Jumat 22 Oktober 2021, 16:32 WIB

Lonjakan Kasus di Inggris Jadi Peringatan bagi Masyarakat Indonesia

Mediaindonesia.com | Humaniora
Lonjakan Kasus di Inggris Jadi Peringatan bagi Masyarakat Indonesia

AFP/Oli Scarff.
Seorang pejalan kaki yang mengenakan masker berjalan melewati mural di dinding, Blackburn, barat laut Inggris.

 

LONJAKAN kasus positif covid-19 terjadi di Inggris kendati cakupan vaksinasi di negara tersebut telah melebihi 70% jumlah penduduk. Melihat fenomena tersebut, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan mempertahankan disiplin protokol kesehatan seiring dengan program vaksinasi yang terus digencarkan.

"Kita ketahui beberapa negara mengalami lonjakan kasus covid-19 meski cakupan vaksinasi sudah cukup tinggi. Kali ini di Inggris, setelah beberapa negara Eropa lain, seperti Rusia. Hal ini pengingat bagi kita semua bahwa ancaman covid-19 masih ada dan kita tidak boleh lengah, meski saat ini kondisi pandemi di Indonesia tertangani baik," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Saat ini tercatat lebih dari 50 ribu orang terinfeksi covid-19 di Inggris. Namun, menurut pemerintah Inggris, kasus rawat inap dan kematian tetap rendah berkat dukungan program vaksinasi yang cukup tinggi. Berdasarkan data dari Our World Data, hingga 19 oktober 2021, cakupan vaksinasi di Inggris sudah mencapai 73,7% untuk dosis pertama dan 67,6% untuk dosis kedua. 

"Lonjakan kasus baik di Inggris maupun Rusia merupakan bukti nyata bahwa pandemi belum usai. Vaksinasi terbukti menjadi faktor penting untuk menekan risiko kematian. Oleh karena itu segerakan vaksinasi dan tetap gunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," katanya. 

Epidemiolog dan Peneliti Senior Kamaluddin Latief menyatakan bahwa lonjakan kasus yang terjadi di Inggris saat ini dan Israel sebelumnya harus menjadi pembelajaran penting untuk masyarakat Indonesia agar selalu waspada dan tidak boleh lengah. Penanganan pandemi yang terkendali tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan tingkat kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan. "Justru momentum jeda seperti yang sekarang dialami Indonesia menjadi kesempatan baik bagi kita untuk mempelajari, mengevaluasi, mempertahankan yang sudah baik," papar Kamal. 

Kamal menyatakan bahwa meski Indonesia masuk 10 negara terbaik dalam akselerasi vaksinasi, kita harus tetap mengingat bahwa hingga saat ini cakupan vaksinasi nasional belum meraih angka 70%, yakni batas untuk kekebalan komunal. Oleh karena itu, penting bagi seluruh masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan vaksin untuk menyegerakan vaksinasi.

"Jadi selain terus disiplin protokol kesehatan dan pengetatan pintu masuk negara, vaksinasi harus terus kita kejar agar warga terhindar dari akibat buruk covid-19. Pemerataan vaksinasi juga harus terus didorong, terutama untuk meraih kelompok rentan seperti lansia, orang dengan komorbid, ibu hamil, anak dan remaja," ujarnya. 

Kamal menjelaskan terdapat beberapa kemungkinan penyebab terjadinya lonjakan kasus di Inggris, mulai dari pelonggaran protokol kesehatan, pembukaan perbatasan, hingga kemungkinan penurunan kekebalan vaksin. Selain itu, Kamal menengarai mutasi varian baru juga bisa menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus.

Baca juga: Ada Klaster PTM, Satgas: Anak tidak Hanya Tertular Covid-19 di Sekolah

"Pandemi ini merupakan perang yang panjang. Selain itu, covid-19 memang sesuatu yang baru, sehingga setiap negara masih harus belajar dan berupaya menemukan strategi paling tepat untuk mengendalikannya, sesuai dengan kondisi masing-masing. Baik dari pemerintah maupun masyarakat harus dilakukan upaya untuk pengendaliannya. Di antaranya, tetap disiplin protokol kesehatan dan terus mengejar vaksinasi," tutup Kamal. (RO/OL-14)

Baca Juga

Dok. LaSalle College Jakarta

LaSalle College Jakarta Angkat Wastra Nusantara di JFW 2022 dengan Tema Prolusio 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:50 WIB
Tahun ini, LaSalle College menampilkan 14 desainer yang mengangkat wastra nusantara sebagai...
MI/ Irfan

Vaksinasi Lansia di Temanggung Lampaui 60 Persen

👤Ant 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:47 WIB
"Maka semua indikator level pandemi telah memenuhi syarat untuk masuk level 1,"...
Dok. UNJ

UNJ Kukuhkan 3 Guru Besar dari 3 Fakultas 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:10 WIB
Tiga guru besar yang dikukuhkan, yaitu Wardani Rahayu yang dikukuhkan sebagai guru besar tetap bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan Matematika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya