Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kampanye sosial #DariSaudari oleh Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) bekerja sama dengan UNICEF Indonesia telah berkontribusi meningkatkan perilaku sehat dan bersih ribuan remaja perempuan di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Indonesia Timur.
Melalui kampanye sosial #DariSaudari, mereka mendukung UNICEF Indonesia dengan bantuan finansial sebesar Rp 1.500.000.000 per tahun untuk program WASH dan sosialisasi aplikasi Oky, yaitu aplikasi edukasi terintegrasi milik UNICEF, sebagai sumber informasi kesehatan dan kebersihan menstruasi yang terpercaya. Hingga Oktober 2021, kampanye #DariSaudari telah berkontribusi terhadap peningkatan akses WASH yang memadai di 1.327 sekolah di 6 kabupaten/kota termasuk Timika, Sorong dan Kupang, lebih dari seribu remaja perempuan dapat merasakan fasilitas yang lebih bersahabat.
Sebagaimana tercermin pada nama kampanye, #DariSaudari juga membawa semangat konsumen Kimberly-Clark Softex untuk mewujudkan generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat. Sejak tahun 2019, kampanye sosial Kimberly-Clark Softex telah mendukung program UNICEF Indonesia dalam penyediaan akses ke fasilitas air bersih, sanitasi dan kebersihan (WASH) serta mendorong pemanfaatan Oky. Kampanye yang memberikan ruang bagi konsumen untuk berkontribusi melalui pembelian produk ini diluncurkan guna menghadirkan lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi remaja perempuan di lingkungan sekolah di berbagai wilayah pelosok di Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.
Terkait keberhasilan kampanye sosial #DariSaudari, Hendra Setiawan, Presiden Direktur Kimberly-Clark Softex Indonesia, mengungkapkan, “Kampanye #DariSaudari menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan taraf hidup dan peluang bagi para remaja perempuan dalam mengakses fasilitas kebersihan yang ramah serta memiliki pengetahuan yang cukup tentang perilaku sehat, terutama mereka yang berada di daerah pelosok. Melalui kolaborasi dengan UNICEF Indonesia, kami berupaya membantu perempuan muda dan remaja dalam mengelola kebersihan dan kesehatan mereka dengan lebih baik. Kami ingin berpartisipasi membantu para saudari di Indonesia Timur, untuk turut mempersiapkan remaja perempuan Indonesia yang lebih sehat melalui kampanye #DariSaudari.”
"Semua perempuan mengalami menstruasi, namun 1 dari 2 anak perempuan di Indonesia tidak punya cukup pengetahuan tentang manajemen kebersihan menstruasi. UNICEF berusaha mengatasi kesenjangan ini dengan berkolaborasi bersama pemerintah dan sektor swasta,” ujar Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini.
Salah satu penerima manfaat dari program kesehatan dan kebersihan perempuan, Calista Inna Kii yang merupakan siswi kelas 6, SDI Lolaramo, Kabupaten Wewewa Barat, Nusa Tenggara Timur, mengatakan, “Saya senang sekali mendapat ilmu tentang manajemen kebersihan menstruasi, di mana saya menjadi tau apa itu menstruasi dan apa yang dapat saya lakukan ketika mengalaminya. Dulu, ketika mengalami menstruasi saya merasa lelah, pusing, malu, dan tidak nyaman. Namun setelah mengikuti kelas menstrual hygiene management ini, saya mendapat banyak ilmu. Kondisi sekolah pun menjadi lebih baik. Sekarang di sekolah sudah ada air bersih dan disediakan pembalut di toilet, sehingga saya bisa mengganti pembalut setiap 3 jam.” Ujar Calista. (OL-12)
Dokter dan peneliti kesehatan reproduksi menyebut, perasaan haid berhenti setelah keramas lebih berkaitan dengan persepsi tubuh, bukan perubahan biologis.
Penggunaan alat portabel yang menggabungkan dua efek ini semakin diminati, terutama oleh perempuan yang menginginkan solusi cepat dan non-obat.
Menstruasi pertama atau menarche merupakan tonggak penting dalam perkembangan seorang anak perempuan, menandakan bahwa ia telah memasuki masa pubertas.
Salah satu manfaat utama nanas adalah membantu mengurangi rasa nyeri saat menstruasi.
Program Ina Kasih hadir sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjawab persoalan kemiskinan menstruasi (menstrual poverty).
Riset Oxford ungkap remaja dengan nyeri haid sedang hingga berat berisiko lebih tinggi alami nyeri kronis seperti sakit punggung dan sakit kepala di usia dewasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved