Sabtu 18 September 2021, 11:10 WIB

Membuka Nesowi dari Kepulan Kabut Ketertinggalan

mediaindonesia.com | Humaniora
Membuka Nesowi dari Kepulan Kabut Ketertinggalan

MI/VICKY GUSTIAWAN
Para pekerja mengerjakan tahap akhir BTS yaitu tahap integrasi antara site BTS dan data center di Desa Nesowi, Konawe, Sultra, Jumat (6/8).

 

KOTA Kendari yang terletak di sepanjang teluk Sulawesi Tenggara merupakan kota yang amat strategis bagi perdagangan untuk berbagai komoditas seperti pertanian dan perikanan. Kesibukan kota ini menandakan perputaran ekonomi dan besarnya harapan masyarakat untuk menyejahterakan hidup mereka. 

Namun, sekitar 105 kilometer dari kota ini ada sebuah desa yang masih jauh dari kenyamanan memperoleh pelayanan dasar yang mudah. Sinyal di Desa Nesowi merupakan barang mewah yang amat langka untuk dinikmati. Jarak tempuh dari kota menuju Desa Nesowi menjadi lebih jauh lantaran aksesnya yang sulit. Tak jarang ditemui beberapa jembatan kayu yang sudah tak layak digunakan harus diperbaiki sebelum akhirnya bisa dilalui kendaraan. 

Hal ini tentu menjadi kesulitan mendasar pembangunan menara base transceiver station (BTS) di wilayah itu. Apalagi, kendaraan berat harus melintas untuk membawa sejumlah material pembangunan.

Saat ini, menara BTS yang dibangun BAKTI Kominfo di salah satu lokasi desa ini sudah masuk ke tahap akhir. Masyarakat yang sejak awal rencana pembangunan sudah antusias, kini makin bersemangat sambil menunggu progres on air sinyal dari BTS yang sudah dibangun tersebut.

VSAT Project Manager Provinsi Sulawesi Tengara Syafri Gunawan menyampaikan, kendala paling mendasar dari pembangunan BTS di wilayah ini ialah kondisi alam. Baik cuaca maupun akses menuju lokasi pembangunan. “Kadang cuacanya tidak menentu, itu yang jadi kendala utama,” ungkap Syafri dalam acara Bakti Untuk Negeri di Metro TV, tadi malam.

Untuk material, kata dia, memang tidak bisa diangkut oleh kendaraan bak terbuka biasa. Pihaknya harus menggunakan kendaraan berjenis transmisi 4X4 agar bisa melalui medan tempuh yang amat sulit. “Jalannya masih tanah merah dan kalau basah itu sulit dilalui, banyak rintangannya. Tapi untungnya, kepala desa dan warga sekitar ikut support,” kata dia. 

Syarif menjelaskan, saat ini proses pembangunan BTS sudah sampai pada tahap integrasi. Artinya, site data di Desa Nesowi tinggal dikoneksikan dengan site yang berada di Jakarta. “Setelah semua site terintegerasi, baru sinyal dari sini (Desa Nesowi) bisa dinikmati oleh warga,” lanjut dia. 

Syarif berharap, setelah ada koneksi internet, warga bisa memanfaatkannya dengan baik. Sehingga, koneksi internet bisa membawa peningkatan taraf hidup warga lebih baik lagi. “Kami bangga telah membuat desa ini terkoneksi. ­Apalagi pandemi begini pendidikan serba online butuh koneksi internet,” jelas dia. 

SITAC Supervisor Region Sultra, Dwi Rochmadi, mengatakan, sejak awal pembangunan menara BTS warga sudah antusias. Apalagi, saat ini sudah memasuki tahap akhir. Banyak warga yang menunggu di dekat lokasi pembangunan menara untuk segera menikmati saluran internet. “Mereka banyak yang sudah menyiapkan ponsel dan kartunya, ini membuat kami juga terharu,” kata dia. 

Kepala Desa Nesowi Abdul Haris menambahkan, sejak 2016 silam warga desanya aktif dalam budi daya tanaman nilam. Ekstrak nilam akan dijual dengan mengikuti harga pasar sekitar Rp600 ribu per kilogram.”Biasanya tanaman ini bahan baku pembuat parfum,” kata dia.

Abdul mengaku, selain untuk sarana komunikasi, internet juga merupakan wadah untuk media pembelajaraan. Mereka berharap, masuknya internet ke desa, para petani nilam di desanya bisa terus belajar budi daya nilam dengan lebih baik. “Bisa belajar tata cara bertani yang lebih modern untuk kualitas yang lebih baik,” tandas dia. (Gan/S2-25)

Baca Juga

MI/Koresponden

Sandiaga: Di Bogor, Bakal Ada Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 09:42 WIB
Jembatan gantung (suspension bridge) terpanjang di dunia sepanjang 535 meter dan Cable Car dengan rute sepanjang 930 meter akan dibangun di...
medcom.id

Lengkap! Ini Doa Masuk dan Keluar Masjid Beserta Artinya

👤Sofia 🕔Senin 18 Oktober 2021, 09:37 WIB
Simak, berikut bacaan dan arti doa masuk serta keluar...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

56 Ribu Penumpang dari Luar Negeri Jalani Karantina Usai Tiba di Bandara Soetta

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 09:23 WIB
Pada periode 19 September-16 Oktober 2021, tercatat penumpang dari luar negeri yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 56.085 orang,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya