Sabtu 04 September 2021, 14:45 WIB

Kendala Pemerintah Mengentaskan Buta Aksara

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Kendala Pemerintah Mengentaskan Buta Aksara

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Menulis aksara jawa.

 

DALAM upaya mengentaskan buta aksara di masyarakat masih terbentur berbagai permasalahan salah satunya pandemi covid-19 yang meminimalisir mobilitas masyarakat.

Selanjutnya, tingginya buta aksara pada masyarakat dengan umur 44-59 tahun tentunya harus hadir secara langsung untuk mengedukasi. Karena dengan rentan umur tersebut belum terbiasa menggunakan internet.

Baca juga: Ini Pengertian Sampah Organik, Cara Mengelola dan Contohnya

"Ini harus temu muka untuk rentan umur 44-59 tahun. Secara wilayah juga masih jadi permasalahan terkait akasesnya," kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD DIKDASMEN), Jumeri saat konferensi pers virtual, Sabtu (4/9).

Oleh karena itu dibutuhkan ikhtiar berupa kolaborasi lebih kuat dengan kementerian desa adanya dana desa yang bisa dimanfaatkan untuk pendidikan. Selain itu, kolaborasi juga didukung dengan Keaksaraan di tingkat wilayah untuk terus mengedukasi masyarakat.

"Namun balik lagi, memang yang masih menjadi masalah adalah perlunya tatap muka karen untuk buta aksara kelompok awal butuh tatap muka," ujar Jumeri.

Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud-Ristek, Samto mengatakan akan menekankan wilayah-wilayah yang masih tinggi tingkat buta aksaranya dan semua biaya akan difokuskan di 5 daerah yang masih tinggi buta aksaranya seperti Papua, NTT, NTB, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.

"Sehingga ketika akan 5 wilayah itu turun maka otomatis tingkat buta aksara nasional juga turun. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga terus dilakukan dengan pemerintah daerah,"

"Bagaimana 5 daerah itu memusatkan perhatiannya pada buta aksara. Ini lah yang perlu kita lakukan bersama-sama," pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Kemkes Percepat Vaksinasi Booster di Jabodetabek Antisipasi Lonjakan Omikron

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:54 WIB
Menkes menuturkan sebagian besar atau lebih dari 90 persen transmisi lokal varian omikron akan terjadi di...
Antara

174 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2022

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:10 WIB
Bencana terbanyak, yakni banjir dengan 90 kejadian, cuaca ekstrem dengan 55...
MI/ Lina Herlina

119,7 Juta Orang Telah Divaksinasi Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:05 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya