Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA mengusung Yuri Octavian Thamrin untuk bisa menduduki jabatan sebagai Direktur Eksekutif International Tropical Timber Organization (ITTO) dalam sidang ke-57 pada 29 November-3 Desember mendatang. Yuri menjadi kandidat bersama dengan Fransisco Souza (Brasil) dan Shaem Satkuru (Malaysia).
Yuri merupakan Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Belgia, Luxemburg, dan Uni Eropa. Yuri juga menjadi perwakilan Indonesia untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO).
“Dalam sejarah hampir 40 tahun berdirinya ITTO, belum pernah ada warga negara Indonesia yang mendapatkan kehormatan dan kesempatan untuk menjabat sebagai Direktur Eksekutif ITTO," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto.
Indonesia akan mengupayakan agar Yuri Octavian Thamrin dapat terpilih. Hal ini mengingat Indoensia merupakan salah satu pemilik hutan tropis terluas di dunia yang belum pernah menduduki posisi tersebut sejak ITTO resmi beroperasi pada 1987.
“Ini merupakan kesempatan yang besar untuk Indonesia menjadi Direktur Eksekutif ITTO, karena kita juga sebagai salah satu pemilik hutan tropis terbesar di dunia,” tutur Agus.
Atas pencalonannya, Yuri yang pernah menjadi Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri itu, meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat di Indonesia. Pemilihan Direktur Eksekutif ITTO periode ini Indonesia memiliki kesempatan besar untuk terpilih karena periode ini Direktur Eksekutif ITTO sesuai rotasi akan dijabat dari negara produsen wilayah Asia Pasifik, yang artinya Indonesia yang belum pernah terpilih akan memiliki kesempatan yang lebih besar.
“Kenapa dalam 40 tahun tidak ada orang Indonesia yang berkontribusi dalam level tertinggi di ITTO, padahal kita punya hutan tropis salah satu yang terluas di dunia, ini yang menjadi motivasi saya ikut pemilihan pada jabatan ini,” ujar Yuri.
Menurut Yuri, Indonesia dapat mengedepankan peran penting dalam kebijakan internasional seperti pengelolaan hutan berkelanjutan dan perdagangan kayu legal, serta menunjukan peran Indonesia dalam menurunkan tingkat deforestasi dan kebakan hutan dan lahan kepada dunia.
Baca juga : Ekosistem Tentang Anak Bantu Orang Tua Berperan Lebih Baik
Yuri mengungkapkan, visinya jika terpilih menjadi Direktur Eksekutif ITTO ialah memperkuat prinsip tanggung jawab bersama sebagai kunci dalam mencapai tujuan ITTO. Dia menggarisbawahi perlunya kerjasama dan kemitraan yang lebih erat antara negara produsen dan konsumen serta pemangku kepentingan lainnya.
Dia juga berkomitmen, jika terpilih akan memimpin ITTO dengan loyalitas dan standar kerja terbaik meliputi efisiensi, kompetensi dan integritas.
“ITTO di bawah saya akan menjadi lebih solid, produktif dan inovatif,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Diplomat senior Indonesia, ITTO diharapkan akan dapat meningkatkan peran pentingnya dalam mempromosikan kerja sama untuk memastikan efektivitas aturan lingkungan internasional dengan perlindungan hutan kayu tropis.
Indonesia memiliki luas hutan mencapai sekitar 125 juta hektar. Sekitar 33 hektar diantaranya telah memiliki izin untuk kegiatan produksi. Produksi kayu tahunan Indonesia sendiri mencapai sekitar 45 juta meter kubik, yang berasal dari perkebunan dan hutan alam.
Dari produksi kayu tersebut Indonesia menjadi salah satu pengekspor produk kayu tropis terbesar di dunia yang mengekspor berbagai macam produk kayu, mulai dari kayu lapis, pulp dan kertas hingga furnitur, kerajinan tangan, serpihan kayu dan pengerjaan kayu.
Melalui pengelolaan sektor kehutanan yang menekankan prinsip keberlanjutan dan kelestarian, Indonesia telah berbenah, hasilnya saat ini ekspor hasil hutan Indonesia meningkat signifikan dari US$ 9 miliar (2015) menjadi US$ 11 miliar (2020).
ITTO adalah organisasi multilateral yang mempromosikan konservasi dan pengelolaan berkelanjutan, penggunaan dan perdagangan sumber daya hutan tropis. Negara anggotanya mewakili sebagian besar hutan tropis dunia dan perdagangan kayu tropis global. Sejak beroperasi pada tahun 1987, ITTO telah mendanai lebih dari 1000 proyek senilai US$350 juta. (OL-7)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Menurut Prof Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal.
Bareskrim Polri menyelidiki asal muasal material kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
Manajer Kehati menduga banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved