Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ERA revolusi industri 4.0 dan persaingan global menuntut sumber daya manusia yang mumpuni.
Bukan hanya memiliki keunggulan kompetitif, kreatif, dan inovatif; tapi individu yang mahir dengan teknologi menjadi sebuah keniscayaan. Kompetensi seperti ini tentu saja membutuhkan studi komprehensif dari kampus di dalam dan luar negeri.
Program double degree atau joint degree menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Saat ini, kesempatan untuk meraih gelar ganda atau gelar bersama dari universitas-universitas di dunia yang bekerja sama dengan kampus dalam negeri semakin terbuka lebar. Salah satunya adalah program Transnational Education (TNE), yang menjembatani mahasiswa Indonesia untuk bisa berkuliah di kampus-kampus bergengsi di Inggris dengan gelar ganda atau gelar bersama.
Program Transnational Education (TNE) merupakan bagian dari kampanye ‘Education is Great’ yang digagas pemerintah Inggris untuk mendukung agenda edukasi global.
Menurut Her Majesty’s Deputy Trade Commissioner for Asia Pacific (SouthEast Asia), Sam Meiyers, Indonesia adalah salah satu negara prioritas yang mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris untuk mengembangkan kerja sama pendidikan.
“Melalui Transnational Education, pemerintah Inggris membuka kerja sama antara universitas-universitas terbaik kami dengan Indonesia, menyediakan sarana pendikan tinggi berkualitas yang telah diakui dunia.”
Dibandingkan negara tetangga, skala program Transnational Education (TNE) di Indonesia terbilang masih kecil. Posisinya berada di peringkat ke enam. Karena situasi pandemi Covid-19 belum berakhir, program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di rumah secara daring. Tapi, kualitas pembelajarannya tidak menurun.
Saat ini, TNE di Indonesia menyelenggarakan program gelar ganda dan gelar bersama (joint dan double degree), blended learning dan program twinning yang sudah diakui Kementerian Pendidikan.
Pemerintah Indonesia juga sudah memberi lampu hijau kehadiran kampus cabang program ini. Adapun program yang ditawarkan terbagi dua yakni program Gelar Bersama (Joint Degree) dimana kemitraan antara universitas di Inggris dengan universitas di Indonesia guna menyediakan sebuah program kolaboratif dengan masa pendidikan ditempuh di kedua kampus. Setelah lulus, mahasiswa akan mendapat gelar dari universitas di Inggris.
Kemudian ada program Gelar Ganda (Double/Dual Degree) yakni kemitraan antara universitas di Inggris dengan universitas di Indonesia guna menyediakan sebuah program kolaboratif dengan masa pendidikan ditempuh di kedua kampus. Setelah lulus, mahasiswa akan mendapat dua gelar, satu gelar yang diberikan oleh masing-masing universitas.
Perguruan tinggi di Indonesia yang memanfaatkan program Transnational Education antara lain Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung.
Dalam visinya mendidik mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang inovatif dan berjiwa wirausaha, SBM ITB terus meningkatkan statusnya sebagai sekolah bisnis terbaik di Indonesia dan juga terus berupaya membangun reputasi berstandar internasional.
“SBM ITB terus berkomitmen memberikan pengalaman belajar terbaik kepada mahasiswa, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya melalui student exchange maupun double degree programs untuk menyiapkan mahasiswa memiliki global mindset dan siap bersaing di kancah internasional,” jelas Director of International Relations SBM ITB Nila Windasari.
Kampus ini bermitra dengan University of Glasgow (UofG) untuk program gelar ganda MBA-MSc.
Tahun pertama ditempuh di SBM ITB untuk mata kuliah wajib (mandatory courses) dan tahun kedua ditempuh di UofG untuk mata kuliah khusus (specific courses). Kerja sama lainnya adalah dengan University of Hull (UofH) diperuntukkan bagi siswa yang ingin mendapat gelar ganda dari SBM ITB dan UofH, baik untuk program S1 maupun S2.
Program Transnational Education juga menggandeng kampus swasta Indonesia. Universitas Bina Nusantara (BINUS) telah menjalin kemitraan dengan University of Northumbria (BINUS Northumbria School of Design) untuk program pendidikan Graphic Design dan New Media, dan Fashion.
BINUS Northumbria School of Design menyelenggarakan program sarjana yang didesain layaknya bersekolah langsung di Northumbria, Inggris. Program pendidikan dirancang untuk menyiapkan siswa menjadi profesional dan pengusaha.
Salah satu siswa yang menempuh program ini, Tamado Efraim Edgar, mengakui manfaat besar pendidikan hasil kemitraan kampus Indonesia dan perguruan tinggi ternama di duna. Tamado saat ini tengah mengejar gelar MBA dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB dan Master of Science bidang Finance and Management dari University of Glasgow.
"Kami dibekali dengan case study, kunjungan ke market, kuis, dan jurnal-jurnal ilmiah yang harus kami pelajari agar dapat menyampaikan pemikiran yang kristis dalam menganalisa dan mencari jalan keluar sebuah situasi,” ujar Tamado.
“Selain itu, lingkungan kampus yang berbahasa Inggris secara langsung mengasah artikulasi kami mengemukakan pendapat dalam Bahasa Inggris yang baik,” tandasnya. (RO/E-1)
Pada Februari 2025, jumlah perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta maupun negeri, menurut BPS mencapai 2.937.
UNDIP dan UI bersama seluruh perguruan tinggi di Indonesia menyepakati pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan target Net Zero Emission Indonesia.
Para petani mendapatkan pelatihan pengoperasian dan perawatan traktor capung yang dirancang lebih hemat bahan bakar.
PERGURUAN Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) berupaya merealisasikan program pembangunan kampus terbaik dalam bidang Al-Qur’an sekaligus ilmu pengetahuan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zayyid Sulthan Rahman menegaskan mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi potensi manipulasi demokrasi.
Zakat bukan hanya urusan ibadah, tapi juga instrumen peradaban. Maka, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan keadilan sosial.
Kolaborasi ini menjadi sangat penting karena mahasiswa membutuhkan penguatan sains dan teknologi sebagai fondasi dalam membangun kapabilitas bisnis yang kokoh.
Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) menyelenggarakan Workshop dan Galeri Abhinaya Pemulihan Pasca Bencana Sumatra.
Mahasiswa doktoral (S3) Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Widda Rahmah, berhasil mengubah peta pemahaman dunia tentang teknologi membran pemisahan gas.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana di Kota Langsa, Provinsi Aceh, ITB mengirimkan bantuan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief.
Guna memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa, SSU ITB dibagi menjadi dua skema seleksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved