Kamis 25 November 2021, 06:00 WIB

Ubah Stigma Negatif Hacker

Nike Amelia Sari | Humaniora
Ubah Stigma Negatif Hacker

MI/Sumaryanto Bronto
Teguh Aprianto.

 

FENOMENA maraknya para peretas ilegal yang tertangkap aparat keamanan membuat hati Teguh Aprianto terketuk. Konsultan cyber security dan anti-piracy itu cemas, tidak ingin para anak muda terjerembap ke lubang hitam dunia siber. Maka itu, selain disibukkan dengan pekerjaannya saat ini, co-founder dan kontributor di komunitas Ethical Hacker Indonesia itu juga terus berupaya mengedukasi generasi muda yang punya kemampuan dalam dunia informatika untuk memanfaatkannya demi hal-hal baik.

Teguh mengaku awalnya ia juga sempat menjadi ‘anak bandel’. Namun, peretas (hacker) yang mempelajari kemampuannya secara autodidak itu kemudian memilihmenjadi white hat hacker. Kepada Muda, ia membagikan kisahnya saat menjadi hacker, bagaimana inspirasinya untuk menyelamatkan generasi muda, hingga rentannya terjadi kebocoran data pribadi. Yuk, simak potongan wawancaranya via platform daring, Senin (22/11).
 

Halo, saat ini apa saja kesibukan kamu?
Saat ini, masih membantu beberapa perusahaan di tiga perusahaan sebagai cyber security consultant. Lalu, di dua perusahaan lainnya saya sebagai antipiracy consultant.Ini lebih mengarah ke konsultan yang mengatasi masalah pembajakan.

Profesi kamu ini diawali dengan kebiasaan membuat cheat saat dulu bermain gim?

Saya enggak kepikiran sama sekali, sih, sebenarnya. Waktu itu saya bermain di warnet dan seharusnya kalau bermain itu enggak curang. Namun, waktu itu saya nemu yang main curang. Akhirnya, cobain main curang juga dan pas coba, pakai juga (cheat--program yang membantu para pemain memenangi gim dengan cepat), ternyata enak gitu.

Dari situ, sayamikirbagaimana cara membuat ini? Saya penasaran, akhirnya saya googling dan ketemusatu orang sampai jadi teman. Kita dari kecil belajar bareng, dia ngajarin juga.

Jadi, awalnya ya bermula dari rasa kesal, akhirnya cari tahu sendiri dan mencoba juga sampai belajar untuk membuat dan sampai berhasil membuat sendiri. Pada 2000-an, ada sebuah forum diskusi. Di dalamnya ada skup-skupnya lagi yang lebih menjurus ke bidang masing-masing. Jadi, bisa belajar dari forum ini karena sudah terfokus. Setelah itu, ketika sudah bisa, nantinya gantian kita yang membagikan tutorialnya. Jadi, saling berbagi ilmu.

Ada kesulitan saat belajarcoding secara autodidak?
Dahulu, pas waktu muda, mungkin enggak merasa ada kesulitan, ya, karena didukung juga dengan usia yang masih muda yang membuat apa-apa yang ingin dipelajari itu cepat saja dipahami. Ya, sudah, pada waktu itu ada keinginan belajar dan rasa penasaran yang tinggi yang menjadi dasar penting untuk belajar meskipun bagaimana proses belajarnya dan dibilang sulit karena ada keinginan dan akhirnya kemudian bisa.

Setelah berhasil membuat cheat, apakah ada lagi di kala itu yang kamu buat?
Setelah itu, saya belajar lagi lebih mendalam terkait dunia hacking ini. Dahulu juga saya sempat bandel. Bandelnya dulu sama sekarang berbeda. Dulu kalau masuk dan keluar, entah itu website dan lainnya, enggak apa-apa, tapi kalau sekarang, bisa ditangkap.

Maka dari itu, kita kasih pengenalan ke teman-teman zaman sekarang tentang ini. Karena saya sudah tahu cara berpikirnya bagaimana penjahat, saya akhirnya ingin bekerja menjadi kebalikan dari itu untuk menjadi yang lebih baik.

Apa yang paling berpengaruh sehingga kamu bisa berubah?
Yang paling berpengaruh untuk saya berubah itu keluarga. Saat sudah memutuskan untuk berkeluarga, ya, sudah enggak bisa lagi bandel karena pola pikirnya sudah berubah. Mungkin dulu kalau sendiri kenapa-kenapa, ya, ditanggung sendiri. Sekarang kalau sudah berkeluarga, ya, enggak bisa lagi karena risikonya jauh lebihbesar dan dirugikan bukan diri sendiri saja, melainkan yang lain juga kena.

 

Apa ada peran orangtua kamu juga?

Ayah saya itu pegawai negeri di Bea Cukai sehingga dia berpindah-pindah dalam bekerja. Maka dari itu, ibu saya lebih dominan. Sewaktu ayah saya di luar kota, sering kali enggak ada kabar. Makanya, ibu saya melakukan apapun untuk bertahan hidup dan menjaga anak-anaknya agar tetap sekolah. Kalau ditanya sosok yang paling berperan untuk saya,itu ibu saya.

Ibu saya berbeda dari yang lainnya. Tidak mengekang atau melarang, tapi tidak juga mendukung. Saya dari kecil memang diajarkan untuk sesulit apapun dan melakukan apapun, ya, enggak boleh bohong, harus jujur. Misalnya, saya pergi ke warnet sore pulangnya Subuh, ya, saya jujur ke ibu saya kalau saya habis dari warnet.
 

Bagaimana dengan stigma negatif yang masih melekat hingga saat ini kepada para peretas?
Iya, saat ini sudah mulai dikampanyekan kembali terkait ini yang mana untuk orang-orang yang melakukan tindakan kejahatan di dunia maya itu tak lagi disebut sebagai para hacker,tapi cyber criminal.

Saat orang-orang belajar, mereka mungkin ingin mendapat pengakuan dan tidak berpikir panjang apa dampak yang akan terjadi. Salah satunya, mereka masuk ke suatu server secara ilegal dan menitipkan satu file lalu halaman depannya diganti. Itu semuanya ada jejaknya dan akhirnya ditangkap.

Sebagai cyber security consultant, seperti apa gambaran pekerjaannya?
Sebagai cyber security consultant, ketika ada aplikasi atau websiteyang akan dirilis ke publik, wajib melewati proses di saya terlebih dahulu untuk memastikan apakah aplikasi ini sudah sangat aman. Kalau diketahui ada celah keamanan, ini wajib untuk ditambal dahulu sampai dinyatakan aman sampai dirilis ke publik.

Setelah dirilis ke publik, aplikasi ini harus di-monitoring oleh sistem. Jadi, kita hanya mempersiapkan infrastrukturnya bagaimana caranya infrastruktur ini diserang, ini akan tercatat di sistem dan kita akan mendapatkan notifikasinya.

Dalam hal pekerjaan, kamu termasuk tipe orang yang perfeksionis. Apakah tipe kepribadian ini bagus untuk para hacker?
Sangat membantu menurut saya karena yang kita tahu yang ada di dunia maya itu tidak bisa dikatakan 100% aman, tetapi setidaknya kita bisa menjangkau di angka 90% ke atas. Saat seseorang itu perfeksionis, dia akan memeriksa setiap aspek yang sudah dilis. Kalau pekerjaannya ngasal, ini pastinya berpengaruh buruk ke pekerjaan, misalnya, proyek tersebut ada kebocoran data.

Sebagai peretas topi putih, apa kamu juga memanfaatkan keahlian kamu untuk membantu orang lain?
Saya secara personal membantu orang yang mengalami masalah. Dahulu, saya pernah merasa kalau saya enggak ada waktu untuk membantu lagi, tetapi ibu dan istri saya memberi tahu kalau ada yang butuh bantuan, kalau saya mampu, ya, dibantu. Akhirnya, dari sini saya bergerak untuk membantu orang lagi sesuai kemampuan saya, seperti ada yang meminta bantuan secara personal, kalau saya bisa dan mampu, pasti saya usahakan untuk membantu.

Bagaimana antusiasme anak muda sekarang untuk menjadi hacker

Antusiasnya banyak, ya, karena di Ethical Hacker Indonesia saja sudah menembus di angka 20 ribu. Ini terlihat kalau ketertarikan teman-teman yang masih muda ini banyak. Kebutuhan di industri juga masih banyak sehingga peluang pekerjaan ini masih sangat besar. Bisa dibilang ini pekerjaan dan mata pencaharian yang masih sangat dibutuhkan dari sekarang sampai beberapa tahun ke depan.

Apakah Ethical Hacker Indonesia juga memfasilitasi para anak muda ini untuk belajar?
Sekarang belum ada rencana lagi. Sebelum pandemi, kita menjalani proyek yang pertama untuk memberikan gambaran tentang cyber security consultant. Lalu, pada April 2020, karena pandemi, kita berpindah ke live conference, kita live streaming di Facebook.
 

Boleh cerita tujuan awal didirikan komunitas Ethical Hacker Indonesia?
Sewaktu 2015 ke atas, saya melihat sendiri fenomenanya banyak teman-teman yang ditangkap. Semenjak itu, saya merasa terpanggil untuk mengarahkan anak-anak muda untuk mengalihkan kemampuan yang mereka punya. Ini akan menyelamatkan mereka. Maka dari itu, adanya Ethical Hacker Indonesia.

Siapapun bisa bergabung dan ikut diskusi dan semaunya, gratis. Kita ingin memutuskan gap kalau bukan hanya orang yang berpunya saja yang bisa belajar, melainkan orang yang tidak berpunya pun semuanya bisa belajar.Maka dari itu, program ini gratis untuk siapapun untuk bergabung di grup Telegram, grup Facebook kami.

Namun, di Ethical Hacker Indonesia, selain membantu teman-teman hacker yang lebih muda agar lebih terarahkan, kita juga memperkenalkan kepada masyarakat bahwa hacker itu bukan penjahat lewat proyek-proyek dan akhirnya itu berdampak, salah satunya periksadata.com. Setahun ini berjalan, kita sudah menangani lebih dari 500 juta request.

Apakah semua orang yang berada di dunia maya sangat rentan alami kebocoran data?
Iya, kita semua sangat rentan.Maka dari itu, kita harus waspada. Di periksadata.comapabila terjadi kebocoran data dari pengecekan e-mail, disarankan untuk mengganti password e-mail agar meminimalisasi dampak dari kebocoran data, bukan mencegah kedepannya karena itu tidak bisa.

Saat inikamu juga sedang berkuliah jurusan hukum. Lalu, apakah dengan jurusan ini kedepannya kamu akan beralih profesi?
Untuk sekarang, sih, masih belajar, ya, dan insyaAllah kalau selesai, saya akan melanjutkan S-2 juga di jurusan hukum. Niatnya saya hanya sekadar memahami dan ketika suatu hari ada yang bisa dilakukan dengan apa yang saya pelajari, saya akan lakukan karena setelah saya bisa dengan teknisnya dan saya belajar tentang hukum ini sangat cocok, saya berharapnya bisa memberikan perubahan yang besar suatu saat nanti. (M-2)

Baca Juga

MI/Dok IHH

Keterbatasan Data Sejarah Jadi Tantangan Utama Pendirian Museum Bappenas

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Desember 2021, 04:45 WIB
“Arsip pendukung riset sejarah tokoh-tokoh perencana pembangunan nasional masih berserakan. Perlu ketekunan dan eksplorasi lebih...
Dok. Pribadi

Kemenag Tunggu Persetujuan Pembentukan Ditjen Pesantren 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:49 WIB
Menurutnya, Ditjen Pesantren dibutuhkan karena ada keunikan tersendiri dari lembaga pendidikan itu, salah satunya adanya Majelis Masyayikh...
Antara

BRIN Hadirkan Teknologi Kebencanaan di IIDEC 2021

👤Ant 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:36 WIB
Riset dan teknologi kebencanaan dalam ajang Indonesia International Disaster Expo & Conference (IIDEC) 2021 secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya