Rabu 27 Oktober 2021, 12:52 WIB

Dorong Promosi Wisata Indonesia, KJRI San Francisco Ikut Pameran Pariwisata Terbesar

Mediaindonesia.com | Humaniora
Dorong Promosi Wisata Indonesia, KJRI San Francisco Ikut Pameran Pariwisata Terbesar

Ist
Dorong Promosi Wisata Indonesia di Era New Normal, KJRI San Francisco Berpartisipasi Pada Pameran Pariwisata Terbesar

 

PEMERINTAH Indonesia tengah berupaya membuka kembali pariwisata untuk turis Warga Negara Asing (WNA). Saat ini turis dari 19 negara yang telah divaksinasi lengkap dan menunjukan hasil tes negatif covid-19 dapat memasuki wilayah Indonesia.
 
Guna mendorong kembali promosi wisata Indonesia di era new normal untuk pasar Amerika Serikat (AS), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco berpartisipasi pada pameran pariwisata terbesar di AS yaitu “Travel & Adventure Show 2021” di Santa Clara Convention Center, California Utara, tanggal 23-24 Oktober 2021. Booth Indonesia dikunjungi lebih dari 500 orang yang merupakan masyarakat lokal AS serta para pelaku bisnis wisata seperti travel agents, travel advisor, dan travel influencer yang ingin mencari peluang kerja sama bisnis di bidang pariwisata.

Baca juga: Obat Molnupiravir Selesai Uji Klinis, Siap Digunakan di Indonesia
 
KJRI San Francisco menggandeng 2 (dua) biro perjalanan/travel agents untuk bersama-sama mempromosikan pariwisata Indonesia, yaitu TREVI.co Travel dari Jakarta dan Sayang Holidays asal kota San Francisco. Gerai Indonesia mempromosikan berbagai destinasi wisata prioritas seperti Labuan Bajo, Mandalika, Wakatobi, Nusa Tenggara Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara, Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung, Danau Toba, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Borobudur, Jawa Tengah, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Tanjung Lesung, Banten, Banten, Bromo, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
 
Pada pameran tersebut, Indonesia juga mempresentasikan pariwisata Indonesia dengan tema “Exploring Exotic Indonesia” yang disampaikan oleh CEO Trevi.co, Abdul Razak di panggung Destination Theater yang dihadiri sekitar 50 peserta. Secara interaktif, penonton diajak untuk menelusuri destinasi wisata Indonesia. Selain itu peserta mendapatkan informasi penting mengenai destinasi wisata Indonesia, aktivitas yang dapat dilakukan, makanan khas Indonesia, transportasi, dan sebagainya.
 
Selama pameran berlangsung, para pengunjung sangat tertarik menggali informasi mengenai destinasi wisata Indonesia, tidak hanya mengenai tempat-tempat yang dapat dikunjungi, namun juga prosedur dan ketentuan terbaru dari Pemerintah Indonesia untuk wisatawan asing Warga Negara Amerika Serikat. 
 
Konsul Ekonomi KJRI San Francisco, Nugroho Y. Aribhimo mengatakan, “Melalui pameran yang berlangsung selama dua hari ini kami mencatat sekitar 150 potensi wisatawan AS yang berminat berkunjung ke Indonesia, beberapa di antaranya telah memesan paket perjalanan ke Indonesia untuk tahun 2022 dan sedang menunggu kebijakan baru dari Pemerintah RI terkait travel restrictions, dan berharap agar mereka dapat segera diperbolehkan berkunjung ke wilayah Indonesia.” 
 
Di sisi lain, CEO & Founder Travel & Adventure Show, John Golicz, menyampaikan “Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mempromosikan kembali destinasi wisata untuk keberangkatan tahun depan (2022) karena masyarakat AS sudah jenuh dengan situasi pandemi dan dengan terjadinya pembukaan kembali ekonomi dan situasi paska pandemi yang semakin membaik diharapkan akan meningkatkan kembali industri pariwisata dunia”.
 
Sebelumnya diketahui bahwa total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2020 sebesar 4,02 juta kunjungan. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah wisatawan mancanegara turun sebesar 75,03%. 
 
Masyarakat di AS sendiri cenderung merencanakan bepergian/liburan satu tahun sebelum keberangkatan, dan upaya pemasaran pada acara Travel and Adventure Show 2021 ini diyakini dapat membantu mendorong kembali industri pariwisata Indonesia paska pandemi, khususnya untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara di tahun 2022.
 
Berdasarkan pengamatan, saat melakukan perjalanan/berlibur, wisatawan di AS cenderung memperhatikan kualitas, kenyamanan, dan keamanan khususnya pada tempat penginapan dan akomodasi setempat. Masalah utama yang terjadi ketika melakukan pemesanan wisata adalah harga, masyarakat AS berharap agar agen wisata dapat memberikan paket wisata dengan harga kompetitif.
 
The U.S. Travel and Adventure Show merupakan acara pameran wisata terbesar di AS dengan total pengunjung lebih dari 10.000 setiap tahunnya. Acara ini bertujuan untuk menghubungkan lebih dari 2,1 juta wisatawan dengan lebih dari 4.500 agen wisata. Selama pameran juga ditampilkan tokoh-tokoh terkemuka seperti Josh Gates, Peter Greenberg, dan Andrew di panggung-panggung seminar.  (RO/OL-6)

Baca Juga

Ist/Wall Street Indonesia

Wall Street English Indonesia Raih Penghargaan Industry Champions of the Year

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 13:03 WIB
Wall Street English Indonesia baru-baru ini menerima penghargaan dari The Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards, atau juga...
Ist/Yello Hotel Manggarai

Black Friday Bersama Guinness Beer Digelar di Peron Skycafe Yello Hotel Manggarai

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 12:52 WIB
Yello Hotel Manggarai Jakarta turut menyelenggarakan Black Friday yang diselenggarakan di Peron Skycafe Lt....
ANTARA/Fransisco Caroli

Luhut : 10 Kota Turun ke Level 2 karena Tracing Turun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 30 November 2021, 12:51 WIB
Berdasarkan hasil asesmen 27 November 2021, total terdapat penambahan 23 kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 2 dan sebanyak 8...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya