Sabtu 25 September 2021, 17:19 WIB

Kurangi Limbah dengan Mengolah Sisa Makanan di Dapur

Mediaindonesia.com | Humaniora
Kurangi Limbah dengan Mengolah Sisa Makanan di Dapur

DOK Pribadi.
Makanan yang tersisa dari dapur tidak perlu terbuang sia-sia dan berakhir menjadi limbah.

 

MENURUT data The Economist pada 2016, satu orang Indonesia membuang sekitar 300 kg limbah makanan. Jumlah tersebut membuat Indonesia menempati posisi kedua pada kontestasi negara penghasil limbah makanan di dunia. Apabila angka tersebut terlalu besar untuk digambarkan, mengutip Food and Agriculture Organization, itu berarti sepertiga dari seluruh makanan yang kita hasilkan tidak berakhir menjadi konsumsi, melainkan sampah yang disia-siakan.

Limbah tersebut pada akhirnya hanya memiliki tiga nasib akhir yakni menggunung dan perlahan berubah menjadi gas metana (gas rumah kaca) yang memperparah tingkat pemanasan global; berakhir mengotori dan menjadi polusi di laut yang membahayakan biota laut; atau limbah tersebut diolah oleh pemerintah dengan cara memindahkan, membakar, dan menghancurkan limbah makanan. Namun, untuk mengolah limbah tersebut, pemerintah perlu mengeluarkan Rp5,4 juta setiap satu ton.

Untuk mengatasi problematika tersebut, tak hanya usaha dari industri penghasil makanan yang perlu melakukan kontrol produksi dan distribusi, tetapi usaha dari setiap individu juga sangat berarti. Kirin #SisaBisa merupakan rangkaian acara untuk mengingatkan masyarakat bahwa makanan yang tersisa dari dapur masing-masing tidak perlu terbuang sia-sia dan berakhir menjadi limbah. Akan tetapi, makanan tersebut dapat diolah kembali menjadi hidangan baru.

"Mengurangi limbah makanan merupakan salah satu cara untuk menjaga ketahanan pangan. Event Kirin #SisaBisa diharapkan dapat memberi kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai upaya yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah makanan, yakni dengan memanfaatkan makanan sisa di dapur untuk diolah kembali menjadi hidangan baru yang kaya rasa," ujar Eka Arli Chandra selaku Corporate Brand Manager Kirin dalam keterangan resmi, Sabtu (25/9).

Acara Kirin #SisaBisa dipandu oleh Putri Habibie, guru masak selebritas di LadyBake Cooking Class, sekolah masak bagi para pemula yang baru mulai belajar memasak. Acara ini memiliki delapan episode yang ditayangkan setiap Jumat mulai dari 16 Juli hingga 3 September 2021. Di setiap episodenya, Kirin #SisaBisa menghadirkan beragam narasumber ternama yang terkait dengan dunia kuliner.

Para pembicaranya ialah Alun Rahmadani dari Foodpreparation Indonesia, healthy lifestyle influencer Tri Janita, Founder Garda Pangan Eva Bachtiar, influencer kuliner Gastronomoe, Chef Degan Septoadji, Co-Founder FoodCycle Indonesia Astrid Paramita, dan food blogger Windi Iwandi. Para pembicara tersebut tak hanya membicarakan mengenai pengelolaan makanan sisa, tetapi juga memberikan solusi dengan cara berbagi resep-resep ampuh dengan bahan-bahan sisa yang kerap dibuang. Untuk mendapatkan inspirasi mengolah resep dari bahan-bahan dan juga makanan sisa, masyarakat dpat menonton seluruh episode Kirin #SisaBisa di IGTV akun Instagram Kirin @kirinindonesia. (OL-14)

Baca Juga

Dok Pribadi

Komnas Perempuan Catat Kasus Perbudakan Modern Masih Marak

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 03 Desember 2021, 11:24 WIB
17 kasus perbudakan seksual pada kurun waktu yang sama, yang sebagian besarnya dilakukan oleh suami dan anggota...
Ist

Pemanfaatan Frekuensi Radio untuk Pantau Kesehatan Pasien Kanker

👤Eni Kartinah 🕔Jumat 03 Desember 2021, 11:14 WIB
Sistem informasi “Radio Frequency Identification Device” berbasis mobile untuk meningkatkan pemantauan kesehatan pasien...
dok.Ant

Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Tinggal 137 Orang

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 Desember 2021, 10:40 WIB
SEMPAT melonjak naik, jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran terus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya