Jumat 24 September 2021, 22:19 WIB

Klarifikasi Klaster Covid-19 di Sekolah, Kemendikbudristek Sebut ada Miskonsepsi

Faustinus Nua | Humaniora
Klarifikasi Klaster Covid-19 di Sekolah, Kemendikbudristek Sebut ada Miskonsepsi

ANTARA
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan klarifikasi terkait adanya kalster covid-19 di sekolah. Informasi sebelumnya yang menyebut lebih dari 1.200 sekolah menjadi klaster covi-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas merupakan mispersepsi, lantaran kurangnya akurasi pendataan.

"Terkait dengan pemeberitaan yang viral saat ini di berbagai media yang menyebutkan bahwa 1.296 klaster sekolah, nah ini perlu kami luruskan, oerlu diklarifikasi mispersepsi yang terjadi," ungkap Dijen PAUD Dikdasmen, Kemendikbudristek Jumeri dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/9).

Baca juga: Ritel Fesyen Lokal Kolaborasi Dengan Pelaku Industri Kreatif

Dijelaskannya, ada 4 miskonsepsi mengenai klaster sekolah. Pertama, angka 2,8% satuan pendidikan bukanlah klaster covid-19, tetapi data yang dilaporkan sekolah bahwa ada warganya yang terpapar covid-19. "Itu data yang menunjukan satuan pendidikan yang dilampirkan lewat aplikasi kita bahwa di sekolah ada warganya terkena covid," terangnya.

Kedua, data tersebut, kata Jumeri, bukan berasal dari sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas. Akan tetapi dari semua sekolah yang menjadi responden atau melaporkan di aplikasi/ dashboard Kemendikbudristek. "Satuan pendidikan tersebut adalah yang sudah PTM maupun belum PTM," tambahnya.

Mispersepsi ketiga adalah data tersebut merupakan data akumulatif sejak Juli 2020. Artinya, bukan data yang dihimpun dalam beberapa bulan terakhir atau selama PTM terbatas berjalan. 

Kemudian, Jumeri menerangkan bahwa mispersepsi terjadi juga karena kurangnya akurasi pendataan. Data tersebut merupakan laporan dari sekolah yang belum diverifikasi, sehingga masih banyak kesalahan atau kekeliruan.

Untuk itu, Kemendikbudristek telah menghentikan pendataan tersebut. Kementerian sedang menjajaki penggabungan data ke aplikasi Pedulilindungi bersama Kementerian Kesehatan.

"Solusi ke depan, keterbatasan akurasi dari laporan satuan pendidikan ini, maka Kemendikbudristek dan Kemenkes sedang melakukan uji coba pendataan baru dengan aplikasi Pedulilindungi," terangnya.

Jumeri berharap klarifikasi tersebut bisa mengurangi kekhawatiran masyarakat saat ini. Kemendikbudristek terus mendorong pelaksanaan PTM terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kesehatan dan keselamata warga sekolah tetap menjadi pendoman utama dalam menyukseskan PTM terbatas. (OL-6)

Baca Juga

Ist

Imlek, Momentum Memulai Lembaran Baru Menjaga Keutuhan Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 17:10 WIB
Perayaan Imlek pada dasarnya merupakan momen perayaan suka cita kebangsaan, yang juga bisa ikut dirayakan oleh seluruh masyarakat...
ANTARA/Aprillio Akbar

Gus Yahya Puji Erick Thohir Bawa Pengaruh Baik di Banser NU

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 16:49 WIB
Gus Yahya bahkan mengatakan orang nomor satu di Kementerian BUMN tersebut adalah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU bersertifikat...
ANTARA

Mencegah Stunting dengan Tingkatkan Konsumsi Protein Hewani

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 14:41 WIB
Protein hewani sangat penting untuk mencegah stunting karena protein hewani mengandung komposisi asam amino esensial yang lebih lengkap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya