Selasa 26 Oktober 2021, 12:30 WIB

Perusahaan Korsel Gelar Pertukaran Budaya Korea-Indonesia

mediaindonesia.com | Humaniora
Perusahaan Korsel Gelar Pertukaran Budaya Korea-Indonesia

Ist
Ajang “Korean Culture Festival On-Air” diikuti 160 pemuda Indonesia secara virtual.

 

KT&G, sebuah perusahaan global, sukses menggelar festival kebudayaan Korea melalui kerja sama dengan lembawa swadaya masyarakat (LSM) internasional BBB korea. Kegiatan ini mendukung pertukaran bahasa dan budaya di kalangan generasi muda Indonesia.

Pada 9 Oktober 2021, KT&G Sangsang Univ. Korean Language Institute di Surabaya, menggelar ajang “Korean Culture Festival On-Air”. Ajang ini ingin mempermudah kegiatan berbagi dan belajar kebudayaan Korea bagi generasi muda Indonesia.

Mengingat kondisi pandemi Covid-19, ajang ini berlangsung secara virtual lewat kanal-kanal media sosial dan daring, seperti Zoom dan Instagram. Sekitar 160 pemuda Indonesia berpartisipasi dalam ajang ini sehingga membuktikan minat besar mereka terhadap kebudayaan Korea.

Sebagai kegiatan utama, sebuah kompetisi menggambar secara abstrak dengan memakai Hangul berbentuk huruf konsonan dan vokal, turut diadakan. Berbagai karya yang menafsirkan ulang Hangul berdasarkan imajinasi juga dikirimkan para peserta dan memperoleh respons baik.

Selain kompetisi menggambar, ajang ini juga mencakup lokakarya tentang kerajinan membuat pita tradisional Korea dan kegiatan membuat pola-pola tradisional Korea.

Ada pula sebuah kegiatan menayangkan video setelah membaca Hangul secara cepat, yakni kompetisi “Tongue-Twister” yang berlangsung lewat media sosial.

KT&G Sangsang Univ. Korean Language Institute, pihak yang mensponsori ajang ini, merupakan bentuk kontribusi sosial KT&G guna mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa lokal.

Sejak 2017, KT&G telah mengelola Sangsang Univ. di Jakarta dan Surabaya agar generasi muda Indonesia dapat memperluas pengalaman budaya dan mengembangkan keahlian.

KT&G Sangsang Univ. di Jakarta menyediakan berbagai kelas tentang kebudayaan dan seni, minat, dan pengembangan karier, serta peluang pertukaran budaya yang masih sulit diakses mahasiswa Indonesia.

Sementara itu, KT&G Sangsang Univ. di Surabaya menyediakan kelas-kelas belajar bahasa Korea dan pengalaman budaya melalui kanal-kanal nirkontak, berpusat pada Korean Language Institute.

KT&G Sangsang Univ., Indonesia, ingin selalu menggelar beragam ajang kebudayaan dan program pengembangan bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, generasi muda di wilayah setempat dapat menjadi SDM yang berkontribusi terhadap masyarakat.

Pada keterangan pers, Selasa (26/10), Jaeyoung Cho, Chief, Global Headquarter, KT&G, mengtakan,“Kami menghadirkan sebuah sarana belajar tentang kebudayaan Korea bagi generasi muda Indonesia dalam rangka Hari Hangul. "

"Kami akan terus berkontribusi terhadap pertukaran budaya antara Korea dan Indonesia, serta berperan sebagai warga perusahaan global melalui beragam kegiatan kontribusi sosial,” kata Jaeyoung Cho.

KT&G adalah perusahaan rokok terbesar kelima di dunia dalam hal pangsa pasar dan volume penjualan. Sejak pasar rokok di Korea terbuka bagi perusahaan-perusahaan internasional pada 1988, KT&G berhasil mempertahankan posisi No.1 yakni sebesar 64% (pada 2020) meski menghadapi persaingan sengit dari sejumlah perusahaan tembakau global, seperti PMI dan BAT.

Tahun lalu, KT&G membukukan penjualan konsolidasian senilai KRW 5.316 triliun. Sebagai kelompok usaha, KT&G tidak hanya bergerak di bisnis tembakau, namun juga memiliki portofolio bisnis utama seperti makanan kesehatan, real estate, biofarmasi dan kosmetik.  

KT&G memperluas bisnis tembakau dengan pesat ke pasar-pasar internasional, dan merambah bisnis makanan kering. Tahun lalu, terlepas dari pandemi Covid-19, KT&G berkembang menjadi perusahaan tembakau global yang mengekspor produk ke lebih dari 110 negara.

KT&G juga ingin menjadi perusahaan rokok terbesar keempat di dunia. Untuk itu, KT&G akan memperluas jangkauan ekspornya ke sekitar 200 negara pada 2025.

Di Indonesia, KT&G merambah pasar domestik dengan mengakuisisi “Trisakti”, sebuah produsen tembakau lokal, pada Juli 2011. Lewat akuisisi ini, KT&G menguasai teknologi produksi rokok kretek (produk khas Indonesia) dan menawarkan mutu produk terbaik. 

Pada Februari 2013, PT KT&G Indonesia terbentuk sebagai unit usaha yang menangani seluruh kegiatan distribusi dan logistik di Indonesia.

Sejak 2016, KT&G Indonesia telah membuka banyak lapangan pekerjaan dan merekrut sekitar 900 tenaga kerja setiap tahun. Secara kumulatif, KT&G Indonesia telah merekrut 4.800 warga Indonesia sebagai tenaga kerja. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Foto: Humas UP

Matching Fund 2021, Universitas Pancasila Beri Pelatihan Dua Hari

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 03:09 WIB
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana membuat laporan keuangan dengan sederhana bagi...
DOK MI

Edukasi Literasi Gizi Di Daerah Harus Libatkan Tokoh Masyakarat

👤Widhoroso 🕔Selasa 30 November 2021, 23:50 WIB
Edukasi dan sosialisasi literasi gizi di daerah membutuhkan keterlibatan tokoh...
Dok. Pribadi

KONI-UT Kolaborasi Beri Pendidikan Tinggi bagi Atlet Berprestasi 

👤Mediaindoensia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 23:39 WIB
Ojat Darojat, mengatakan kampusnya telah ditunjuk sebagai Ketua Konsorsium Pembelajaran dalam Jaringan Nasional dan menyediakan 100...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya