa bekerja jika dihidupkan dari aplikasi ponsel si empunya.
Sepeda listrik itu memiliki baterai yang bisa dipakai untuk menempuh perjalanan hingga 30 kilometer jika dalam keadaan penuh. Proses pengisiannya juga tidak lama, yakni sekitar 3 jam.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab pun tertarik memproduksi sepeda listrik berbasis Android tersebut dalam jumlah banyak sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sepeda kampus. (Ardi Teristi Hadi/X-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved