Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti melantik 13 pejabat di lingkungan Kemendikbudristek, Selasa (5/10). Pejabat yang dilantik terdiri dari dua orang pimpinan tinggi pratama, empat Rektor, enam Direktur Politeknik Negeri dan satu pejabat akademi komunitas negeri. Pelantikan dilakukan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Kepada para pejabat yang dilantik, Suharti mendorong agar memperkuat konsolidasi internal dan eksternal, serta membangun kolaborasi dan melahirkan kemitraan di tingkat nasional dan internasional. “Hal-hal tersebut merupakan katalis untuk membangun peradaban yang lebih baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Suharti melantik dua pejabat tinggi pratama yaitu Lindung Saut Maruli Sirait sebagai Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, dan Muhamad Hasan Chabibie sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek. Kepada Lindung Saut Maruli, Suharti berpesan agar dapat terus melakukan praktik baik dalam mengawasi hal-hal yang terkait dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), pelanggaran-pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik, dan kode perilaku aparatur sipil negara di Kemendikbudristek.
Selain itu, Suharti juga berharap kepada Muhamad Hasan Chabibie agar dapat meningkatkan kualitas dan mendorong pemanfaatan data pendidikan dan kebudayaan serta mendukung pemanfaatan teknologi informasi di Kemendikbudristek. “Kedua hal tersebut sangat penting untuk menunjang kinerja Kemendikbudristek dalam rangka memajukan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, sepuluh pemimpin Perguruan Tinggi Negeri periode tahun 2021-2025 yang turut dilantik hari ini adalah Hamdani sebagai Rektor Universitas Samudra, Retno Agustina Ekaputri sebagai Rektor Universitas Bengkulu, I Nyoman Sukerna sebagai Rektor Institut Seni Indonesia Surakarta, Ansar sebagai Rektor Institut Teknologi Bacharudin Jusuf Habibie.
Sedangkan Direktur Politeknik Negeri, Suharti melantik Sarono sebagai Direktur Politeknik Negeri Lampung, Totok Prasetyo sebagai Direktur Politeknik Negeri Semarang, Supriatna Adhisuwignjo sebagai Direktur Politeknik Negeri Malang, Yuliansyah sebagai Direktur Politeknik Negeri Sambas, Frans Mangngi sebagai Direktur Politeknik Negeri Kupang, dan Jusron Ali Rahajaan sebagai Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual.
Suharti mengatakan perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan perubahan dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di berbagai bidang yang dapat dimanfaatkan secara nasional maupun internasional. "Kami juga berharap perguruan tinggi menguatkan kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dunia industri (DUDI), dan pemangku kepentingan lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, tentunya dalam rangka program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)," pesannya.
Selanjutnya, kepada Rektor Institut Teknologi Bacharudin Jusuf Habibie (ITH), Suharti berharap agar dapat memanfaatkan momentum berdirinya ITH sebagai perguruan tinggi baru untuk membangun fondasi tata kelola yang mendukung tumbuhnya semangat kreatif dan inovasi, serta memastikan program Kampus Merdeka dapat dilaksanakan dengan baik.
Bersamaan dengan itu, Suharti juga melantik satu pejabat pengawas yaitu Rais Faisal Ahyar sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta. Disampaikan Suharti, peran pejabat pengawas sangat penting dalam mendukung pengembangan Akademi Komunitas Negeri Yogyakarta sebagai institusi baru di lingkungan Kemendikbudristek.
Dalam kesempatan ini, Suharti juga menyampaikan terima kasih kepada pejabat yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi. "Kami berharap agar tetap bersemangat dalam berkarya untuk bangsa," imbuhnya. (RO/OL-15)
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Menjawab pertanyaan silang dari Nadiem Anwar Makarim di persidangan, mantan Dirjen PAUD Dikdasmen Hamid Muhammad menegaskan pandangannya tentang integritas mantan atasannya tersebut.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Sidang kasus dugaan korupsi di Kemendikbudristek Kembali bergulir, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1).
Laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yakni https://pip.kemendikbudristek.com/ merupakan portal informasi resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved