Rabu 22 September 2021, 23:23 WIB

Level PPKM Tak Bisa Turun Jika Vaksinasi Belum Capai Target

Ant | Humaniora
Level PPKM Tak Bisa Turun Jika Vaksinasi Belum Capai Target

Antara
Ilustrasi vaksinasi

 

JURU Bicara Vaksinasi COVID-19, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak bisa turun jika vaksinasi belum mencapai target.

"Kita ketahui sejak pekan lalu penentuan level PPKM ditambahkan elemen cakupan vaksinasi dosis pertama dan vaksinasi dosis pertama untuk lansia," ujar Siti Nadia dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (22/9)

Ia mengemukakan syarat penurunan PPKM level 3 menjadi level 2 harus didukung dengan cakupan vaksinasi dosis pertama minimal 50% dari jumlah penduduk secara umum dan vaksinasi dosis pertama untuk lansia minimal 40% dari penduduk lanjut usia (lansia).

Untuk syarat penurunan PPKM level 2 menjadi level 1, lanjutnya, harus didukung dengan cakupan vaksinasi dosis pertama 70% penduduk secara umum dan 60% vaksinasi pada lansia. "Penilaian terhadap cakupan vaksinasi aglomerasi akan mengikuti kabupaten/kota dengan capaian vaksinasi terendah, seperti di wilayah Jabodetabek," katanya.

Ia menyampaikan cakupan vaksinasi di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi belum mencapai angka 50%. Sehingga keseluruhan Jabodetabek belum bisa turun PPKM level dua. Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada masyarakat yang telah membantu dalam upaya pengendalian pandemi covid-19 di Indonesia hingga kondisi menjadi semakin baik.

Indonesia mencatatkan tren penurunan kasus korona dan angka kematian. "Tentunya hal ini menjadi berita yang baik untuk kita semua," ujar Siti Nadia.

Pada pekan ini, katanya, secara nasional terjadi penurunan kasus mingguan sebanyak 40% dan penurunan jumlah kematian sebesar 48% jika dibandingkan pada pekan sebelumnya. "Namun, masih ada beberapa provinsi yang mencatatkan insidensi dan angka kematian relatif tinggi, yaitu Provinsi Kalimantan Utara dan Provinsi Bangka Belitung," katanya.

Ia mengatakan pemerintah akan berupaya untuk menjaga pemeriksaan (testing) mingguan nasional. "Saat ini sudah mencapai lebih dari standar WHO, yaitu 1 orang yang diperiksa per 1.000 penduduk per minggu, yang merupakan parameter surveilen yang komprehensif," paparnya.

Ia mengatakan seluruh provinsi telah mencapai standar minimal tersebut, dengan beberapa provinsi yang mencatatkan testing rate cukup tinggi, yaitu Provinsi Bali, Riau, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta.

Selain itu, lanjut dia, positivity rate mingguan nasional juga sudah mencapai 1,9% atau kurang dari 5% sesuai dengan standar WHO. "Seluruh provinsi (34 provinsi) telah mencapai target positivity rate kurang dari 5 persen," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

Dok. Pribadi

PDUI dan Le Minerale Lanjutan Kemitraan Promosikan Pola Hidup Sehat

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:37 WIB
Marketing Director Le Minerale Febri Hutama mengatakan, kemitraan strategis itu selaras dengan visi dan komitmen Le Minerale untuk mengajak...
Dok. Pribadi

UNESCO dan Balai Konservasi Borobudur Luncurkan Buku Pemetaan Potensi Kawasan Borobudur  

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:31 WIB
Buku Pemetaan Potensi Kawasan Borobudur menjadi sangat penting, karena adanya keberadaan Candi Borobudur yang tercatat dalam daftar Warisan...
MI.Rudi Kurniawansyah

Penanganan Karhutla RI DIapresiasi, Pakar : Jangan Cepat Berpuas Diri 

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:51 WIB
"Ke depan saya berharap, apa yang sudah dicapai saat ini hendaknya tetap dipertahankan dan bukan tidak mungkin bisa ditingkatkan lagi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya