Sabtu 20 November 2021, 20:51 WIB

Peringatan untuk Suntik atau Infus Pemutih dan Vitamin

Mediaindonesia.com | Humaniora
Peringatan untuk Suntik atau Infus Pemutih dan Vitamin

DOK Pribadi.
Semua produk suntikan dan infus pemutih tidak pernah mendapat persetujuan FDA maupun BPOM.

 

SUNTIK dan infus pemutih (whitening) mulai menjadi tren sejak 2004 dan masih terus digandrungi sampai saat ini. Layanan suntik dan infus pemutih ini sangat menjamur dan dilakukan bukan hanya di klinik kecantikan, melainkan juga di salon-salon, dan bahkan dari rumah ke rumah. Di masa pandemi ini banyak bermunculan layanan suntik vitamin sebagai immune booster (penguat sistem imun). 

Akan tetapi, semua produk suntikan dan infus pemutih tidak pernah mendapat persetujuan FDA maupun BPOM. Hal ini karena pemberian obat melalui jalur intravena bukanlah indikasi untuk perawatan estetika dan kesehatan. Pemberian suntikan atau infus melalui jalur intravena diindikasikan untuk pasien yang lemah atau kritis dan tidak dapat diberikan obat melalui jalur makan/minum (peroral). Oleh sebab itu, BPOM hanya memberikan izin edar pada produk suplemen pemutih yang diminum (melalui jalur oral), bukan jenis suntikan/infus.

Walaupun tidak diberi izin resmi oleh BPOM, masih banyak klinik dan salon yang tetap menerapkan layanan jasa suntik/infus pemutih, dan banyak orang yang menerima layanan tersebut. Produk-produk ini dijual secara ilegal melalui online hingga seminar-seminar kecantikan dengan sembunyi-sembunyi. Permintaan pasar yang cukup besar inilah yang membuat para pebisnis di bidang kecantikan tetap melayani jasa suntik/infus whitening.

Pemilik klinik perawatan kulit Get Beauty Skin Care, dr. Gregory Budiman, M.Biomed, menyatakan produk suntik/infus pemutih ini ilegal, tidak disetujui FDA dan BPOM. "Oleh sebab itu, produksinya pun ilegal sehingga kandungannya tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/11). Di beberapa produk suntik pemutih, lanjutnya, tertera komposisi cocktail dari berbagai macam zat dengan dosis yang sangat tinggi dengan keamanannya belum terjamin. Orang-orang juga tidak bisa memastikan kandungannya sesuai dengan yang tertera pada keterangan produk atau tidak.

"Cocktail (campuran) seperti vitamin C, vitamin E, kolagen, glutathione, ekstrak plasenta, growth factor, dan lain-lain. Tidak ada jurnal penelitian ilmiah terkait ini sehingga keamanannya bagi tubuh manusia sangat dipertanyakan. Treatment suntik/infus pemutih memang sensasional dan banyak masyarakat yang tertipu oleh komposisi cocktail dosis tinggi dari beberapa vitamin, antioksidan, plasenta, stem cell, dan lain-lain."

Menurut penjelasan Gregory, memasukkan zat melalui intravena merupakan tindakan berisiko tinggi. Pemasangan infus dan pemberian suntikan intravena hanya boleh dilakukan atas indikasi medis dan dilakukan di klinik atau rumah sakit. Salah satu risiko sesaat setelah suntik/infus intravena yakni syok anafilaktik. Beberapa pasien mengalami pusing, mual, keringat dingin, dan gemetar setelah disuntik pemutih atau vitamin, bahkan ada yang mengalami syok anafilaktik sampai pingsan dan menyebabkan kematian.

Baca juga: 88,7 Juta Orang Terima Vaksin Dosis Lengkap, Dosis 1 Lampaui 134 Juta Orang

Pemberian dosis tinggi vitamin juga dapat menyebabkan ketergantungan. Apabila tubuh terbiasa diberi suntikan vitamin dosis tinggi, kemudian tiba-tiba tidak diberi suntik lagi, tubuh sekonyong-konyong akan lemah seperti mengalami kekurangan vitamin berat. Dosis tinggi vitamin yang diberikan melampaui RDI (Recommended Daily Allowance) juga dapat menyebabkan kerusakan organ (hipervitaminosis). Melihat bahaya suntik atau infus pemutih serta risiko yang diakibatkan, masyarakat diimbau untuk melakukan perawatan yang aman dan rasional. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan produk yang legal (terdapat izin BPOM) dan melakukan perawatan yang rasional sesuai indikasi dan prosedur kesehatan yang limiah. (OL-14)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya